Indosteger
Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.
Pekerjaan konstruksi sering melibatkan material dengan ukuran dan bobot yang sulit dipindahkan secara manual. Pada kondisi tersebut, proses lifting dan rigging membantu mengatur pemindahan beban menggunakan peralatan angkat dan perlengkapan pengikatan yang sesuai.
Meski sering disebut bersamaan, lifting dan rigging memiliki fungsi yang berbeda. Lifting berkaitan dengan proses mengangkat dan memindahkan beban, sedangkan rigging berhubungan dengan pemilihan, pemasangan, serta pengaturan perlengkapan yang menghubungkan beban dengan alat angkat.
Pemahaman terhadap keduanya penting bagi kontraktor, engineer, pekerja konstruksi, dan procurement karena kesalahan dalam pemilihan atau penggunaan peralatan dapat meningkatkan risiko selama pemindahan material.
Secara sederhana, lifting adalah kegiatan mengangkat, menurunkan, atau memindahkan beban menggunakan peralatan pengangkat. Dalam pekerjaan konstruksi, kegiatan ini dapat melibatkan crane, hoist, atau peralatan lain yang memang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan beban.
Sementara itu, rigging berkaitan dengan sistem dan perlengkapan yang digunakan untuk mengikat atau menghubungkan beban dengan peralatan pengangkat. Contohnya adalah sling, wire rope, chain sling, hook, shackle, dan perlengkapan penghubung lain yang memang dirancang untuk pekerjaan pengangkatan.
Dengan demikian, lifting dan rigging merupakan dua bagian yang saling berkaitan dalam sebuah aktivitas pengangkatan.
Lifting berkaitan dengan bagaimana sebuah beban diangkat atau dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Contohnya dapat ditemukan ketika material konstruksi perlu dinaikkan dari area penyimpanan menuju lantai bangunan yang lebih tinggi. Peralatan lifting digunakan untuk menghasilkan gerakan pengangkatan sesuai dengan rencana pekerjaan.
Rigging berfokus pada cara beban dipersiapkan sebelum diangkat. Rigger perlu memilih perlengkapan yang sesuai, memastikan pengikatan dilakukan dengan benar, dan memeriksa kondisi perlengkapan sebelum digunakan.
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 juga memuat peran juru ikat atau rigger dalam mendukung keselamatan operasional pesawat angkat dan angkut, termasuk pemilihan alat bantu angkat berdasarkan beban kerja aman dan pemeriksaan kondisi pengikatan.
Perbedaan lifting dan rigging dapat dilihat dari fokus pekerjaannya.
|
Aspek |
Lifting |
Rigging |
|
Fokus |
Mengangkat dan memindahkan beban |
Mengikat dan menghubungkan beban |
|
Peralatan umum |
Crane, hoist, dan alat angkat lainnya |
Sling, shackle, hook, wire rope, dan aksesori rigging |
|
Peran utama |
Menghasilkan gerakan pengangkatan |
Mempersiapkan dan mengamankan hubungan antara beban dan alat angkat |
|
Pekerja terkait |
Operator alat angkat dan personel terkait |
Rigger atau personel yang kompeten sesuai prosedur proyek |
|
Contoh aktivitas |
Mengangkat material menuju lantai atas |
Memasang sling pada material sebelum diangkat |
Keduanya tetap harus dipandang sebagai satu rangkaian pekerjaan. Peralatan lifting yang sesuai belum cukup apabila beban tidak dipersiapkan dan diikat dengan benar.
Penggunaan sistem lifting dan rigging dibutuhkan ketika material tidak praktis atau tidak aman dipindahkan secara manual.
Material konstruksi dapat memiliki ukuran yang menyulitkan pekerja untuk memindahkannya menggunakan tenaga manusia. Aktivitas lifting memungkinkan material dipindahkan menggunakan peralatan yang sesuai dengan karakteristik beban.
Pada proyek gedung bertingkat, material sering perlu dipindahkan dari area bawah menuju lokasi kerja di lantai yang lebih tinggi. Lifting dapat menjadi bagian dari metode pemindahan material tersebut.
Rigging membantu menjaga hubungan antara beban dan alat angkat selama proses pemindahan. Pengaturan titik pengikatan menjadi bagian penting karena karakteristik setiap beban dapat berbeda.
Proyek dengan aktivitas material handling yang intensif membutuhkan metode pemindahan yang terencana. Penggunaan peralatan lifting dan rigging yang tepat dapat membantu pekerjaan berjalan secara lebih terorganisir.
Jenis peralatan yang digunakan bergantung pada beban, metode pengangkatan, kondisi lokasi, serta prosedur pekerjaan. Karena itu, tidak semua peralatan dapat digunakan secara bebas untuk setiap pekerjaan.
Crane merupakan salah satu peralatan lifting yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan beban. Jenis crane yang digunakan dapat berbeda sesuai kebutuhan proyek dan kondisi lokasi.
Hoist merupakan perangkat pengangkat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan beban. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan spesifikasi alat dan metode kerja yang telah ditentukan.
Sling digunakan untuk menghubungkan beban dengan alat angkat. Bentuknya dapat berupa wire rope sling, chain sling, maupun synthetic web sling.
OSHA menetapkan bahwa sling dan perlengkapan rigging perlu diperiksa sebelum digunakan serta harus memiliki informasi identifikasi dan kapasitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlengkapan yang rusak atau cacat harus dikeluarkan dari penggunaan.
Shackle merupakan komponen penghubung yang umum digunakan dalam sistem rigging. Pemilihannya harus disesuaikan dengan jenis sambungan dan kebutuhan pengangkatan.
Hook digunakan sebagai titik penghubung antara sistem pengangkatan dan perlengkapan rigging. Kondisi hook perlu diperiksa sebelum digunakan.
Wire rope dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pengangkatan atau rigging tertentu. Penggunaannya harus mengikuti spesifikasi produsen dan prosedur kerja yang berlaku.
Untuk semakin mempermudah menjangkau area rigging yang tinggi, scaffolding diperlukan. Anda dapa memilih part atau bagian apa saja yang dibutuhkan dalam pemasangan rigging. Jika bingun di mana bisa mendapatkan perancah berkualitas, langsung saja cek Indosteger. Di sini jual scaffolding beserta akesorisnya.
Selain itu, Anda juga bisa sewa scaffolding sesuai kebutuhan. Bisa harian hingga bulanan sesuai dengan ketentuan.
Penerapan lifting dan rigging sebaiknya dimulai dari perencanaan, bukan ketika material sudah berada di bawah crane.
Langkah awal adalah mengetahui karakteristik material yang akan dipindahkan. Informasi seperti berat, bentuk, titik angkat, kondisi material, dan lokasi tujuan perlu diperhitungkan dalam metode kerja.
Setelah karakteristik beban diketahui, tim dapat menentukan metode pengangkatan dan peralatan yang sesuai. Pemilihan tersebut harus mengikuti prosedur proyek, spesifikasi peralatan, serta instruksi produsen.
Sling, shackle, hook, dan perlengkapan lain harus dipilih berdasarkan kebutuhan pengangkatan. Jangan menggunakan perlengkapan hanya karena secara fisik terlihat mampu menahan beban.
Kondisi sling, hook, shackle, dan komponen lain perlu diperiksa sebelum pekerjaan dimulai. OSHA secara khusus mensyaratkan pemeriksaan rigging equipment sebelum digunakan pada setiap shift dan mengharuskan peralatan yang cacat dikeluarkan dari layanan.
Area di sekitar aktivitas lifting perlu diatur agar orang yang tidak berkepentingan tidak berada di zona yang berpotensi terkena risiko dari beban yang bergerak.
Pengangkatan harus mengikuti metode kerja yang telah ditentukan. Komunikasi antara operator, rigger, dan personel terkait juga perlu jelas agar setiap tahap dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Aktivitas lifting memiliki potensi bahaya yang perlu dikendalikan melalui perencanaan dan prosedur kerja yang tepat. Detail pengamanan harus mengikuti kondisi proyek, jenis alat, karakteristik beban, serta regulasi yang berlaku.
Peralatan rigging yang rusak, aus, berubah bentuk, atau menunjukkan kondisi tidak layak tidak boleh digunakan. Pemeriksaan juga perlu memperhatikan identifikasi kapasitas atau working load limit yang diberikan oleh produsen.
Kapasitas aman harus mengacu pada informasi yang diberikan produsen dan metode pengangkatan yang digunakan. OSHA, misalnya, melarang penggunaan rigging equipment melebihi recommended safe working load yang tercantum pada identifikasinya.
Karena itu, kapasitas tidak sebaiknya diperkirakan berdasarkan ukuran fisik alat atau pengalaman penggunaan sebelumnya.
Bentuk dan karakteristik material dapat memengaruhi cara beban diikat. Beban dengan tepi tajam, bentuk tidak beraturan, atau titik angkat tertentu membutuhkan pertimbangan khusus agar perlengkapan rigging tidak mengalami kerusakan atau beban tidak bergeser.
Perlengkapan pengangkatan sebaiknya digunakan sesuai fungsi dan spesifikasi yang ditentukan. OSHA secara khusus mengatur berbagai persyaratan untuk sling, attachment, dan perlengkapan rigging serta melarang sejumlah metode pengikatan yang tidak sesuai.
Pekerjaan lifting melibatkan beberapa peran yang harus berkoordinasi. Di Indonesia, Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 mengatur aspek keselamatan kerja pesawat angkat dan angkut, termasuk peran juru ikat (rigger) dalam pemilihan alat bantu, pemeriksaan pengikatan, dan prosedur pengamanan.
Lifting dan rigging serta scaffolding merupakan aktivitas dan sistem yang berbeda. Scaffolding berfungsi sebagai struktur atau perancah sementara untuk mendukung aktivitas pekerjaan konstruksi, sedangkan lifting dan rigging digunakan dalam aktivitas pemindahan atau pengangkatan material.
Namun, keduanya dapat bertemu dalam alur pekerjaan proyek.
Sebagai contoh, sebuah proyek gedung dapat menggunakan crane untuk memindahkan material ke area tertentu. Setelah material tersedia di area kerja, scaffolding dapat digunakan sebagai akses atau working platform sesuai desain dan metode kerja proyek.
Indosteger menyediakan berbagai kebutuhan scaffolding yang dapat mendukung pekerjaan konstruksi seperti ini. Produk yang tersedia mencakup main frame scaffolding, pipa scaffolding, scaffolding clamp dan couplers, serta ringlock scaffolding.
Artinya, produk Indosteger tidak perlu diposisikan sebagai alat lifting atau rigging. Relevansinya berada pada tahap pekerjaan konstruksi yang membutuhkan perancah, akses kerja, dan struktur pendukung setelah atau bersamaan dengan proses material handling.
Lifting dan rigging merupakan rangkaian pekerjaan yang membutuhkan perencanaan, pemilihan peralatan, pemeriksaan kondisi alat, dan koordinasi personel. Kesalahan pada salah satu tahap dapat memengaruhi keselamatan proses pemindahan material.
Di sisi lain, kebutuhan konstruksi tidak berhenti setelah material berhasil dipindahkan. Material yang sudah berada di area kerja tetap membutuhkan sistem akses dan perancah yang sesuai apabila pekerjaan dilakukan pada elevasi tertentu.
Karena itu, kontraktor dan procurement perlu melihat kebutuhan proyek secara menyeluruh. Peralatan lifting dan rigging harus dipilih berdasarkan fungsi dan spesifikasi yang sesuai, sementara kebutuhan scaffolding dapat disiapkan secara terpisah berdasarkan metode kerja dan desain perancah.
Aktivitas lifting dan rigging membutuhkan peralatan pengangkatan dan rigging yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan. Sementara itu, kebutuhan akses kerja dan perancah dapat dipenuhi secara terpisah menggunakan sistem scaffolding yang sesuai dengan kondisi proyek.
Indosteger menyediakan pilihan scaffolding untuk mendukung berbagai kebutuhan konstruksi. Anda dapat melihat pilihan produk dan menentukan sistem perancah yang sesuai dengan kebutuhan proyek melalui katalog Indosteger.