indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Tugas Manajer Proyek dalam Proses Pembangunan

Manajer proyek atau project manager merupakan salah satu sosok yang sangat penting di dalam pelaksanaan proyek. Posisi ini menawarkan stabilitas dari sisi pengerjaan hingga manajemen proyek. Namun apa tugas manajer proyek dalam proses pembangunan? Mengapa posisi ini terhitung penting untuk diisi oleh orang yang kompeten? Simak penjelasan selengkapnya dari tim Indosteger di bawah ini.

Apa itu Project Manager?

Secara simpel, seorang project manager adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengawasi atau mengevaluasi suatu pelaksanaan proyek. Seorang project manager mengemban sebuah tanggung jawab besar untuk memastikan kesuksesan sebuah proyek dari berbagai aspek. Intinya, seorang project manager adalah ujung tombak dari sebuah pelaksanaan proyek.

Dari sisi teknis, seorang project manager juga sering disebut sebagai manajer konstruksi. Keduanya sama-sama bertujuan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan rencana. Hanya saja, seorang project manager memiliki tujuan yang lebih spesifik, seperti mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari sebuah pelaksanaan proyek.

Seorang project manager dapat berfungsi dalam berbagai bidang atau ranah. Walaupun demikian, kualifikasi dan tugas mereka tetap cenderung sama yaitu memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya manusia, project management, problem solving, dan lainnya untuk dapat menyelesaikan proyek sesuai dengan rencana.

Apa Saja Daftar Tugas Project Manager?

Dari pengertian project manager, sudah terlihat bahwa peran tersebut memiliki segudang tugas dan tanggung jawab.

Secara garis besar, seorang project manager bertugas untuk merencanakan, menjalankan, serta mengevaluasi sebuah proyek. Tapi, apa saja tugas-tugas seorang project manager untuk dapat melaksanakan itu semua?

Jadi, apa saja tugas dari project manager? Tentu saja tugasnya cukup banyak. Dari urusan manajemen proyek hingga berada di lapangan secara langsung.

1. Membuat Rencana Proyek

Tugas pertama seorang project maanger adalah membuat rencana proyek sebelum tahapan eksekusi. Perencanaan ini wajib dibuat secara rinci. Dimulai dari menentukan rencana anggaran biaya, timeline, scope pekerjaan, sumber daya, hingga tujuan akhir yang harus dicapai.

2. Membentuk Unit Tugas

Salah satu tugas terpenting seorang project manager adalah mengolah sumber daya manusia dengan sebaik mungkin.

Seorang project manager tidak mungkin bekerja sendiri. Untuk dapat menyelesaikan proyek dengan baik, Ia butuh bantuan dari banyak orang. Oleh karena itu, seorang project manager harus memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya manusia dengan baik. Seorang manajer proyek tidak hanya harus memahami kebutuhannya, tetapi juga kemampuan orang lain agar dapat bekerja dengan baik.

Selain memilih orang-orang dengan kemampuan terbaik, seorang project manager juga harus terampil dalam manajemen proyek, seperti membuat jadwal atau pembagian tugas agar pengerjaan tidak tumpang tindih saat dimulai.

3. Menjadi Penghubung dan Membuat Jadwal

Sebuah tim proyek biasanya akan berisi banyak orang, tergantung dari seberapa besar proyek tersebut. Dalam hal ini, seorang project manager memiliki tugas untuk memastikan bahwa setiap orang yang berada dalam tim proyeknya tahu apa saja yang harus dikerjakan. Singkatnya, seorang project manager harus menjalankan tugas sebagai seorang komunikator.

Komunikasi menjadi bagian penting dalam suatu proyek. Manajer proyek harus memastikan komunikasi dalam tim berjalan dengan efektif agar tim dapat mencapai tujuan yaitu mensukseskan pelaksanaan proyek. Komunikasi ini mencakup informasi daftar tugas, jadwal, hingga Timeline Schedule Proyek pengerjaan yang memang harus dipahami seluruh tim. Komunikasi yang efektif mampu meningkatkan produktivitas kerja tim. Jika komunikasi tidak dijalankan dengan baik, maka proses pekerjaan dapat berjalan buruk.

4. Melakukan Kalkulasi Anggaran

Anggaran adalah aspek penting namun ternilai sensitif. Itulah mengapa seorang manajer proyek harus dapat menghitung anggaran dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Perhitungan anggaran memang biasa dilakukan pada tahap pra-produksi. Namun ketika konstruksi proyek mulai dibangun, perhitungan tersebut dapat melenceng dari angka awal. Peluang terjadinya dana yang membengkak memang sangatlah tinggi. 

Kalau sudah begini, manajer proyek harus mampu melakukan monitoring penggunaan anggaran agar setiap dana yang dikeluarkan memang penting.

Baca juga: Contoh laporan harian proyek

5. Menyelesaikan Masalah

Munculnya masalah hingga krisis dalam pengerjaan suatu proyek bisa terjadi kapan saja dan bukan menjadi hal yang aneh. Untuk melakukan antisipasi, manajer proyek dapat membuat perencanaan masalah ketika tahap pra-produksi. Ketika ada masalah yang muncul, maka dapat lebih cepat diselesaikan.

6. Monitoring Perkembangan Proyek

Manajer proyek harus melakukan monitoring perkembangan proyek agar seluruh aspek bekerja sesuai rencana awal. Jika memang ada hal-hal yang berubah, maka manajer proyek harus mampu meminta tim agar pekerjaan kembali on the track.

7. Membuat Laporan Untuk Stakeholder

Tugas project manager yang terakhir adalah membuat laporan untuk stakeholder. Laporan ini berisi informasi rinci terkait kemajuan pengerjaan proyek hingga membahas anggaran juga. Ketika laporan tersebut sudah selesai diberikan, berkas-berkasnya juga berfungsi untuk menjadi acuan ketika mengisi pos sebagai manajer proyek dalam proyek-proyek selanjutnya.

Apa saja kompetensi project manager yang baik?

Dari penjelasan tugas dan tanggung jawabnya, seorang project manager tentu membutuhkan banyak kemampuan dan kompetensi. Berikut adalah penjelasan kompetensi dan kemampuan apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi project manager yang baik:

1. Pengetahuan manajemen

Seorang project manager yang baik sudah sewajarnya memiliki kemampuan manajemen yang baik. Namun, kemampuan manajemen apa saja yang dibutuhkan?

Ada beberapa kemampuan manajemen yang wajib dikuasai oleh project manager yang baik antara lain; scope, waktu, biaya, kualitas, sumber daya manusia, resiko, dan stakeholder. Berikut adalah penjelasan masing-masing jenis manajemen.

Manajemen scope adalah manajemen yang berkaitan tentang ruang lingkup pekerjaan. Seorang project manager yang baik harus tahu apa yang harus dikerjakan oleh timnya dan apa yang tidak perlu dikerjakan.

Manajemen waktu adalah kemampuan manajemen berkaitan dengan kemampuan seorang project manager untuk membuat dan mengatur jadwal agar sebuah proyek terlaksana sesuai dengan deadline yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sesuai dengan namanya, manajemen biaya adalah kegiatan manajemen yang terkait dengan proses pembiyaan, mulai dari penganggaran, pengelolaan, hingga pengawasan.

Manajemen kualitas adalah proses manajemen yang bertujuan untuk memastikan bahwa proyek dikerjakan sesuai dengan kualitas yang ditentukan sebelumnya.

Manajemen sumber daya manusia adalah proses yang berkaitan dengan bagaimana seorang project manager mencari, menempatkan, serta mengelola para pekerja dan kemampuan untuk memimpin mereka semua.

Manajemen risiko adalah kemampuan seorang project manager untuk mengidentifikasi serta mengendalikan resiko di tempat kerja.

Baca Juga: K3 Adalah Program Perlindungan Tenaga Kerja, Apa Saja Cakupannya?

Terakhir, manajemen stakeholder adalah kemampuan manajemen yang terkait dengan mengidentifikasi serta menganalisis kemampuan para pemangku kepentingan sebuah proyek.

2. Hard dan soft skill

Seorang project manager tidak hanya wajib memiliki kemampuan manajemen yang baik saja tapi juga hard dan soft skill lainnya.

Dari segi hard skill, seorang project manager yang baik haruslah memiliki kemampuan adminstrasi yang baik. Dengan kemampuan ini, seorang project manager dapat bekerja dengan baik pada sebuah birokrasi proyek.

Dari segi soft skill, seorang project manger yang baik adalah seorang komunikator yang baik. Ia harus dapat menjadi panutan atau pemimpin serta sandaran bagi para anggota timnya. Seorang project manager juga harus memiliki kemampuan presentasi yang baik untuk dapat menyampaikan informasi yang penting dengan baik pada stakeholder serta anggota timnya.

3. Sikap

Terakhir, seorang project manager yang baik harus memiliki sikap yang baik. Dalam hal ini, seorang project manager harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap proyek yang sedang terlaksana.

Ia harus memahami seluk beluk proyek dengan baik serta bersedia mengambil tanggung jawab untuk memastikan kalau proyek akan dilaksanakan dengan baik.

Jadi itulah penjelasan tugas manajer proyek dan semoga dapat bermanfaat bagi Anda. Proses pembangunan sulit untuk berjalan lancar tanpa adanya dukungan scaffolding. Sekarang Anda sudah dapat merasakan sewa scaffolding dari Indosteger yang memiliki layanan khusus ini. Tunggu apalagi? Kunjungi Indosteger untuk memesan produk ini sekarang juga untuk proyek konstruksi bangunan Anda.

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya