indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Memahami Tips serta Cara Menghitung Borongan Konstruksi Baja dengan Tepat

Bagaimana cara menghitung borongan konstruksi baja? Baja saat ini menjadi salah satu material rangka yang banyak digunakan dalam pembangunan baik rumah, gedung, kantor, toko, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan baja memiliki banyak kelebihan seperti tahan akan karat, fleksibel, ramah lingkungan, tahan lama, hingga perawatan yang mudah.

Sebelum melakukan pembangunan, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat perencanaan keuangan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara menghitung borongan konstruksi baja agar dapat membuat rencana keuangan yang akurat. Simak informasi lengkap seputar cara menghitung pembelian material baja di bawah ini.

Bagaimana Cara Menghitung Borongan Konstruksi Baja?

Sebelum mulai menghitung, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami terlebih dahulu. Agar nantinya, seluruh perhitungan akurat dan jumlah pembelian material sesuai dengan yang dibutuhkan. Pertama, identifikasi tugas pekerja terlebih dahulu agar dapat mengetahui bahan dan bentuk konstruksi.

Baca Juga: Mengenal Proses Pembuatan Baja dengan Lebih Dalam

Kedua, pastikan Anda telah melakukan survei lokasi sebelumnya. Ketiga, hitung bangunan secara keseluruhan untuk memastikan jumlah kebutuhan material yang dibutuhkan. Jika ketiga tahapan tersebut telah dilaksanakan, Anda dapat mulai menghitung borongan konstruksi baja dengan cara berikut ini:

1. Cara Menghitung Borongan Konstruksi Baja WF 

Baja WF atau Wide Flange adalah salah satu baja yang banyak digunakan para kontraktor untuk pembangunan besar. Hal ini dikarenakan baja jenis ini memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menahan tarikan maupun tekanan sebuah beban. Untuk menghitungnya, terdapat 3 komponen yang harus diperhatikan.

Pertama adalah biaya pabrikan baja. Di dalam komponen perhitungan tersebut termasuk biaya jasa pekerja bangunan, tukang baja, mandor yang dihitung per hari. Selain itu terdapat material seperti kawat las, pelumas atau solar, oksigen, dan dua biaya yang dihitung dari total keseluruhan yaitu alat kerja sebanyak 5% dan keuntungan sebanyak 3%.

Kedua, Anda harus menghitung biaya pengecatan. Hal yang diperhitungkan meliputi pekerja bangunan, tukang cat, mandor, dan alat kerja berupa kuas atau rol. Ketiga, biaya erection. Hal yang diperhitungkan pada biaya ini meliputi tukang bangunan, tukan erection, mandor, dan dua biaya yang dihitung dari total keseluruhan yaitu alat kerja sebesar 10% dan alat K3 beserta keuntungan sebanyak 3%.

Nantinya, seluruh 3 komponen di atas dapat dihitung total keseluruhannya dan dimasukkan ke dalam rumus perhitungan berikut ini:

WF = Material + Pengecatan + Erection

2. Cara Menghitung Borongan Konstruksi Baja Kuda Kuda Cremona

Cara lain untuk menghitung borongan konstruksi baja adalah dengan sistem biaya kuda kuda cremona. Apabila menggunakan jenis konstruksi kuda kuda cremona, maka Anda harus siap untuk mengeluarkan biaya yang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan rincian biaya WF. Hanya saja, kuda kuda cremona memiliki tingkat kerumitan yang besar dan kebutuhan sambungan yang banyak. 

Sehingga, dalam pembuatannya, tukang harus membuat lebih banyak lubang baut untuk menyambung setiap baja. Maka dari itu, sistem perhitungan ini jarang digunakan kecuali telah terdapat kesepakatan dan perundingan di awal. Cara perhitungannya kurang lebih sama dengan menghitung baja WF, hanya terdapat tambahan material seperti alat kerja dan material. 

3. Cara Menghitung Borongan Konstruksi Rangka Pipa

Di antara ketiga cara perhitungan sebelumnya, biaya konstruksi rangka pipa memiliki upah yang paling tinggi. Hal ini dikarenakan sambungan antar rangka hanya dapat dilakukan dengan las. Selain itu, pada bagian konstruksi yang melengkung, dibutuhkan penggunaan mesin rol pipa. Cara menghitungnya juga tidak jauh berbeda dengan baja WF, namun Anda harus meningkatkan pengeluaran atau biaya yang dibutuhkan pada beberapa hal. 

Contoh Perhitungan Biaya Borongan Konstruksi Baja

Perhitungan biaya borongan konstruksi baja ditentukan oleh besaran bangunan yang akan dibangun. Maka, untuk mempermudah pemahaman mengenai informasi cara perhitungan di atas, berikut merupakan contoh cara menghitung borongan konstruksi baja WF. Adapun contoh perhitungannya sebagai berikut:

1. Kebutuhan Biaya Pabrikan Baja WF

Hal yang dibutuhkan dalam perhitungan biaya pabrikan baja WF antara lain:

  • Upah pekerja bangunan = Rp. 1.250/hari
  • Upah tukang baja = Rp. 600/hari
  • Mandor tukang = Rp. 175/hari
  • Kawat las = Rp. 500/hari
  • Pelumas atau solar = Rp. 125/liter
  • Oksigen = Rp. 575/Ls
  • Alat kerja pabrikan yang dihitung 5% dari total kebutuhan 1 sampai 6 = Rp. 161,25
  • Overhead dan keuntungan yang diperoleh 3% dari total di atas = Rp. 101,59

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

2. Kebutuhan Biaya Pengecatan dan Erection

Selain material, Anda juga harus menghitung biaya cat dasar dan erection baja bangunan. Untuk rincian biayanya, perhatikan perhitungan berikut ini:

  • Upah pekerja = Rp. 375/hari
  • Upah tukang cat = Rp. 300/hari
  • Mandor Tukang = Rp. 125/hari
  • Rol atau kuas cat = Rp. 37,50/ buah
  • Upah pekerja erection = Rp. 500/hari
  • Tukang erection = Rp. 330/hari
  • Mandor tukang = Rp. 175/hari
  • Alat kerja erection 10% dari total upah, tukang, dan mandor tukang erection = Rp. 100,5
  • Alat K3 dan keuntungan yang diterima 3% dari total 4 pengeluaran erection = Rp. 55,28

3. Perhitungan Konstruksi Baja WF

Melalui data di atas, maka dapat dihitung borongan konstruksi baja sebagai berikut:

  • Jumlah biaya pabrikan baja WF apabila dihitung  dari data yang tertera sebelumnya secara keseluruhan, akan menghasilkan total biaya borongan kerja konstruksi baja WF sebesar Rp. 3.487,84 per kilogram baja. 
  • Sedangkan pada perhitungan pengecatan dan erection, diperoleh total biaya pengecatan yang berada pada poin a hingga d sebesar Rp. 887,5 per kilogram baja dan total biaya erection dari poin e hingga i diperoleh sebesar Rp. 1.160, 78 per kilogram baja. 

Apabila seluruh hasil perhitungan disatukan, maka akan diperoleh:

WF = Material + Pengecatan + Erection

= Rp. 887,5 + Rp. 887,5 + Rp. 1.160,78  

= Rp. 5.536,11

Kesimpulannya, biaya yang dibutuhkan untuk konstruksi baja WF adalah Rp. 5.536,11 per kilogram baja. Jumlah perhitungan tersebut kemudian dapat disesuaikan dengan besaran baja yang dibutuhkan. Jika membutuhkan baja sebanyak 100 kg, maka total biaya estimasi yang dibutuhkan adalah Rp. 553.611/100 kg.

Jadi itu dia cara perhitungan borongan konstruksi baja. Untuk menciptakan bangunan yang kokoh dan ideal, pastikan perhitungan dilakukan secara rinci dan tepat. Selain itu, Anda juga membutuhkan baja dengan kualitas terbaik seperti yang disediakan oleh Indosteger. 

Kunjungi website indosteger untuk cek harga hollow baja ringan 4x4 dan berbagai kebutuhan konstruksi lainnya. Semoga informasi cara menghitung borongan konstruksi baja dapat membantu Anda!

Recent Articles