indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Informasi Rumus Ukuran Sling Dan Kekuatannya

Apakah Anda sudah mengetahui tentang rumus ukuran sling dan kekuatannya? Jika belum, mari simak informasi selengkapnya pada artikel ini. 

Penggunaan sling sebagai alat bantu angkut banyak sekali ditemukan dalam berbagai industri, tak terkecuali industri konstruksi. Sling seringkali digunakan untuk mengangkat atau memindahkan beban yang sangat berat. 

Pemilihan sling yang kurang tepat dapat membahayakan orang-orang yang berada di sekitarnya. Ukuran dan kekuatan sling harus diperhitungkan dengan benar sebelum digunakan agar keselamatan kerja tetap terjaga dan kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan lancar.

Anda masih bingung dengan apa itu sling? Bagaimana cara menghitung kekuatannya? Apa saja jenisnya? Tenang, Anda tidak perlu khawatir karena semuanya akan dibahas dengan detail di bawah ini. 

Apa itu Sling?

Sling merupakan alat bantu angkat berupa tali baja yang sangat kuat. Selain sebagai alat bantu angkat, sling juga dapat dimanfaatkan sebagai pengait beban terhadap alat pengangkat seperti crane. 

Sling memiliki bentuk yang bervariasi tergantung dari jenisnya. Secara umum, sling ini biasanya memiliki lubang pada satu atau kedua ujungnya. Lubang itu memang sengaja didesain agar memudahkan penggunaannya. 

Sling banyak digunakan di berbagai industri seperti logistik, perkapalan, pertambangan, dan juga konstruksi. Penggunaan sling akan membuat pengerjaan suatu proyek menjadi lebih efektif dan efisien.

Bagaimana Cara Menghitung Ukuran Sling dan Kekuatannya?

Cara menghitung kekuatan sling dapat dilihat dari tiga faktor. Faktor-faktor ini harus diperhatikan agar penggunaan sling benar-benar aman.

1. Faktor Kekuatan Sling

Untuk menghitung kekuatan sling, Anda bisa menggunakan rumus SWL (Safety Working Load) sebagai berikut:

SWL = d X d X 8

Keterangan:

d = Diameter 

Agar lebih paham, perhatikan contoh di bawah ini:

Jika Anda memiliki sling yang diameternya berukuran ? inch, cara menghitungnya seperti ini:

SWL = ? x ? x 8

SWL = 3,125 ton

Jadi, kekuatan slingnya sanggup menahan beban sebesar 3,125 ton.

2. Faktor Sudut Pengangkatan (Angle Factor)

Sudut pengangkatan saat menggunakan sling juga harus diperhatikan, karena dapat berpengaruh terhadap jumlah beban yang bisa diangkat. Makin sempit sudut angkatnya, makin kecil pula daya tahan sling untuk mengangkat beban.

Angle factor ini memiliki nilai yang sudah ditetapkan, yaitu:

  • Choke (metode cekik/ikat), nilai angle factor 0,8 (M);
  • Tegak lurus, nilai angle factor 1 (M = 1);
  • Parallel, nilai angle factor 2 (M = 2);
  • 45o, nilai angle factor 1,8 (M = 1,8);
  • 90o, nilai angle factor 1,4 (M = 1,4);
  • 120o, nilai angle factor 1 (M = 1)

Rumus untuk menghitung kekuatan sling berdasarkan sudut angkatnya adalah sebagai berikut: 

Daya angkat maksimum = SWL x angle factor (M)

Sebagai contoh, Anda memiliki sling dengan kapasitas angkat (SWL) sebesar 4 ton dan akan digunakan untuk mengangkat pada sudut angkat 90.

Perhitungannya seperti ini:

Daya angkat maksimum = 4 x 1,4 = 5,6 ton

Jadi, daya angkat maksimum sling dengan SWL 4 ton untuk mengangkat beban pada sudut 90o bisa mencapai 5,6 ton.

3. Faktor Keamanan (Safety Factor)

Faktor yang terakhir adalah keamanan. Faktor ini perlu Anda perhitungkan ketika hendak mengetahui kekuatan sling. Ada tiga fungsi faktor keamanan yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pertama, pencegahan terhadap breaking strength (kekuatan putus tali). 
  • Kedua, mencegah penggunaan tali yang kurang tepat.
  • Ketiga, untuk mengukur perkiraan berat barang.

Apa Saja Jenis-jenis Sling?

Jenis sling dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan karakteristiknya. Ada empat jenis sling berdasarkan bentuk dan karakteristiknya, yaitu:

1. Wire Rope Sling

Sling jenis ini terbuat dari besi baja yang dibentuk dengan cara dipilin membentuk strand. Selanjutnya, strand ini dipilin kembali mengelilingi core atau bagian inti sehingga terbentuk wire rope sling. Pada bagian ujungnya, wire rope sling ini akan ditekuk membentuk sebuah lubang sebagai tempat pengait.

Baca Juga: Apa Itu Scaffolding dan Kegunaannya dalam Pekerjaan Proyek

Sling jenis ini, selain dijual dalam bentuk yang sudah jadi, bisa juga dipesan sesuai keinginan dan kebutuhan. Wire rope sling biasanya digunakan untuk mengangkat, menarik, mengikat barang, dan juga menambat kapal.

2. Chain Sling

Seperti namanya, chain sling berbentuk rantai yang dibuat dari beberapa lingkaran besi yang digabungkan. Chain sling umumnya digunakan untuk menarik dan mengangkat benda, menggerakan mesin, dan mengamankan sesuatu.

Jenis sling ini memiliki pengait berupa hook atau masterlink di bagian ujungnya. Inilah yang membedakan antara chain sling dengan rantai biasa.

3. Webbing Sling

Jenis sling selanjutnya adalah webbing sling. Webbing sling juga biasa disebut sebagai sling belt. Jenis sling ini juga sering digunakan sebagai alternatif atau pengganti wire rope sling atau chain sling untuk mengangkat dan menarik barang.

Webbing sling memiliki beberapa keunggulan, yaitu lebih ringan, fleksibel, anti karat dan mudah untuk diinspeksi.

4. Round Sling

Round sling adalah jenis sling dengan bentuk melingkar yang dibungkus dengan menggunakan pembungkus sintetis. Round sling merupakan jenis sling yang paling ringan di antara semua sling di atas.

Walaupun ringan, round sling tetap bisa diandalkan untuk mengangkat barang yang berat. Bentuknya yang melingkar membuat round sling lebih aman dan sempurna saat mengangkat beban.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sling, semoga dapat menambah wawasan Anda.

Bagi Anda yang saat ini sedang membutuhkan tangga scaffolding, lebih baik menyewa saja daripada harus membelinya. Anda bisa sewa scaffolding  di Indosteger. Indosteger adalah perusahaan scaffolding yang sudah berdiri belasan tahun. Segera hubungi kami di sini dan dapatkan scaffolding impian Anda!

Jangan lupa bagikan artikel terkait “rumus ukuran sling dan kekuatannya” ini jika dirasa bermanfaat!

Recent Articles