indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Tahapan Penting dalam Proses Pembuatan Beton

Dalam proses konstruksi beton, ada banyak hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah mengenai kualitas beton yang digunakan. Sebagai komponen utama, kualitas beton wajib dijaga agar bangunan menjadi lebih kokoh dan kuat. Lantas, bagaimana proses pembuatan beton ini? Berikut ulasannya yang perlu disimak.

Pencampuran Bahan yang tepat

Sebagai langkah awal dari bagaimana proses pembuatan beton yang harus diketahui adalah mengenai pencampuran bahannya. Beberapa di antaranya adalah agregat kasar yang terdiri dari kerikil dan agregat halus dari pasir. Selain itu juga ada bahan lain seperti semen, air dan zat aditif untuk membuat beton cepat kering.

Komposisi bahannya pun harus tepat. Misalnya saja untuk komposisi material pada adukan beton tiap 1  meter kubik harus sesuai dengan SNI 7394: 2008. Misalnya saja, beton dengan mutu K125 komposisinya adalah semen sebanyak 276 kilogram, kerikil 1.012 kilogrm, air 215 kilogram, dan pasir 828 kilogram. Beton tersebut biasanya digunakan untuk konstruksi pada lantai dasar.

Pengangkutan Adukan Beton

Berikutnya, mengenai bagaimana proses pembuatan beton adalah dengan proses pengangkutan adukan beton menuju tempat penuangannya. Pengangkutan juga perlu dilakukan dengan cepat dengan tujuan supaya semen belum tercampur maupun bereaksi dengan air. Biasanya, untuk beton yang tidak begitu besar dapat dilakukan dengan manual seperti dengan ember maupun gerobak dorong.

Akan tetapi, jika beton tersebut berukuran besar dari segi skalanya, maka dapat dilakukan dengan truk aduk beton, menggunakan pompa, maupun ban berjalan. Pompa dilakukan untuk mengangkut pada tempat yang tinggi dan truk untuk tempat yang cukup jauh. Selain itu juga dapat menggunakan crane jika tempatnya cukup tinggi.

Penuangan Adukan

Proses penuangan adukan beton harus dilakukan secepat mungkin dan harus dalam kondisi plastis. Hal itu dilakukan agar adukan tadi dapat mengalir dengan baik ke bagian rongga maupun tulangannya. Proses penuangan harus dilakukan dari sudut bekisting yang paling rendah. Penuangan ini tidak boleh lebih dari jari jarak dua meter agar tidak terjadi segregasi.

Agar hasilnya maksimal, Anda bisa menggunakan tremi dan hindari proses penuangan ketika terjadi hujan deras dan tidak menutup bagian atasnya. Air hujan tersebut dapat masuk dan dapat membuat kualitas betonnya menjadi menurun. Pastikan permukaan tersebut terisi penuh dan rata.

Proses Pemadatan Adukan

Setelah adonan cor dan beton diaduk, maka selanjutnya adalah dengan memadatkan adukan beton dan cor. Dalam tahap ini memiliki tujuan menghilangkan udara yang ada dalam adukan beton. Ketika udara yang ada tidak dikeluarkan, maka dikhawatirkan terjadi keropos dan mempengaruhi kualitas beton tersebut.

Pemadatan beton ini harus segera dilakukan setelah penuangan selesai dan adukan itu masih kondisi diplastik. Pemadatan dapat dilakukan dengan cara menusuk pada tuangan beton maupun dengan teknik penggetaran. Namun, saat ini sudah ada alat khusus yang digunakan dalam pemadatan beton yakni concrete vibrator. Alat tersebut mampu menghasilkan getaran pada bagian permukaan dalam radius tertentu. Dengan begitu, adukannya benar-benar menjadi padat dan tidak ada ruang di dalamnya.

Perataan Permukaan pada Beton

Perataan permukaan beton merupakan salah satu bagian penting dan menjadi proses akhir mengenai bagaimana proses pembuatan tersebut. Sederhananya, perataan tersebut dapat dilakukan dengan peralatan sederhana. Misalnya saja menggunakan cetok maupun papan perata.

Sedangkan jika perataan dilakukan pada bagian lantai dengan sistem cor beton secara cepat, Anda dapat menggunakan alat bantu lainnya misalnya saja dengan power trowel. Dengan menggunakan alat tersebut, dapat membantu proses permukaan lantai cor pada saat kondisi kering sebesar 75 persen.

Perawatan Beton

Sebagai proses terakhir mengenai bagaimana proses pembuatan beton adalah perawatannya. Proses perawatan penting dilakukan agar reaksi semen dengan air dapat bercampur dengan baik. Perawatan tersebut juga penting agar permukaan tetap lembab sampai proses reaksinya mencapai waktu yang sudah ditentukan yaitu kurang lebih satu bulan atau sekitar 28 hari.

Apabila perawatan tidak dilakukan dengan baik, dikhawatirkan air pada campuran beton itu akan merembes atau keluar. Dengan begitu, beton menjadi memiliki kualitas yang buruk dan memicu retak-retak pada bagian permukaannya. Menjaga kelembaban dalam merawat beton ini dilakukan dengan menyirami bagian permukaan beton tersebut, menggenanginya dengan air maupun dengan meletakkan karung basah di bagian permukaan beton.

Setidaknya, itulah bagaimana proses pembuatan beton yang baik dan benar. Agar lebih meyakinkan Anda dalam pengolahan beton tersebut, ada baiknya pula berkonsultasi dengan ahli konstruksi untuk mendapatkan hasil terbaik.

You May Also Like