indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kenali Apa itu Kurva S dan Perannya dalam Manajemen Konstruksi

Dalam mengerjakan proyek konstruksi, biasanya penyedia jasa seperti kontraktor membuat kurva S sebagai bentuk pengendalian proyek. Dalam kurva S tersebut akan dibuat perencanaan waktu dan biaya yang diperlukan selama melaksanakan proses pembangunan. Salah satu indikator keberhasilan dalam proyek konstruksi yaitu durasi pekerjaan yang tepat waktu. Oleh sebab itu, peran kurva S ini sangat penting. Lantas apa itu kurva S?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai definisi, manfaat, fungsi, dan cara menyusun kurva S ini, mari simak informasi lengkap di bawah ini.

Apa Itu Kurva S dalam Proyek Konstruksi?

Kurva S merupakan salah satu metode perhitungan yang digunakan untuk membuat grafis matematis yang menggambarkan data kumulatif sebuah proyek. Sebagai contoh, perhitungan proyek konstruksi meliputi biaya atau persentase waktu pengerjaan yang dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca Juga: Cara Membuat Time Schedule Proyek yang Tepat dan Efektif

Dalam manajemen proyek, kurva S ini akan melacak perkembangan atau kemajuan sebuah proyek. Dalam pandangan bisnis, pengerjaan proyek harus berjalan sesuai jadwal dan anggaran yang ditetapkan. 

Sementara itu, dalam penggunaan secara umum, kurva ini digunakan untuk mengatur kemajuan pengerjaan proyek, evaluasi kinerja, dan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat perkiraan arus kas. 

Kurva ini banyak digunakan para kontraktor karena bisa menampilkan data kumulatif secara real time dari berbagai elemen proyek. Apabila ada elemen proyek yang harus dievaluasi, maka dapat teridentifikasi melalui kurva S ini. 

Kurva ini berbentuk S karena pertumbuhan proyek pada tahap awal biasanya agak lambat dan memakan waktu lebih lama. Garis awal biasanya menggambarkan kondisi di mana proyek baru dimulai dan anggota tim sedang meneliti proyek tersebut.

Baca Juga: Tugas Manajer Proyek dalam Proses Pembangunan 

Seiring kemajuan proyek yang dicapai, pertumbuhan pengerjaan proyek akan makin cepat. Hal ini yang kemudian menciptakan kemiringan ke atas yang membentuk bagian tengah huruf S. Bagian ini disebut juga dengan titik lentur, yang mana pada periode ini akan banyak perubahan frekuensi kerja tim hingga anggaran. 

Setelah melewati titik lentur, maka akan muncul titik stabil. Pada titik ini biasanya sebagian besar pekerjaan telah selesai dan mulai memasuki masa tenang. Titik ini yang kemudian memunculkan garis lengkung bawah huruf S.

Apa Manfaat dan Fungsi Kurva S pada Proyek Konstruksi?

Manfaat dan fungsi dari kurva S pada proyek konstruksi salah satunya untuk mengontrol pelaksanaan proyek dengan cara membandingkan deviasi antara kurva rencana dengan kurva realisasi. Perbandingan ini untuk melihat hasil kinerja yang terlaksana, apakah sesuai atau tidak dengan rencana yang telah disusun. 

Tidak itu saja, kurva ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan perubahan kurva realisasi terhadap kurva rencana.Perubahan yang terjadi bisa dalam bentuk persentase pengerjaan yang lebih cepat atau lebih lambat dari waktu yang telah ditentukan. 

Selain itu, kurva S dapat memberikan informasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan tagihan kepada pemilik rumah atau melakukan pembayaran kepada supplier. Biasanya hal ini dilakukan berdasarkan pekerjaan yang telah selesai dilakukan.

Bagaimana Cara Menyusun Kurva S Proyek Konstruksi?

Kurva S bisa dikatakan sebagai dokumen project control. Kurva S ini sebenarnya lahir dari kombinasi antara kurva S, bar chart, dan konsep nilai hasil (earned value concept). Konsep nilai hasil merupakan cara menghitung besaran nilai yang dikeluarkan menurut anggaran yang sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan.

Pada sebagian besar proyek, pengeluaran sumber daya untuk setiap satuan waktu cenderung dimulai agak lambat. Kemudian akan berkembang sesuai dengan proses pengerjaan yang dilakukan. Supaya Anda mendapat gambaran cara kerja kurva S ini, mari simak cara menyusun kurva S proyek konstruksi di bawah ini.

1. Tetapkan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Untuk menetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan, Anda dapat menghitungnya berdasarkan target waktu penyelesaian. Bisa juga dengan mempertimbangkan volume pekerjaan yang didapatkan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.

2. Buat Tabel untuk Menguraikan Pekerjaan

Pada tabel tersebut Anda bisa menguraikan durasi pekerjaan, biaya, bobot, dan waktu. Secara garis besar, tabel yang dibuat berbentuk seperti ini:

  • Pada kolom paling kiri Anda bisa menuliskan item-item pekerjaan.
  • Untuk kolom kedua diisi dengan harga dari setiap item pekerjaan.
  • Kolom ketiga berisi bobot dari setiap pekerjaan.
  • Pada kolom terakhir, Anda bisa menuliskan durasi untuk setiap item pekerjaan.

3. Urutkan Pelaksanaan Kegiatan

Dalam mengurai urutan pelaksanaan pekerjaan, Anda bisa mengacu pada karakteristik pekerjaan dan ketergantungan antara setiap pekerjaan. Sebagai contoh, bila pekerjaan A selesai, maka pekerjaan B baru bisa dimulai. 

4. Menetapkan Durasi Setiap Item Pekerjaan

Untuk menentukan durasi pekerjaan, Anda bisa menetapkannya berdasarkan perkiraan waktu pelaksanaan untuk setiap item pekerjaan. Caranya dengan mempertimbangkan volume pekerjaan, metode kerja dengan sumber daya yang tersedia, kondisi cuaca dan lingkungan, serta berbagai kondisi lainnya.

5. Hitung Bobot Pekerjaan

Untuk memahami lebih lanjut mengenai apa itu kurva S beserta cara kerjanya, hitung bobot setiap item pekerjaan terhadap nilai kontrak. Cara menghitungnya berdasarkan perhitungan perbandingan antara biaya per item pekerjaan dan biaya total pekerjaan. Anda bisa menggunakan rumus berikut ini: Bobot (%) = (Biaya setiap pekerjaan/ Biaya total) x 100%

6. Tentukan Persentase Kemajuan Pekerjaan

Apabila bobot setiap item pekerjaan telah Anda hitung, langkah selanjutnya yaitu menentukan persentase kemajuan pekerjaan harian, mingguan, dan bulanan. Caranya dengan membagi jumlah bobot berdasarkan durasi waktu yang telah ditetapkan. 

Bobot harian dan mingguan tidak selalu terbagi merata, tetapi ketika dijumlahkan nilainya akan sama dengan nilai bobot per item pekerjaan yang telah dihitung sebelumnya. Anda bisa menyimpan persentase ini pada diagram batang. 

7. Akumulasikan Kemajuan Pekerjaan Per Satuan Waktu

Kumulatif kemajuan pekerjaan per satuan waktu ini harus 100%. Anda bisa menghitungnya secara horizontal dan vertikal pada tabel yang telah dibuat. Jadi, ketika Anda menarik garis antara persentase kumulatif dengan nilai persentase, maka akan membentuk huruf S. Kurva inilah yang kemudian disebut dengan kurva S tanpa pertambahan nilai pajak. 

Apakah Anda sudah cukup memahami apa itu kurva S? Pada dasarnya, kurva S ini akan membantu mengontrol proses pengerjaan konstruksi dari proses awal hingga akhir. Mulai dari perencanaan dana hingga pembangunan konstruksi itu sendiri. 

Selama proses konstruksi berlangsung, Anda tentu membutuhkan beberapa peralatan untuk menunjang berbagai item pekerjaan. Misalnya, Anda memerlukan scaffolding supaya para pekerja atau tukang bisa menjangkau media konstruksi pada ketinggian tertentu.

Penggunaan scaffolding ini biasanya bersifat sementara, sehingga Anda tidak perlu membeli alat satu ini. Cukup dengan sewa scaffolding di Indosteger dengan kisaran harga antara Rp500.000 - Rp100.000. 

Penyewaan scaffolding yang Indosteger tawarkan dapat Anda tentukan sendiri. Anda bisa sewa scaffolding untuk kebutuhan satu set dengan jumlah yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Konsultasikan kebutuhan penyewaan scaffolding ini bersama Indosteger. Dapatkan juga harga istimewa dari kami.

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai harga sewa scaffolding, kunjungi situs resmi Indosteger untuk melihat harga per item serta keseluruhan harga yang ditawarkan. Bisa juga dengan menghubungi kami secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. 

 

Sumber: 

https://tomps.id/apa-itu-kurva-s-dalam-dunia-konstruksi/

https://www.pengadaan.web.id/2016/08/cara-membuat-kurva-s-dalam-pekerjaan-konstruksi.html

https://ulp.pu.go.id/berita/81/langkah-menyusun-kurva-s

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya