indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Beragam Penyebab Besi Berkarat dan Cara Mengatasinya

Besi merupakan salah satu material yang memiliki elektrode yang negatif dibandingkan dengan logam lain. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab besi berkarat karena besi menjadi lebih reaktif terhadap sesuatu dan lebih mudah teroksidasi sehingga memudahkan munculnya karat. Karat muncul akibat adanya reaksi kimia antara besi, air, dan oksigen.

Karat atau korosi pada besi ditandai dengan timbulnya warna kemerahan atau kecokelatan. Tekstur pada besi berkarat juga berubah menjadi lebih kasar. Terlebih apabila karat pada besi telah bertahan dalam jangka waktu panjang. Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya lubang, bahkan hingga mengakibatkan patahnya besi.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui faktor yang memengaruhi terjadinya korosi pada besi sebagai upaya pencegahan munculnya karat serta ketahui pula cara yang dapat dilakukan untuk perawatan besi agar tidak mudah berkarat. Pelajari selengkapnya melalui penjelasan di bawah ini.

Apa Penyebab Besi Berkarat?

Karat terjadi akibat adanya korosi redoks antara logam dengan zat lain, seperti air dan udara. Selain air dan udara, terdapat beberapa faktor lain yang memengaruhi terjadinya korosi pada besi. Beberapa faktor tersebut antara lain,

1. Faktor Udara dan Air

Seperti yang telah disebutkan, udara dan air merupakan dua senyawa yang membantu mempercepat terjadinya korosi pada besi. Udara dapat memengaruhi besi melalui  suhu. Makin tinggi temperatur pada daerah sekitar besi, maka makin mudah pula proses korosi terjadi.

Besi yang terkena air secara terus menerus dan bercampur dengan oksigen dapat membentuk oksida besi yang kemudian menyebabkan timbulnya karat pada besi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa udara dan air menjadi zat yang mempercepat terjadinya korosi. 

2. Terdapat Zat Pengotor

Pada kendaraan bermotor, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan adanya tumpukan debu sisa pembakaran. Sisa pembakaran BBM merupakan zat pengotor yang menyebabkan adanya reaksi reduksi tambahan. Reaksi reduksi juga menjadi faktor yang mempercepat terjadinya karat. 

Maka dari itu, penting untuk melakukan pengecekan kendaraan bermotor untuk menghindari adanya kerusakan yang diakibatkan oleh proses korosi besi.

3. Jenis Besi

Penting untuk mengetahui jenis besi yang akan digunakan sesuai dengan keadaan dan kegunaannya. Kualitas besi yang kurang baik juga dapat menjadi salah satu penyebab adanya karat pada besi. Pemilihan jenis yang kurang tepat menjadi faktor internal terjadinya korosi pada besi.

Sebagai contoh, apabila dibutuhkan besi yang digunakan terus menerus dan berkaitan dengan udara maupun air, disarankan untuk menggunakan jenis besi stainless steel. Besi dengan kualitas yang baik dan penggunaannya sesuai dapat membantu memperlambat terjadinya korosi. Hal ini tentu saja diikuti dengan perawatan yang baik. 

4. Elektrolit

Elektrolit merupakan zat bersifat asam atau garam yang menjadi media terbaik dalam memindahkan muatan. Senyawa ini dapat ditemukan pada air hujan dan air laut. Seperti yang diketahui, air hujan memiliki sifat asam dan air laut mengandung garam. Hal tersebut memudahkan oksigen untuk mengikat elektron di udara. 

Bagaimana Cara Agar Besi Tidak Berkarat?

Dibalik penyebab terjadinya besi berkarat, tentu saja terdapat cara yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya karat. Anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini sebagai cara perawatan pada produk besi.

1. Pelapisan Pada Besi

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya karat ialah pelapisan yang dapat dilakukan dengan pengecatan. Cat dapat menjadi lapisan besi yang membantu melindungi besi sehingga tidak terjadi kontak langsung dan oksidasi antara besi dengan lingkungan sekitar. 

Baca Juga: Cara Mencegah Korosi Pada Besi

Besi juga dapat dilapisi menggunakan oli pada benda yang tidak membutuhkan nilai estetika untuk membantu pencegahan proses korosi. Selain itu, dapat dilakukan pula pelapisan menggunakan kromium atau krom. 

Pelapisan krom merupakan pelapisan dengan menggunakan bahan seperti besi. Krom memiliki sifat pelapisan seperti zink. Pelapisan menggunakan krom dapat memberikan perlindungan terbaik pada besi karena bahan krom tidak akan rusak meskipun lapisan sudah terlepas.

2. Pembalutan

Untuk mencegah adanya karat pada besi, dapat dilakukan pembalutan dengan menggunakan plastik. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kontak langsung pada besi yang dapat menyebabkan munculnya karat. Selain mudah ditemukan, plastik juga tetap dapat digunakan pada benda besi yang membutuhkan nilai estetika.

Besi juga dapat dilapisi dengan menggunakan timah dan kaleng makanan. Hal ini merupakan langkah yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan proses elektrokimia yang juga membantu mencegah terjadinya karat pada logam atau besi.

3. Penyimpanan Yang Benar

Hal utama yang dapat dilakukan untuk mencegah adanya karat pada besi ialah penyimpanan di tempat yang tepat. Usahakan untuk meletakkan besi pada tempat yang tidak mudah untuk terpapar udara yang panas, air dan sinar matahari.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Karat Pada Besi dengan Efektif dan Mudah

4. Penggunaan Bahan Aktif

Upaya pencegahan karat pada besi juga dapat dilakukan dengan melapisi besi menggunakan bahan yang lebih mudah berkarat seperti magnesium. Hal ini dilakukan agar dalam proses terjadinya, karat akan muncul pada bagian magnesium. Sehingga besi tetap terlindungi dari karat.

Selain itu, dalam pembuatan besi, dapat juga digunakan senyawa berupa inhibitor pada elektrolit yang berfungsi untuk menghambat terjadinya reaksi dan dapat membatasi terjadinya proses korosi. 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab besi berkarat adalah adanya reaksi logam dengan senyawa lain yang berkaitan dengan air dan oksigen. Penggunaan kualitas besi yang baik menjadi salah satu cara pencegahan terjadinya karat, termasuk scaffolding yang tersedia di Indosteger. Kami menyediakan sewa scaffolding dengan kualitas besi terbaik dan kokoh untuk mendukung aktivitas konstruksi. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut sekarang juga!

Recent Articles