indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Mengenal Arti, Fungsi dan Tips Memilih Tie Rod untuk Konstruksi Bangunan

Tie rod adalah salah satu bahan atau komponen konstruksi yang sangat berguna. Kehadirannya bisa sangat membantu dalam proses pembentukan rangka dari sebuah bekisting. Proses bekisting diperlukan agar bisa menghasilkan sebuah struktur beton yang kokoh bagi sebuah bangunan. Jika Anda ingin mendapatkan hal tersebut, maka Anda harus paham segala hal mengenai tie rod ini. Mari kita mengenal arti, fungsi, dan juga cara memilih sebuah tie rod agar tidak rugi dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Simak seluruh informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Tie Rod Pada Bekisting?

Tie rod, tie bar, atau hanger rod merupakan sebuah unit struktural ramping yang digunakan sebagai “pengikat” yang mampu menopang beban tarik dari sebuah struktur. Tie rod juga bisa Anda temukan di berbagai macam bentuk aplikasi lainnya. Anda bisa menemukannya di pesawat, mobil, dan lokomotif kereta.

Kemampuannya dalam menahan tensil di antara struktur akan membantu bangunan untuk menciptakan struktur yang lebih kokoh. Bahkan pada pembuatan bekisting, benda ini akan mampu menjaga struktur dari bekisting ketika dituang campuran beton.

Baca Juga: Arti Tie Rod dalam Pembuatan Bekisting beserta Kegunaannya

Apa Itu Bekisting?

Bekisting adalah sebuah konstruksi yang berbentuk cetakan sementara, namun bisa juga dibuat secara permanen. Bekisting digunakan untuk menahan konstruksi beton ketika proses penuangan beton berlangsung. Hal ini berguna untuk menghasilkan struktur beton yang sesuai dengan keinginan.

Jika sudah kering, maka cetakan ini bisa dibongkar. Jika bentuk hasilnya sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, maka proses sudah selesai. Bekisting sangat berguna sehingga beton bisa menahan bebannya sendiri ketika proses pengerasan terjadi.

Apa Saja Jenis Jenis Bekisting Yang Dapat Anda Gunakan?

Jenis bekisting sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari bekisting tradisional hingga bekisting yang bisa digunakan kembali. Berikut informasinya.

1. Bekisting Tradisional

Bekisting ini dibangun menggunakan bahan dasar dari kayu atau tripleks plywood. Penggunaan kedua bahan di atas akan berpengaruh pada ketahanan bekisting terhadap kelembapan udara di sekitarnya. Selain itu, sistem bekisting ini juga dapat diterapkan pada bentuk konstruksi yang rumit.

2. Bekisting Rekayasa

Bahan baku yang digunakan pada bekisting jenis ini adalah logam berupa baja atau aluminum. Bekisting ini akan ditutup dengan menggunakan penutup khusus yang terbuat dari beton. Kelebihan yang bisa dirasakan ketika menggunakan jenis ini seperti efisiensi dan kecepatan dalam pengerjaan konstruksi, serta daya tahan yang baik.

3. Bekisting Reusable

Bekisting jenis ini berbentuk sistem modular dan saling terikat. Plat-plat yang digunakan sangat membantu proses pembuatan struktur beton yang sederhana.

Tie rod yang menjadi struktur sementara memiliki fungsi utama untuk mengamankan bekisting selama operasi penuangan beton berlangsung. Tie rod akan menjepit bekisting sehingga mencegah kedua sisi menggembung. Saat beton dituangkan dan mengalir di atas dan di sekitar batang tie rod, maka akan muncul lubang ketika beton telah kering dan batangnya dilepas. Anda dapat menambal lubang ini dengan mudah.

Baca Juga: Apa Fungsi Bekisting dalam Sebuah Bangunan?

Bagaimana Cara Membuat Tie Rod Dengan Mudah?

Selain membelinya di toko bangunan, Anda bisa dengan mudah membuat tie rod dengan bahan-bahan yang sederhana. Siapkan as drat berukuran 10 mm, plat besi setebal 3 – 5 mm, atau gunakan besi ulir 10 mm. Anda bisa tempelkan kedua plat besi di antara pinggir struktur. Gunakan as drat untuk menguatkan jepitan dengan penopang.

Apa Saja Tips Memasang Tie Rod Dengan Benar?

Anda tidak bisa meremehkan peran dari tie rod. Fungsinya sangat berpengaruh dalam menjamin sebuah struktur beton dapat terbentuk dengan baik ketika dibuat dengan cara bekisting. Untuk penggunaan tie rod pada sebuah struktur bekisting setinggi 3-4 meter, maka ada baiknya menggunakan 4 buah tie rod sehingga bisa menahan cetakan dengan baik.

Untuk panjang dari tie rod yang digunakan, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa ukuran yang dijual umum di pasaran mulai dari panjang 1 m, 1.5 m, 2 m, dan 3 meter. Namun jika Anda membutuhkan ukuran yang lebih, maka Anda bisa meminta kustomisasi untuk tie rod dengan panjang sesuai kebutuhan.

Bagaimana Cara Memilih Tie Rod Yang Berkualitas?

Selain melihat dari segi ukuran, ada banyak hal lainnya yang akan bisa menjadi perhatian Anda ketika memilih benda ini. Beberapa hal yang bisa menjadi acuan Anda ketika memilih sebuah tie rod adalah sebagai berikut ini.

  1. Pilihlah tie rod yang dibuat dari bahan baku yang memiliki standar internasional. Hal ini bisa menjamin kualitas dan juga kekuatan dari tie rod dalam menahan bekisting pada saat pengecoran berlangsung.
  2. Perhatikan tingkat elastisitas dari tie rod. Hal ini akan sangat berpengaruh karena ketika elastisitasnya rendah, maka sebuah tie rod bisa dengan mudah pecah. Tentu saja ini membahayakan dan juga menghambat proses dari konstruksi.
  3. Gunakan tangan untuk merasakan apakah tie rod terasa kasar atau tajam.
  4. Sebelum membeli tie rod, coba pasangkan wing nut untuk mengetahui kecocokannya. Anda bisa menilai apakah terlalu renggang? Jika jawabannya iya, maka ini juga menjadi hal yang sangat berbahaya ketika digunakan pada saat proses konstruksi.

Tie rod memiliki berbagai macam fungsi yang sangat berguna dalam proses konstruksi sehingga sangat bagus jika Anda bisa memanfaatkan nya dengan maksimal. Jika Anda sedang mencari tie rod yang akan digunakan pada sebuah scaffolding, maka ties scaffolding dari Indosteger ini adalah pilihan yang sangat tepat. Segera cek website kami untuk informasi lebih lanjut!

Semoga informasi mengenai tie rod adalah bagian yang penting dalam bekisting ini bisa membantu Anda.

Recent Articles