indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Mengenal 5 Jenis Scaffolding yang Sering Digunakan

Scaffolding adalah bagian penting dalam sebuah konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai penyangga sementara bagi pekerja konstruksi dan tempat meletakkan barang. Di Indonesia, setidaknya ada lima jenis scaffolding yang biasa digunakan untuk mendukung pekerjaan konstruksi. Apa sajakah jenis scaffolding tersebut? Berikut di antaranya yang perlu Anda ketahui.

Frame Scaffolds

Jenis scaffolding yang pertama adalah frame scaffolds yang terdiri dari usunan rangka pipa besi dengan ukuran tertentu. Penggunaan scaffolding ini adalah untuk konstruksi bangunan yang memiliki tinggi lebih dari tiga meter. Tiang-tiang scaffolding ini dapat disusun hingga mencapai tinggi 10 meter lebih. Keunggulan frame scaffolds ini adalah mudah dalam hal pemasangan dan pembongkarannya.

Selain digunakan sebagai penyangga pekerja konstruksi, frame scaffolds dapat pula digunakan untuk meletakkan barang-barang atau material yang akan digunakan. Khususnya jika material tersebut digunakan pada bagian bangunan yang tinggi. Tentu, ini akan memudahkan pekerja konstruksi daripada harus mengambil material dari bawah karena akan memakan waktu lama.

Tube and Coupler Scaffold

Kedua, jenis scaffolding yang kerap kali digunakan para pekerja konstruksi ialah jenis tube and coupler scaffold. Bagiannya terdiri dari batang-batang pipa yang saling terhubung dengan menggunakan klem dan baut khusus. Klem yang digunakan terdiri dari dua jenis yakni klem mati untuk menghubungkan dua pipa dengan sudut 90 derajat. Sementara untuk klem hidup digunakan untuk menghubungkan dua ruas pipa scaffolding yang memiliki sudut yang bervariasi.

Begitu juga dengan coupler yang digunakan terdiri dari dua jenis tergantung metode pembuatannya. Ada yang dibuat dengan menggunakan metode press, dan ada pula yang menggunakan metode pengecoran. Anda akan mendapatkan keuntungan jika menggunakan scaffolding ini untuk konstruksi yang tinggi dan besar sebab bisa diatur sesuai kebutuhan.

Mobile Scaffold

Mobile scaffold ialah jenis scaffolding ketiga yang banyak dikenal masyarakat dengan scaffolding besi beroda. Hal ini dikarenakan adanya roda di masing-masing sudut sisinya. Sementara untuk bahannya sendiri terbuat dari pipa galvanis yang cenderung lebih unggul. Adanya roda pada bagian bawah memungkinkan scaffolding digunakan baik untuk perbaikan konstruksi outdoor maupun indoor.

Ukuran untuk scaffolding ini memang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan scaffolding lainnya. Fungsinya pun sangat cocok untuk area yang tidak terlalu tinggi. Semisalnya saja untuk pengecatan ruangan dan pemasangan instalasi lainnya. Selain itu, ukurannya yang tidak terlalu besar membuatnya irit tempat saat digunakan.

Scaffolding Kayu

Jenis scaffolding tidak hanya terbuat dari besi saja. Bangunan tertentu terkadang menggunakan scaffolding yang berbahan dasar kayu atau bambu. Pada umumnya, penggunaan jenis scaffolding kayu banyak kita jumpai di negara-negara berkembang. Termasuk di negara kita atau bahkan sering dijumpai di lingkungan sekitar.

Penggunaannya biasa diaplikasikan untuk konstruksi bangunan yang tidak terlalu besar. Scaffolding kayu memang cukup murah dari segi harga. Namun, tidak efisien karena hanya bisa digunakan sekali pakai. Beda halnya dengan scaffolding besi yang dapat digunakan hingga berkali-kali sehingga lebih irit dan efisien dalam pengerjaan.

Scaffolding Tanpa Roda dan Scaffolding Menggantung

Jika sebelumnya ada jenis scaffolding beroda, maka untuk jenis yang terakhir ini ada scaffolding yang tanpa roda. Beberapa komponen yang terdapat di scaffolding ini antara lain adalah kaki pipa, kusen, penguat vertikal dan tiang sandaran. Ada pula bagian lainnya adalah sambungan pasak, papan panggung, papan pengaman, penopang hingga anak tangga.

Kemudian ada pula scaffolding menggantung. Penggunaannya terbatas untuk pemasangan plat beton maupun langit-langit bangunan. Atau dengan kata lain untuk pengerjaan bagian atas saja. Cara kerjanya adalah scaffolding digantung menggunakan tali sling atau rantai yang kuat pada tumpuan yang telah ditentukan.

Setidaknya itulah lima jenis scaffolding yang kerap digunakan di Indonesia untuk konstruksi bangunan.

You May Also Like