indosteger@gmail.com   +62218294428

News

5 Jenis Saluran Air Hujan, Kelemahan dan Kelebihannya

Curah hujan yang tinggi kerap kali menjadi salah satu penyebab rumah hunian maupun suatu bangunan mengalami kerusakan yang parah. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk membuat saluran air hujan yang memiliki fungsi untuk mengumpulkan air hujan dan mengalirkannya dari atap bangunan ke tanah atau sistem pembuangan air. 

Saluran air hujan dinilai menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam bangunan, karena dapat menjaga integritas bangunan, mencegah terjadinya kebanjiran, serta untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

Pada artikel Indosteger kali ini, kami akan membantu Anda dalam mengetahui jenis-jenis saluran air hujan yang cocok untuk atap rumah hunian hingga kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini sampai tuntas ya!

Apa Saja Jenis Saluran Air Hujan Untuk Atap Rumah?

Pada dasarnya, saluran air hujan untuk atap rumah terdiri dari berbagai macam jenis dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saluran ini sendiri biasanya akan berada di luar rumah, tepatnya di sekitar atap rumah yang dipasang secara horizontal maupun vertikal. 

Untuk membuat saluran air hujan, tentu Anda harus memerhatikan bahan-bahan yang akan digunakan. Dalam hal ini, Anda harus memastikan untuk hanya menggunakan bahan-bahan yang berkualitas agar bisa digunakan sesuai dengan fungsinya dalam jangka waktu yang panjang.

Berikut ini adalah beberapa jenis saluran air hujan untuk atap rumah hunian yang dapat Anda ketahui.

1. Saluran Air Hujan dari Beton

Jenis saluran air hujan dari beton menjadi salah satu jenis saluran yang banyak digunakan pada perumahan dan bangunan-bangunan yang besar. Saluran air yang terbuat dari beton sendiri terkenal karena kekuatan dan keawetan yang dimilikinya.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Beton serta Jenis dan Fungsinya pada Konstruksi

Jika Anda ingin menggunakan saluran air yang terbuat dari beton, maka Anda harus menyerahkannya kepada seseorang yang ahli pada bidangnya agar dapat disesuaikan dengan desain rumah serta bentuk atap yang dimiliki oleh rumah Anda.

Hal ini didasari agar saluran air hujan dapat berfungsi secara maksimal dalam jangka waktu yang panjang.

2. Saluran Air Hujan dari PVC

Jenis saluran hujan yang terbuat dari PVC menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan oleh para penghuni rumah, terutama di negara Indonesia. Hal ini dikarenakan harga yang dimiliki oleh bahan material PVC terbilang cukup terjangkau dan tidak mudah untuk mengalami karat.

Baca Juga: 4 Cara Mengetahui Ukuran Pipa PVC dengan Tepat

Selain itu, bahan material PVC juga tidak menimbulkan suara yang berisik ketika hujan datang. Namun, PVC tidak memiliki ketahanan yang cukup lama jika dibandingkan dengan jenis saluran air lain, seperti saluran air yang terbuat dari beton.

3. Saluran Air Hujan dari Karpet

Talang air yang terbuat dari karpet juga menjadi salah satu pilihan para penghuni rumah dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, pemilihan karpet sebagai saluran air juga karena berat yang dimiliki lebih ringan jika dibandingkan dengan bahan material lainnya.

Namun, penggunaan jenis saluran air satu ini dapat menimbulkan beberapa kerusakan saluran air pada jangka waktu yang panjang. Jika Anda memilih untuk menggunakan jenis satu ini, maka Anda harus selalu melakukan pemeriksaan berkala dan segera mengganti karpet jika terdapat beberapa bagian yang mulai rusak.

4. Saluran Air Hujan dari Logam

Salah satu bahan material yang sering digunakan dalam membuat saluran air hujan adalah bahan material galvalum. Penggunaan galvalum sebagai talang air memiliki berbagai macam keunggulan, di antaranya dapat digunakan pada jangka waktu yang panjang, awet, anti korosi, anti rayap, anti keropos, dan tidak gampang rusak. 

Namun, penggunaan galvalum sebagai saluran air dapat menimbulkan suara yang bising ketika hujan turun dan dapat meningkatkan suhu temperatur pada bagian atau dan sekitarnya.

5. Saluran Air Hujan dari Seng

Jika dilihat melalui desain perumahan di Indonesia, bahan material seng menjadi salah satu pilihan yang sering digunakan pada pembuatan saluran air untuk atap rumah. Hal ini didasari karena berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh bahan material satu ini, seperti harga yang murah, mudah untuk dipasang, dan memiliki bahan material yang mudah untuk dibentuk mengikuti desain rumah.

Namun, saluran air hujan jenis satu ini lebih mudah untuk mengalami karatan dan akan menimbulkan suara yang bising ketika hujan turun.

Itulah informasi mengenai jenis-jenis saluran air hujan yang dapat Anda ketahui. Melalui penjelasan di atas, Anda dapat mengetahui apa saja jenis talang air hujan yang biasanya digunakan pada perumahan di Indonesia. 

Jika dilihat melalui penjelasan di atas, salah satu bahan material yang dapat menguntungkan penghuni rumah dalam pembuatan saluran air hujan adalah bahan material yang terbuat dari logam atau galvalum. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai macam kelebihan yang ditawarkan oleh bahan material satu ini, seperti tahan lama, anti karat, anti rayap, anti korosi, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan seluruh keunggulan tersebut, tentu Anda harus membeli bahan material galvalum dengan kualitas yang tinggi. Kini, Anda bisa mendapatkan berbagai bahan material yang berkualitas tinggi pada website Indosteger.

Jika Anda berkunjung ke website Indosteger, Anda dapat melihat seluruh spesifikasi dari bahan material yang Anda butuhkan hingga mengetahui harga besi unp galvanis

Ingin mendapatkan bahan material berkualitas dengan harga yang terjangkau? Segera kunjungi website Indosteger dan hubungi tim kami sekarang juga!

 

Sumber:

https://blkp.co.id/blogs/detail/5-jenis-saluran-air-hujan

https://artikel.rumah123.com/wajib-tahu-ini-5-jenis-saluran-air-hujan-biar-rumah-nggak-becek-110174

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya