indosteger@gmail.com   +62818716828

Macam-Macam Ukuran Scaffolding dan Fungsinya

Media
29 Apr 2026

Indosteger

Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.

Scaffolding atau steger biasa digunakan saat pengerjaan konstruksi bangunan. Tujuannya adalah sebagai pelindung bagi para pekerja, sebagai akses jalan hingga meletakkan sebuah material yang digunakan. Scaffolding sendiri memiliki ukuran dan fungsi berbeda-beda. Apa saja jenis, ukuran scaffolding dan fungsinya tersebut? Berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Scaffolding dan Mengapa Ukuran Sangat Penting?

Scaffolding adalah struktur sementara yang terbuat dari pipa, main frame, dan komponen pendukung lainnya. Ukuran scaffolding memengaruhi area kerja, daya dukung beban, serta kemudahan perakitan dan pembongkaran.

Di Indonesia, standar ukuran scaffolding umumnya mengikuti standar JIS dengan diameter pipa 48,6 mm. Pemilihan scaffolding sesuai standar memastikan struktur tahan beban, aman, dan efisien untuk berbagai kebutuhan proyek.

Jenis Scaffolding dan Ukuran Standarnya

1. Independent Scaffolding (Double Scaffolding)

Jenis ini memiliki dua baris tiang yang berdiri mandiri tanpa bergantung pada dinding bangunan. Jarak antar baris standar sekitar 1,2 meter.

Ukuran khas Independent Scaffolding:

  • Tinggi lift: 1,8 – 2 meter

  • Lebar platform: 1 – 1,2 meter

  • Transoms dengan jarak 250 mm

Cocok untuk proyek konstruksi tinggi dengan beban sedang hingga berat.

2. Birdcage Scaffolding

Struktur berbentuk sangkar burung dengan banyak tiang yang dihubungkan ledgers, transoms, dan braces. Biasanya digunakan untuk pemasangan plafon dan pengecatan gedung besar.

Ukuran khas Birdcage Scaffolding:

  • Lebar area kerja: 2 – 4 meter atau lebih

  • Tinggi disesuaikan kebutuhan hingga puluhan meter

3. Access Tower Scaffolding

Scaffolding tower khusus untuk menimbun material, bukan sebagai platform kerja utama. Material utama aluminium agar ringan dan mudah dipindah.

Ukuran khas Access Tower:

  • Tinggi modular hingga 15 meter (di atas itu perlu perhitungan beban khusus)

  • Basis lebih lebar untuk kestabilan maksimal

4. Cantilever Scaffolding

Digunakan untuk menopang area di luar pondasi bangunan. Ideal untuk pengecoran pipa pondasi dan railing.

Ukuran khas Cantilever Scaffolding:

  • Proyeksi keluar: 1 – 2 meter

  • Struktur kuat namun biaya pemasangan relatif tinggi

5. Putlog Scaffolding (Single Scaffolding)

Hanya memiliki satu baris tiang dengan putlog ditopang langsung ke dinding bangunan.

Ukuran Standar Putlog Scaffolding:

  • Jarak tiang: 1,5 – 2,1 meter

  • Tinggi lift: 1,8 – 2 meter

  • Panjang pipa putlog: 1,5 meter

6. Mobile Scaffolding

Paling praktis karena dilengkapi roda dengan locking brake. Mudah dipindah dari satu tempat ke tempat lain.

Ukuran khas Mobile Scaffolding:

  • Alas harus 2x lipat dari tingginya (khusus untuk ketinggian > 3 meter)

  • Tinggi umum: 2 – 6 meter

7. Hanging Scaffolding

Scaffolding yang digantung pada struktur permanen. Cocok ketika akses dari bawah sulit dilakukan.

Ukuran khas Hanging Scaffolding:

  • Modular dan disesuaikan dengan area gantung

  • Dilengkapi safety clamp untuk kestabilan

8. Single Wide Scaffolding

Memiliki lebar satu tiang tunggal, cocok untuk area sempit.

Ukuran Single Wide Scaffolding:

  • Tinggi: 3 – 10 meter

  • Lebar: 1,2 – 1,5 meter

9. Double Wide Scaffolding

Lebar dua tiang sehingga area kerja lebih luas dan dapat menampung lebih banyak pekerja serta peralatan.

Ukuran Double Wide Scaffolding:

  • Tinggi: 3 – 10 meter

  • Lebar: 2 – 3 meter

Standar Ukuran Pipa Scaffolding dan Scaffolding Set di Indonesia

Ukuran pipa scaffolding standar JIS memiliki diameter luar 48,6 mm dengan ketebalan 2,5 – 3,2 mm. Berikut beberapa scaffolding set populer yang tersedia di pasaran:

  • LF 90 > Lebar 90 cm (cocok area sempit)

  • LF 120 > Lebar 120 cm

  • MF 170 > Tinggi 170 cm

  • MF 190 > Tinggi 190 cm (paling kuat untuk beban berat)

Pilih scaffolding set sesuai kebutuhan proyek agar lebih hemat dan efisien.

Cara Memilih Scaffolding Sesuai dengan Kebutuhan Proyek

  1. Sesuaikan dengan Jenis Pekerjaan Pekerjaan ketinggian tinggi butuh scaffolding yang lebih stabil.

  2. Perhatikan Standar Ukuran Pastikan mengikuti standar JIS dan internasional.

  3. Hitung Beban Kerja Jangan melebihi kapasitas maksimal scaffolding.

  4. Pilih Material Berkualitas Baja atau aluminium berkualitas tinggi untuk ketahanan lama.

  5. Pertimbangkan Lokasi Proyek Area sempit gunakan single wide, area luas gunakan double wide.

  6. Utamakan Keselamatan Perhatikan locking brake, safety clamp, dan stabilitas.

  7. Mudah Dirakit dan Dibongkar Hemat waktu tanpa mengurangi keamanan.

CTA Banner Article

Apapun Jenis Scaffoldingnya, Indosteger Solusinya!

Scaffolding tidak hanya berfungsi sebagai pelindung bagi para pekerja, tetapi juga sebagai akses jalan dan tempat meletakkan material. Dari independent scaffolding hingga double wide scaffolding, setiap jenis memiliki keunggulan dan spesifikasi yang berbeda-beda. Perawatan scaffolding menjadi kunci untuk mencegah kerusakan dan memastikan kualitas kerja yang optimal, dengan langkah-langkah seperti pengecekan kondisi komponen, penggantian bagian yang rusak, dan pembersihan secara berkala.

Itulah beberapa jenis, ukuran scaffolding, dan kegunaannya dalam pekerjaan konstruksi bangunan. Bagi Anda yang ingin mendapatkan scaffolding berkualitas terbaik untuk bangunan Anda bisa klik di sini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda

Artikel Terkait

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya
whatsappweb