indosteger@gmail.com   +62818716828

Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding untuk Bangunan Bertingkat Secara Akurat

Media
29 Jan 2026

Indosteger

Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.

Dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat, scaffolding memegang peran penting sebagai struktur sementara yang menunjang pekerjaan di ketinggian. Mulai dari pengecoran, pemasangan bekisting, hingga pekerjaan fasad, seluruh aktivitas tersebut membutuhkan perencanaan scaffolding yang matang.

Kesalahan dalam menghitung kebutuhan scaffolding bukan hanya berdampak pada biaya proyek, tetapi juga berpotensi menimbulkan keterlambatan pekerjaan hingga risiko keselamatan kerja. Karena itu, memahami cara menghitung kebutuhan scaffolding secara tepat menjadi langkah krusial, khususnya pada tahap perencanaan proyek.

Artikel ini akan membahas metode perhitungan scaffolding untuk bangunan bertingkat secara praktis, termasuk faktor teknis yang perlu diperhatikan agar sistem perancah yang digunakan benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

Mengapa Perhitungan Scaffolding Tidak Bisa Dilakukan Secara Asal?

Berbeda dengan bangunan satu lantai, proyek bertingkat memiliki kompleksitas yang lebih tinggi. Beban kerja lebih besar, area kerja bertambah, serta durasi penggunaan scaffolding biasanya lebih panjang.

Jika perhitungan dilakukan terlalu minim, pekerjaan bisa terhambat karena kekurangan material. Sebaliknya, kelebihan scaffolding akan meningkatkan biaya sewa atau investasi alat yang tidak perlu.

Selain aspek efisiensi biaya, perhitungan yang tepat juga berhubungan langsung dengan:

  • Stabilitas struktur perancah
     

  • Kapasitas beban kerja
     

  • Keselamatan tenaga kerja
     

  • Kelancaran progres proyek
     

Itulah sebabnya, kebutuhan scaffolding sebaiknya dihitung berdasarkan data teknis proyek, bukan sekadar perkiraan kasar.

Data Dasar yang Harus Disiapkan Sebelum Menghitung Scaffolding

Sebelum masuk ke rumus perhitungan, ada beberapa informasi utama yang wajib tersedia:

1. Luas Area Kerja (m²)

Tentukan area lantai atau bidang kerja yang membutuhkan scaffolding. Untuk bangunan bertingkat, perhitungan biasanya dilakukan per zona atau per lantai agar lebih akurat.

Contoh:
Jika satu lantai memiliki luas 300 m² dan pekerjaan dilakukan bertahap per dua lantai, maka area kerja scaffolding adalah 600 m².

2. Tinggi Bangunan atau Tinggi Kerja

Ukur tinggi vertikal dari permukaan tanah hingga titik kerja tertinggi.

Misalnya:

  • Tinggi antar lantai: 4 meter
     

  • Jumlah lantai aktif: 5 lantai
     

Total tinggi kerja = 4 m × 5 = 20 meter

Data ini menentukan jumlah frame atau level scaffolding yang dibutuhkan.

3. Jenis Sistem Scaffolding yang Digunakan

Setiap sistem memiliki konfigurasi berbeda, seperti:

  • Frame scaffolding
     

  • Modular scaffolding
     

  • Ringlock scaffolding
     

  • Cuplock scaffolding
     

Perbedaan sistem akan memengaruhi jarak antar tiang, kapasitas beban, serta jumlah komponen pendukung.

Untuk bangunan bertingkat, sistem modular seperti ringlock umumnya dipilih karena fleksibel, kuat, dan mudah dikonfigurasi mengikuti bentuk bangunan.

Contoh Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding Sederhana

Sebagai ilustrasi, berikut contoh perhitungan kasar menggunakan sistem modular.

Studi Kasus

  • Luas area kerja: 600 m²
     

  • Tinggi kerja: 20 meter
     

  • Jarak standar antar tiang: 2 m × 2 m
     

Langkah 1: Hitung Jumlah Titik Tiang

Satu set tiang melayani area ±4 m².

Jumlah titik tiang = 600 m² ÷ 4 m² = 150 titik

Langkah 2: Hitung Jumlah Level Vertikal

Jika tinggi per level scaffolding adalah 2 meter:

Jumlah level = 20 m ÷ 2 m = 10 level

Langkah 3: Hitung Total Standar (Tiang Vertikal)

Total standar = 150 titik × 10 level = 1.500 batang standar

Langkah 4: Tambahkan Komponen Pendukung

Selain tiang utama, Anda juga perlu menghitung:

  • Ledger horizontal
     

  • Diagonal brace
     

  • Platform kerja
     

  • Base jack dan U-head
     

  • Guardrail dan toe board
     

Jumlahnya menyesuaikan konfigurasi sistem dan standar keselamatan proyek.

Perlu dicatat, contoh ini bersifat ilustratif. Pada praktiknya, perhitungan harus disesuaikan dengan layout bangunan, kapasitas beban, serta metode kerja di lapangan.

Faktor Tambahan yang Wajib Dipertimbangkan

Dalam proyek bertingkat, kebutuhan scaffolding tidak hanya dipengaruhi luas dan tinggi bangunan. Beberapa faktor berikut juga sangat menentukan:

Beban Kerja

Apakah scaffolding hanya untuk akses pekerja, atau sekaligus menopang bekisting dan pengecoran? Beban berat membutuhkan konfigurasi yang lebih rapat dan komponen dengan spesifikasi lebih tinggi.

Bentuk Bangunan

Bangunan dengan banyak sudut, kantilever, atau fasad tidak beraturan memerlukan penyesuaian desain scaffolding yang lebih kompleks.

Tahapan Pekerjaan

Apakah scaffolding dipakai full height sekaligus, atau bertahap mengikuti progres lantai? Metode ini akan memengaruhi jumlah unit yang perlu disiapkan.

Standar Keselamatan

Penggunaan guardrail, tangga akses, safety net, serta platform berlapis juga harus masuk dalam perhitungan material.

Kesalahan Umum dalam Menghitung Scaffolding

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan antara lain:

  • Menghitung hanya berdasarkan luas, tanpa memperhatikan tinggi
     

  • Mengabaikan kebutuhan bracing dan pengaku
     

  • Tidak memasukkan faktor beban kerja
     

  • Tidak menyediakan cadangan material
     

  • Menggunakan asumsi jarak tiang tanpa melihat spesifikasi sistem
     

Kesalahan-kesalahan ini dapat menyebabkan revisi desain di tengah proyek, yang berdampak pada biaya dan jadwal pekerjaan.

Pentingnya Perencanaan Scaffolding Sejak Tahap Awal Proyek

Pada proyek bangunan bertingkat, scaffolding sebaiknya sudah masuk dalam tahap engineering planning. Dengan perencanaan sejak awal, Anda bisa:

  • Mengoptimalkan jumlah material
     

  • Menyusun jadwal mobilisasi alat
     

  • Mengurangi risiko perubahan desain
     

  • Menjamin aspek keselamatan kerja
     

Pendekatan ini jauh lebih efisien dibandingkan menyesuaikan scaffolding secara reaktif saat pekerjaan sudah berjalan.

Persiapkan Steger dan Scaffolding Anda Bersama Indosteger

Menghitung kebutuhan scaffolding untuk bangunan bertingkat memerlukan pendekatan teknis yang mempertimbangkan luas area, tinggi kerja, jenis sistem, beban, serta metode pelaksanaan proyek. Perhitungan yang akurat bukan hanya membantu mengontrol biaya, tetapi juga memastikan stabilitas struktur perancah dan keselamatan pekerja.

Untuk proyek dengan kompleksitas tinggi, perhitungan manual sering kali tidak cukup. Di tahap inilah dukungan tim teknis dan sistem scaffolding yang terstandarisasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek.

Sebagai penyedia solusi scaffolding, Indosteger jual scaffolding untuk membantu perencanaan kebutuhan scaffolding secara presisi, sesuai karakteristik proyek bangunan bertingkat Anda.

Persiapkan semuanya bersama Indosteger!

Artikel Terkait

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya
whatsappweb