Indosteger
Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.
Bekisting merupakan komponen yang penting dalam proyek konstruksi. Jenis bekisting ini juga beragam dan tergantung kebutuhan serta proyek yang dikerjakan. Salah satunya adalah bekisting pelat lantai. Banyak pekerja konstruksi memilih bekisting model ini karena merupakan bekisting paling penting untuk fondasi bangunan.
Membuat bekisting pelat lantai tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa tips agar bekisting ini kuat dan kokoh dalam penggunaannya. Tips tersebut mulai dari memperhatikan ukuran pondasi, kerataan bidang, maupun bahan yang digunakan untuk pembuatan bekisting pelat lantai. Berikut ulasannya yang penting untuk Anda ketahui.
Baca Juga : Inilah Jenis Bekisting Balok pada Pekerjaan Beton
Bekisting plat lantai merupakan sistem cetakan sementara yang digunakan dalam konstruksi untuk membentuk pelat lantai beton sebelum proses pengecoran dilakukan. Fungsi utama bekisting adalah sebagai penahan beton segar, menjaga dimensi, ketebalan, dan elevasi lantai agar sesuai dengan gambar kerja dan perencanaan struktur.
Dalam praktik lapangan, bekisting menjadi elemen krusial karena berhubungan langsung dengan kualitas lantai, kekuatan struktur, serta keselamatan kerja. Kesalahan kecil dalam pembuatan atau pemasangan bekisting plat lantai dapat berdampak besar pada hasil akhir proyek.
Pada sistem struktur beton bertulang, bekisting berfungsi sebagai cetakan awal yang menahan campuran beton hingga mengeras. Tanpa bekisting yang kuat, beton tidak akan membentuk plat dan pelat lantai dengan baik.
Bekisting juga bekerja bersama elemen struktural lain seperti balok dan kolom untuk memastikan beban beton terdistribusi dengan aman selama proses pengecoran berlangsung.
Beberapa fungsi penting bekisting plat lantai dalam konstruksi antara lain:
Menjadi penahan beton saat masih basah
Menjaga ketebalan dan bentuk plat lantai
Membantu menciptakan permukaan lantai yang rata
Menopang beban pekerja dan material selama proses pengecoran
Menentukan kualitas dan presisi struktur lantai
Bekisting yang dirancang dengan baik akan membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan serta mengurangi risiko kegagalan struktur.
Bekisting kayu masih banyak digunakan karena mudah dikerjakan dan relatif ekonomis. Material ini cocok untuk proyek skala kecil hingga menengah.
Multipleks sering digunakan sebagai permukaan cetakan karena hasilnya lebih rata. Kombinasi kayu dan triplek membantu menjaga kualitas permukaan beton lantai.
Untuk proyek besar, bekisting logam lebih sering digunakan karena lebih kuat, presisi, dan tahan lama. Material ini cocok untuk pekerjaan berulang dalam satu proyek konstruksi.
Dalam sistem lantai beton, bekisting plat lantai tidak berdiri sendiri. Bekisting harus terintegrasi dengan bekisting balok dan kolom agar struktur bekerja secara menyatu.
Kesalahan koordinasi antara bekisting plat, balok, dan kolom dapat menyebabkan ketidaksesuaian elevasi serta masalah struktural pada lantai.
Bekisting harus dibuat sesuai ukuran gambar kerja agar pelat lantai tidak mengalami perbedaan tinggi atau ketebalan.
Tiang, balok, dan penyangga harus mampu menahan berat beton dan aktivitas pekerja selama proses pemasangan dan pengecoran.
Bekisting harus stabil dan kokoh karena berfungsi sebagai lantai kerja sementara bagi tukang dan mandor.
Ukuran bekisting harus menyesuaikan pondasi agar beban beton terdistribusi merata. Bekisting yang terlalu kecil atau besar berisiko bocor atau roboh.
Bidang yang rata membantu menjaga posisi bekisting tetap stabil. Tanah yang gembur perlu dipadatkan agar tidak memengaruhi struktur lantai.
Gunakan sambungan yang kuat agar bekisting tidak bergeser saat menahan beton. Sambungan yang baik juga membantu menjaga bentuk plat tetap presisi.
Material bekisting harus disesuaikan dengan skala proyek, durasi pekerjaan, dan anggaran agar tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Pastikan area kerja siap dan ketinggian lantai sudah ditentukan. Gunakan alat ukur untuk memastikan hasil sesuai rencana.
Scaffolding dipasang sebagai penopang utama. Balok dipasang melintang untuk menopang permukaan bekisting plat.
Bekisting disusun di atas balok penyangga hingga menutup seluruh area pelat lantai.
Setelah pembesian dan pengecekan akhir, beton dicor secara bertahap agar merata dan padat.
Pembongkaran dilakukan setelah beton cukup kuat. Waktu bongkar harus diperhatikan agar struktur tidak rusak.
Perawatan dilakukan untuk menjaga kelembapan beton agar tidak retak dan mencapai kekuatan optimal.
Bekisting yang dirancang dan dipasang dengan benar akan menghasilkan:
Plat lantai yang rata dan presisi
Struktur lantai beton yang kuat
Proses konstruksi yang lebih aman
Efisiensi waktu dan biaya proyek
Dengan demikian, bekisting plat lantai bukan hanya pelengkap, tetapi elemen penting dalam memastikan keberhasilan konstruksi lantai beton secara keseluruhan.
Baca juga: Apa Fungsi Bekisting dalam Sebuah Bangunan?
Setidaknya itulah beberapa tips sederhana dalam membuat bekisting lantai plat dan pemasangannya untuk pekerjaan konstruksi. Semoga tips tersebut dapat menambah wawasan Anda dalam memilih dan membuat bekisting plat lantai dalam proyek konstruksi yang sedang Anda kerjakan.
Jika Anda sedang dalam proyek konstruksi dan membutuhkan penggunaan Scaffolding, maka berkonsultasilah dengan kami. PT. Indosteger Jaya Perkasa adalah pabrik sekaligus supplier berkualitas Scaffolding di Indonesia. Kami melayani jual dan sewa scaffolding. Selamat mencoba, semoga artikel di atas dapat bermanafaat