indosteger@gmail.com   +62218294428

News

4 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang dengan Tepat

Metode pelaksanaan pondasi tiang pancang dalam konstruksi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Apakah Anda tahu mengapa demikian? Alasannya karena tiang pancang menjadi dasar paling pertama yang harus kokoh tertanam di dalam tanah. 

Jika tiang pancang tersebut sudah goyah maka pembangunan yang dilakukan akan sangat berbahaya. Jangankan untuk bisa digunakan dan dimanfaatkan setelah bangunan selesai, selama proses pembangunannya saja sudah berbahaya. 

Jika Anda sedang ingin melakukan pembangunan maka coba pelajari baik-baik metode pelaksanaan pondasi tiang pancang yang akan dijalankan. Pastikan Anda memahami seluk beluknya dengan baik supaya tidak ada yang terlewat. 

Itu sebabnya pada kesempatan kali ini Anda akan diajak memahami informasi seputar pondasi tiang pancang itu sendiri kemudian beralih ke metode pelaksanaannya. Mari simak selengkapnya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud dengan Pondasi Tiang Pancang?

Tiang pancang adalah salah satu bagian penting dalam bangunan yang berfungsi untuk menanggung beban dari atas. Jika Anda belum terbayang tiang pancang itu seperti apa, coba bayangkan bentuk pilar panjang yang biasanya menopang gedung-gedung. 

Sama seperti pilar yang menopang bagian atas bangunan, tiang pancang juga memiliki tugas yang sama. Hanya saja tiang pancang memiliki beban tanggungan yang lebih besar. Tiang pancang perlu menanggung beban seluruh bangunan yang akan dibangun dari tanah ke atas.

Baca Juga: Beragam Jenis Pondasi Bangunan yang Umum Diterapkan

Supaya bangunan dapat berdiri kokoh maka tiang pancang harus ditancapkan ke tanah hingga kedalaman tertentu. Jadi terlepas dari angin kencang, hujan badai atau gempa bumi yang melanda, bangunan tersebut tetap bisa berdiri kokoh seperti yang diinginkan. 

Perlu diketahui bahwa penggunaan tiang pancang dalam konstruksi terbagi menjadi tiga berdasarkan bahan material pembuatnya yaitu kayu, beton, dan baja. 

1. Tiang Pancang Kayu 

Tiang pancang yang terbuat dari kayu cukup umum digunakan khususnya di beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan dan Sumatra. Kedua daerah tersebut menggunakan tiang pancang kayu untuk membangun rumah panggung alias tradisional sesuai budaya leluhur. 

Mungkin Anda bertanya-tanya “Bukankah penggunaan kayu cukup lemah karena mudah lapuk apabila terkena air atau dimakan rayap?” Pertanyaan Anda tidak salah. Meski benar bahwa kayu lemah terhadap air dan rayap, penggunaannya ketika ditancap di tanah cukup kokoh. 

Kayu termasuk bahan keras dan tahan terhadap pelapukan tanah. Jadi tidak heran lagi mengapa tiang pancang kayu tetap digunakan sebagai pondasi. 

2. Tiang Pancang Beton

Tiang pancang dari beton menjadi yang paling banyak dipilih untuk pembangunan gedung-gedung besar. Alasannya karena beton sangat kuat dan kokoh. Jika kayu sudah cukup kuat maka beton memiliki kekuatan yang lebih besar lagi daripada itu. Biasanya tiang pancang beton ditancapkan ke tanah dengan bantuan mesin supaya pemasangannya tepat. 

3. Tiang Pancang Baja

Dari namanya sudah jelas bahwa tiang pancang satu ini terbuat dari baja. Penggunaan bahan material baja dalam konstruksi juga merupakan hal yang sangat umum. Bentuknya kebanyakan seperti pipa yang berlubang tetapi ada juga yang berbentuk persegi panjang. Tugasnya tetap sama seperti dua jenis lainnya yaitu untuk menahan beban dari atas. 

Bagaimana Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang yang Benar?

Metode pelaksanaan pondasi tiang pancang dilakukan dalam beberapa tahapan yang terbagi menjadi 4 yaitu pekerjaan persiapan, pengangkatan, pemancangan, dan pengecekan kualitas Berikut masing-masing penjelasannya. 

1. Pekerjaan Persiapan

Dalam tahap ini ada begitu banyak yang perlu disiapkan agar proses pemasangan tiang pancang ke dalam tanah berjalan lancar. Beberapa di antaranya seperti: 

  • Memberikan informasi tanggal produksi dan ketinggian di setiap tiang pancang. 
  • Merencanakan kedalaman tanah untuk setiap titik pemasangan tiang pancang. Pasalnya setiap tanah memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga pemasangannya perlu disesuaikan dengan data tanah yang ada. 
  • Merencanakan urutan pemancangan supaya penggunaan alat menjadi efisien. 
  • Memastikan titik pancang menggunakan theodolit dan patok. 
  • Memindahkan tiang pancang ke tempatnya yang telah ditentukan secara hati-hati agar tidak retak dan rusak. 
  • Melakukan proses penyambungan tiang pancang apabila diperlukan. 

2. Pengangkatan

Proses pengangkatan terbagi menjadi dua yakni tiang pancang dengan dua tumpuan dan satu tumpuan. Pengangkatan dua tumpuan ialah memindahkan tiang pancang dari mobil ke tanah dengan mengaitkan kedua ujungnya ke rantai mobile crane. 

Di sisi lain pengangkatan dengan satu tumpuan ditujukan untuk melakukan proses pemancangan di tanah. Jadi salah satu ujung tiang pancang diangkat untuk kemudian dipasang ke mesin pemancangan. 

3. Pemancangan 

Pemancangan dilakukan dengan mengangkat salah satu ujung tiang pancang untuk kemudian di pasang ke drop hammer. Jika sudah terpasang maka tiang pancang akan didirikan di titik-titik yang telah ditentukan. 

Selanjutnya tim yang berada di lapangan akan memastikan apakah tiang pancang sudah lurus seperti yang diharapkan. Mereka akan mengukurnya dengan alat waterpass. Sebelum akhirnya pemancangan dimulai, tim lapangan juga akan melekatkan bagian bawah tiang ke center gate di dasar driving lead dengan klem. 

Tujuannya agar tiang pancang tidak berubah posisi selama proses pemancangan. Jika semua sudah siap maka proses pemancangan akan dimulai. 

4. Pengecekan Kualitas

Proses pemancangan belum berakhir hanya karena tiang pancang sudah tertancap di tanah. Untuk memastikan ketahanannya, tim lapangan perlu melakukan pengecekan kualitas atau quality control. Pengecekan mencakup beberapa hal utama yakni: 

  • Memastikan kondisi fisik tiang tidak retak atau patah. 
  • Memeriksa lurus atau tidaknya tiang secara periodik selama proses pemancangan. Jika ada kemiringan yang tidak sesuai standar maka tiang pancang akan dicabut dan dipasang ulang. Kemiringan yang diperbolehkan maksimal 75 mm. 
  • Sebelum proses pemancangan berlangsung, tiang pancang sudah terlebih dahulu diberikan tanda per ? meter untuk mendeteksi penetrasi. 

Jika semuanya sudah selesai maka proses pemancangan bisa dihentikan. 

Demikian metode pelaksanaan pondasi tiang pancang yang dilakukan untuk membangun suatu bangunan. Semua tahapan yang dijelaskan di atas perlu dilakukan supaya kekuatan dari tiang pancang sebagai dasar suatu bangunan menjadi maksimal. Jika Anda membutuhkan berbagai alat konstruksi lain untuk pembangunan maka langsung saja cari di Indosteger. 

Indosteger menjadi salah satu tempat yang menyediakan berbagai alat dan bahan kebutuhan konstruksi yang lengkap serta tepercaya. Mulai dari scaffolding sampai besi hollow berbagai ukuran, semuanya ada di Indosteger. 

Anda juga bisa melihat spesifikasi sekaligus harga besi hollow galvanis 4x8. Apabila Anda kebingungan memilih alat dan bahan yang tepat, langsung saja hubungi tim Indosteger untuk berkonsultasi. Segera pesan alat serta bahan kebutuhan Anda di Indosteger sekarang juga!

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya