indosteger@gmail.com   +62818716828

17 Komponen Scaffolding dan Fungsinya untuk Proyek Konstruksi

Media
29 Des 2025

Indosteger

Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.

Ada berbagai bagian dalam komponen scaffolding dengan fungsi yang berbeda-beda. Setiap bagian dari komponen scaffolding saling berfungsi secara berkesinambungan sehingga dapat menjaga kualitas dan daya tahan dari scaffolding selama penggunaan. Apa saja sih komponen-komponen tersebut beserta fungsinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa Saja Komponen Scaffolding Beserta Fungsinya?

Scaffolding memiliki bentuk yang cukup besar dengan ketinggian yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Seluruh komponen dari scaffolding memegang peranan yang sama pentingnya untuk menjaga kualitas ketika digunakan. Berikut adalah penjelasan tentang komponen-komponen scaffolding serta fungsinya:

1. Pelat Dasar

Pelat dasar scaffolding dibuat dari bahan baja dengan patok di tengahnya untuk menahan pipa. Terkadang, pelat dasar dipaku pada bagian pelapis agar dapat mencegah gerakan lateral ketika sedang tidak diikat atau sedang mengerjakan lift.

2. Clamp/Coupler/Fitting

Bagian clamp pipa scaffolding terbuat dari metal dan digunakan untuk menyambung pipa serta mengeratkan sambungan, atau mengunci antar pipa sehingga scaffolding menjadi lebih kuat ketika digunakan dalam proses pembangunan konstruksi. Untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan bagian ini, sebaiknya Anda juga mengetahui informasi mengenai Cara yang Tepat Saat Memilih Jenis Clamp Scaffolding.

3. Cross Ledger Brace

Cross Ledger Brace digunakan untuk menjaga kekuatan struktur scaffolding. Pemasangan komponen ini dilakukan secara diagonal dengan melintang di antara ledger.

4. Sway Brace

Sway Brace, atau yang biasa dikenal dengan sebutan facade bracing, merupakan pipa yang dipasang di bagian depan scaffolding untuk meminimalisir terjadinya goyangan sekaligus menahannya.

Sway Brace harus dipasang melintang dari dasar sampai ke titik tertinggi dari scaffolding dengan kemiringan sekitar 35 hingga 55 derajat. Kemudian setiap brace harus diikat sepanjang scaffolding.

5. Ledger

Komponen ini berbentuk seperti pipa mendatar yang menjadi penghubung sekaligus penopang transom. Jarak penggunaan antar ledger biasanya ditentukan sesuai dengan jenis scaffolding.

6. Lift

Lift di sini bukanlah yang seperti Anda bayangkan. Lift adalah perhitungan jarak vertikal antara permukaan yang ditopang scaffolding dengan ledger terendah. Selain itu juga merupakan jarak vertikal antar ledger dan ketinggian scaffolding sesuai tempat dibangunnya.

7. Intermediate Transom

Komponen ini dipasang di bagian yang berseberangan dengan ledger, di antara transom utama. Intermediate Transom berfungsi untuk menahan papan scaffold.

8. Main Transom

Komponen ini dipasang secara mendatar pada sudut siku di seberang ledger dan dipasangkan langsung dengan standard. Main Transom berfungsi membuat scaffolding lebih kokoh dengan cara membuat board tertopang dengan baik.

9. Catwalk

Catwalk adalah permukaan yang menjadi titik di mana para pekerja berdiri. Komponen ini terbuat dari lembaran papan kayu atau material lain yang kokoh.

Tanpa adanya catwalk yang kokoh, maka konstruksi scaffolding tidak akan sempurna. Keselamatan pekerja juga bisa terancam. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan catwalk dengan daya kekuatan terbaik.

10. Scaffold

Scaffold dikenal juga dengan nama struktur penopang. Komponen ini berfungsi untuk membantu pekerja menaruh material dan peralatan lainnya.

11. Standard

Standard adalah tiang atau pipa scaffold tegak yang berfungsi untuk membagi seluruh beban ke tanah. Setiap standard harus dipasangi base palet untuk mencegah ujung bawah pipa masuk ke dalam tanah.

12. Papan Pelapis

Komponen ini berfungsi sebagai sarana penyebar beban di atas tanah tempat scaffolding dibangun.

13. Pipa/Coupler Scaffolding

Komponen ini berfungsi untuk menyambungkan satu sama lain agar scaffolding bisa berdiri kokoh.

14. Penghubung Sambungan

Fungsi utama dari komponen ini adalah menjadi penghubung sambungan antar dua pipa yang disambungkan dan saling memanjang.

15. Putlog

Putlog adalah bagian scaffolding yang berada di bawah working platform. Fungsi dari bagian satu ini adalah untuk memperkuat working platform ketika sedang digunakan.

16. Guard rail

Guard rail adalah bagian perancah yang berfungsi untuk menjadi tempat untuk mengaitkan harness. Dengan demikian, pekerja dapat bergerak dengan bebas di ketinggian sambil tetap dalam kondisi aman.

17. Foot tie

Foot tie atau outrigger adalah bagian bawah scaffolding yang memiliki fungsi untuk memperkuat struktur scaffolding secara keseluruhan.

Jenis Scaffolding yang Bisa Anda Pilih untuk Proyek Konstruksi

Scaffolding atau perancah merupakan struktur sementara yang berfungsi untuk mendukung pekerja dan material saat melakukan pekerjaan di ketinggian. Dalam proyek konstruksi, pemilihan jenis scaffolding yang tepat sangat penting agar pekerjaan berjalan aman, stabil, dan efisien sesuai kebutuhan proyek dan kondisi area kerja.

Berikut beberapa jenis scaffolding yang umum digunakan dalam berbagai struktur bangunan.

1. Scaffolding Pipa dan Penjepit

Scaffolding pipa dan penjepit menggunakan pipa scaffolding berbahan baja yang disambungkan dengan coupler atau clamp. Sistem ini memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat disesuaikan dengan berbagai bentuk bangunan, termasuk area kerja yang sulit dijangkau.

Jenis ini banyak digunakan pada proyek konstruksi dengan desain kompleks karena mampu menahan beban, mendistribusikan beban secara merata, serta membentuk struktur scaffolding yang kuat dan stabil.

2. Scaffolding Sistem Modular

Scaffolding sistem modular atau frame scaffold terdiri dari komponen scaffolding prefabrikasi seperti frame, ledger, transom, brace, cross brace, dan platform kerja. Sistem ini dirancang agar pemasangan scaffolding dapat dilakukan dengan cepat dan presisi.

Selain praktis, scaffolding modular memiliki standar keselamatan yang baik dan cocok untuk proyek konstruksi skala kecil hingga besar yang membutuhkan efisiensi waktu tanpa mengurangi aspek keamanan.

3. Scaffolding Gantung

Scaffolding gantung digunakan pada proyek dengan ketinggian ekstrem, seperti gedung bertingkat atau jembatan. Platform digantung dari struktur atas sehingga memudahkan akses ke area yang tidak memungkinkan penggunaan perancah konvensional.

Jenis ini sangat efektif untuk pekerjaan fasad karena memungkinkan mobilitas vertikal yang fleksibel serta tetap menjaga keselamatan pekerja.

Fungsi Utama Scaffolding dan Fungsinya dalam Konstruksi

Sebagai bagian penting dalam dunia konstruksi, fungsi utama scaffolding tidak hanya sebagai penopang, tetapi juga berperan besar dalam keselamatan kerja.

1. Platform Kerja yang Aman

Scaffolding berfungsi sebagai platform kerja yang memberikan akses aman ke area tinggi. Dengan adanya guardrail, toe board, dan board, scaffolding membantu mencegah pekerja jatuh saat bekerja.

2. Menopang Pekerja dan Material

Selain mendukung pekerja, scaffolding juga berfungsi untuk menempatkan alat dan material agar pekerjaan lebih terorganisir. Hal ini membantu mempercepat proses kerja dan meningkatkan produktivitas di lokasi proyek.

3. Distribusi Beban dan Stabilitas Struktur

Struktur scaffolding dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata melalui komponen seperti tiang vertikal, ledger, transom, dan brace. Dengan dukungan base plate atau pelat dasar serta jack base, scaffolding tetap stabil di berbagai kondisi permukaan tanah.

Bagian Scaffolding dan Komponen Scaffolding Penting

Agar scaffolding berfungsi optimal, berikut beberapa bagian scaffolding yang memiliki peran penting:

  • Base plate / pelat dasar: Mencegah tiang tenggelam ke dalam tanah

  • Jack base: Menyesuaikan ketinggian pada permukaan tanah yang tidak rata

  • Tiang vertikal dan pipa horizontal: Membentuk struktur utama

  • Ledger dan transom: Menopang platform kerja

  • Cross brace dan brace: Menjaga kestabilan struktur

  • Platform / papan kerja: Area pijakan pekerja

  • Tangga / ladder: Akses naik dan turun

  • Guardrail dan toe board: Meningkatkan keselamatan kerja

Cara Pemasangan Scaffolding yang Aman dan Tepat

Pemasangan scaffolding harus dilakukan sesuai standar agar struktur aman digunakan.

1. Perencanaan dan Pemeriksaan Awal

Tahap awal meliputi pengecekan permukaan tanah, memastikan area cukup kuat untuk menahan beban scaffolding. Penentuan jenis perancah disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kondisi lapangan.

2. Pemasangan Komponen Secara Bertahap

Komponen seperti base plate, tiang, ledger, dan brace dipasang secara berurutan. Setiap sambungan menggunakan clamp atau coupler yang dipastikan terkunci dengan baik.

3. Pengujian dan Verifikasi Struktur

Setelah dipasang, scaffolding harus diperiksa ulang untuk memastikan seluruh komponen terpasang kuat, stabil, dan memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan.

CTA Banner Article

Pilih Scaffolding Berkualitas Di Indosteger

Komponen-komponen scaffolding yang sudah disebutkan di atas memiliki peranan dan fungsi yang sama pentingnya, seperti Cross Ledger Brace yang digunakan untuk menjaga kekuatan struktur scaffolding, serta papan pelapis yang berfungsi sebagai sarana penyebar beban di atas tanah tempat scaffolding dibangun. Tidak boleh ada komponen yang tertinggal, karena hal tersebut bisa membahayakan penggunanya. Untungnya, Jual Scaffolding & Sewa Scaffolding Termurah Indosteger dapat menjadi solusi kebutuhan Scaffolding Anda!

Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengerti lebih dalam mengenai komponen scaffolding beserta fungsinya juga.

Artikel Terkait

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya
whatsappweb