indosteger@gmail.com   +62218294428

News

13 Komponen Scaffolding dan Fungsinya

Ada berbagai bagian dalam komponen scaffolding dengan fungsi yang berbeda-beda. Setiap bagian dari komponen scaffolding saling berfungsi secara berkesinambungan sehingga dapat menjaga kualitas dan daya tahan dari scaffolding selama penggunaan. Apa saja sih komponen-komponen tersebut beserta fungsinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa Saja Komponen Scaffolding Beserta Fungsinya?

Scaffolding memiliki bentuk yang cukup besar dengan ketinggian yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Seluruh komponen dari scaffolding memegang peranan yang sama pentingnya untuk menjaga kualitas ketika digunakan. Berikut adalah penjelasan tentang komponen-komponen scaffolding serta fungsinya:

1. Pelat Dasar

Pelat dasar scaffolding dibuat dari bahan baja dengan patok di tengahnya untuk menahan pipa. Terkadang, pelat dasar dipaku pada bagian pelapis agar dapat mencegah gerakan lateral ketika sedang tidak diikat atau sedang mengerjakan lift.

2. Clamp/Coupler/Fitting

Komponen yang satu ini terbuat dari metal dan digunakan sebagai penyambung atau pengunci antar pipa. Komponen ini berfungsi agar scaffolding bisa menjadi lebih kuat ketika digunakan.

3. Cross Ledger Brace

Cross Ledger Brace digunakan untuk menjaga kekuatan struktur scaffolding. Pemasangan komponen ini dilakukan secara diagonal dengan melintang di antara ledger.

4. Sway Brace

Sway Brace, atau yang biasa dikenal dengan sebutan facade bracing, merupakan pipa yang dipasang di bagian depan scaffolding untuk meminimalisir terjadinya goyangan sekaligus menahannya.

Sway Brace harus dipasang melintang dari dasar sampai ke titik tertinggi dari scaffolding dengan kemiringan sekitar 35 hingga 55 derajat. Kemudian setiap brace harus diikat sepanjang scaffolding.

5. Ledger

Komponen ini berbentuk seperti pipa mendatar yang menjadi penghubung sekaligus penopang transom. Jarak penggunaan antar ledger biasanya ditentukan sesuai dengan jenis scaffolding.

6. Intermediate Transom

Komponen ini dipasang di bagian yang berseberangan dengan ledger, di antara transom utama. Intermediate Transom berfungsi untuk menahan papan scaffold.

7. Main Transom

Komponen ini dipasang secara mendatar pada sudut siku di seberang ledger dan dipasangkan langsung dengan standard. Main Transom berfungsi membuat scaffolding lebih kokoh dengan cara membuat board tertopang dengan baik.

8. Catwalk

Catwalk adalah permukaan yang menjadi titik di mana para pekerja berdiri. Komponen ini terbuat dari lembaran papan kayu atau material lain yang kokoh.

Tanpa adanya catwalk yang kokoh, maka konstruksi scaffolding tidak akan sempurna. Keselamatan pekerja juga bisa terancam. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan catwalk dengan daya kekuatan terbaik.

9. Scaffold

Scaffold dikenal juga dengan nama struktur penopang. Komponen ini berfungsi untuk membantu pekerja menaruh material dan peralatan lainnya.

10. Standard

Standard adalah tiang atau pipa scaffold tegak yang berfungsi untuk membagi seluruh beban ke tanah. Setiap standard harus dipasangi base palet untuk mencegah ujung bawah pipa masuk ke dalam tanah.

11. Papan Pelapis

Komponen ini berfungsi sebagai sarana penyebar beban di atas tanah tempat scaffolding dibangun.

12. Pipa/Coupler Scaffolding

Komponen ini berfungsi untuk menyambungkan satu sama lain agar scaffolding bisa berdiri kokoh.

13. Penghubung Sambungan

Fungsi utama dari komponen ini adalah menjadi penghubung sambungan antar dua pipa yang disambungkan dan saling memanjang.

Komponen-komponen scaffolding yang sudah disebutkan di atas memiliki peranan dan fungsi yang sama pentingnya. Tidak boleh ada komponen yang tertinggal, karena hal tersebut bisa membahayakan penggunanya. Untungnya, sekarang Anda bisa menyewa scaffolding yang sudah terjamin kelengkapan di PT Indosteger Jaya Perkasa.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengerti lebih dalam mengenai komponen scaffolding beserta fungsinya juga.

Recent Articles