Indosteger
Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.
Berdasarkan data dari Occupational Safety and Health Administrastion (OSHA), setidaknya ada 359 pekerja konstruksi di Amerika Serikat yang tewas akibat terjatuh dari ketinggian. 16% kejadian di antaranya berhubungan dengan scaffolding. Inilah sebabnya pemasangan scaffolding harus dilakukan dengan tepat. Berbicara mengenai standar scaffolding Indonesia, telah ditetapkan dalam PERMENAKERTRANS No. PER. 01/MEN/1980. Berikut penjelasan selengkapnya untuk Anda!
Dalam industri konstruksi, penggunaan scaffolding tidak hanya harus memperhatikan kemudahan pemasangan, tetapi juga wajib mengacu pada standard scaffolding Indonesia yang berlaku. Penerapan standar menjadi faktor utama untuk menjamin keselamatan pekerja, menjaga kestabilan struktur, serta mendukung efisiensi pekerjaan di berbagai proyek konstruksi.
Selain memenuhi ketentuan nasional, banyak perusahaan juga menerapkan standar internasional sebagai acuan agar kualitas sistem perancah semakin optimal.
Di Indonesia, penggunaan scaffolding umumnya mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia), regulasi K3, serta spesifikasi teknis yang berlaku pada masing-masing proyek.
Pada beberapa kebutuhan proyek berskala besar, kontraktor juga menerapkan British Standard (BS) atau standar internasional lainnya sebagai pelengkap untuk memastikan setiap komponen memenuhi persyaratan keamanan dan kekuatan yang dibutuhkan.
Standar tersebut mengatur berbagai aspek, mulai dari kualitas material, penggunaan baja dan pipa, kapasitas beban, hingga metode pemasangan dan pembongkaran. Dengan mengikuti standar yang sesuai, sistem perancah dapat digunakan secara lebih aman, stabil, dan mampu mengurangi risiko kecelakaan kerja di lapangan.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Keselamatan Kerja? Ini Pemahaman Lengkapnya!
Selain mengikuti standar, ukuran scaffolding juga harus disesuaikan dengan karakteristik proyek konstruksi. Tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua pekerjaan karena setiap bangunan memiliki desain, dimensi, tinggi, dan tingkat kesulitan yang berbeda.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan ukuran scaffolding antara lain:
Tinggi dan lebar area kerja.
Jenis pekerjaan yang dilakukan.
Kapasitas beban yang akan ditopang.
Jumlah pekerja yang mengakses platform.
Kondisi lapangan dan akses menuju lokasi proyek.
Dengan menentukan ukuran yang sesuai kebutuhan, scaffolding dapat memberikan ruang kerja yang lebih nyaman sekaligus menjaga kestabilan selama proses konstruksi berlangsung.
Baca juga: Macam-Macam Ukuran Scaffolding dan Fungsinya
Menggunakan scaffolding yang sesuai standar bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran pekerjaan.
Sistem yang memenuhi spesifikasi teknis mampu memberikan dukungan yang optimal terhadap aktivitas pekerja, menjaga kestabilan struktur sementara, serta membantu meningkatkan efisiensi selama proses pembangunan.
Selain itu, penggunaan jenis scaffolding yang tepat, baik mobile scaffolding, frame scaffolding, maupun sistem lainnya, perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pemilihan yang tepat membuat proses pemasangan menjadi lebih mudah, akses ke area kerja lebih aman, serta membantu meminimalkan potensi kesalahan yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Oleh karena itu, setiap proyek sebaiknya menggunakan scaffolding berkualitas yang telah memenuhi standar agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan dengan aman, efisien, dan menghasilkan bangunan yang sesuai spesifikasi.
Baca juga: Inspeksi Scaffolding: Panduan Lengkap Keselamatan Kerja di Proyek Konstruksi
Standar spesifikasi scaffolding Indonesia juga memiliki beberapa syarat dan spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi. Tidak terkecuali bagian lantai papan yang harus tersusun rapat dan kuat lengkap dengan pagar pengaman, jika tinggi scaffolding lebih dari 2 meter.
Bagi pemasangan scaffolding di ketinggian lebih dari 5 meter, maka wajib menambahkan safety net atau jaring pengaman. Pada ketinggian ini protective shield juga wajib digunakan untuk melindungi pekerja dari risiko kejatuhan material.
Scaffolding harus diletakkan pada kondisi tanah yang rata dan mampu mendukung beban hingga empat kali lipat. Permukaannya harus dibuat sekuat mungkin, sehingga dapat menahan beban dari material yang akan diletakkan di atasnya.
Lebar scaffolding juga harus cukup menampung pekerja bangunan di samping peletakan material-material yang dibawa. Perlu diingat, jarak aman scaffolding yang dekat dari aliran listrik adalah 6 meter diukur secara vertikal dan 4.5 meter diukur secara horizontal.
Untuk memastikan keamanan saat menggunakan scaffolding atau perancah, pekerja harus memenuhi beberapa syarat sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berikut adalah syarat-syaratnya:
1. Sebelum menggunakan atau memasang scaffolding, pekerja harus telah menjalani pelatihan mengenai penggunaannya yang benar dan penguasaan teknik pengendalian bahaya.
2. Scaffolder dan pengawas harus memeriksa keamanan scaffolding sebelum digunakan.
3. Diperlukan alat bantu yang memadai untuk memindahkan material dari bawah ke atas.
4. Gunakan tangga yang terpasang kuat bagi pekerja yang naik turun scaffolding.
5. Pekerja harus menggunakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu keselamatan, dan full body harness.
6. Perhatikan rekan kerja yang sedang bekerja di atas atau bawah scaffolding, dan laporkan jika ada ketidaknormalan pada scaffolding.
7. Periksa semua komponen alat pelindung jatuh seperti lifeline, lanyard, dan harness secara berkala.
8. Hindari membawa barang berlebihan saat menaiki scaffolding.
9. Jangan melewati pengait silang saat naik atau turun scaffolding.
10. Hindari bekerja di atas scaffolding saat cuaca buruk.
11. Jangan menyimpan peralatan di pagar pengaman.
12. Hanya pekerja terlatih yang boleh bekerja di daerah dekat aliran listrik.
Sebelum digunakan, pastikan jika Anda terlebih dulu memastikan kekuatan dan keamanan scaffolding itu sendiri. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh petugas ahli atau disebut dengan istilah scaffolder.
Aspek-aspek penting yang harus diperiksa meliputi izin kerja, termasuk Job Safety Analysis (JSA), sertifikat scaffolder, dan surat izin pembuatan scaffolding. Tidak kalah pentingnya, Anda juga wajib memastikan bahwa material yang digunakan berada dalam keadaan sempurna sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya, pemeriksaan scaffolding perlu dilakukan pada seluruh bagiannya. Mulai dari fondasi, lantai kerja, hingga bagian teratas dari scaffolding. Pastikan bahwa bangunan scaffolding stabil dan seluruh penguncinya berfungsi dengan baik.
Periksa juga railing-railing pada scaffolding untuk mencegah risiko jatuh. Alat-alat pengaman scaffolding juga perlu dipasang dengan baik sehingga seluruh pekerja dapat menyelesaikan tugasnya dengan aman.
Baca Juga : Cara Benar dan Aman Memasang Scaffolding
Setelah melalui tahap pemeriksaan scaffolding, maka scaffolder akan menambahkan scaftag di dekat akses tangga scaffolding. Tanda ini digunakan untuk menunjukkan tingkat keamanan dari scaffolding yang digunakan pada proyek pembangunan tersebut. Setidaknya ada tiga jenis scaftag yang digunakan dan dibedakan berdasarkan warnanya.
Scaftag berwarna kuning menunjukkan bahwa scaffolding tergolong aman, namun penggunaannya membutuhkan tambahan alat pengaman lainnya.
Sementara itu, scaftag warna hijau berarti aman sehingga scaffolding dapat digunakan dengan lebih leluasa untuk pekerja. Nah, jika ternyata Anda menjumpai scafftag berwarna merah maka ini berarti scaffolding tidak aman dan penggunaannya jelas dilarang.
Setelah memahami standar scaffolding Indonesia, sangat dianjurkan agar Anda benar-benar memilih scaffolding yang berkualitas dengan jenis yang sesuai kebutuhan. Sebaiknya, tidak membeli atau sewa scaffolding hanya karena Anda tergiur harga scaffolding yang murah.
Hitung kembali dengan cermat apakan kualitas, jenis, dan jumlah scaffolding telah sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, Anda dapat mencegah terjadinya pemborosan biaya pada suatu proyek konstruksi bangunan.
Itulah standar scaffolding Indonesia yang wajib Anda pahami demi menjamin keselamatan kerja. Pastikan Anda telah mengamankan semua material dan peralatan dari lantai kerja sebelum memindahkan scaffolding. Jangan lupa, kunci roda scaffolding ketika alat sedang tidak bergerak atau berpindah. Sebagai catatan tambahan, hanya pihak scaffolder yang berhak memasang, membongkat, meninggikan scaffolding. Kecuali jika Anda sudah mengantongi izin dan mendapat pengawasan ketat dari pihak pengawas yang berwenang.
Indosteger menyediakan Jual Sewa Scaffolding Termurah sebagai platform untuk mempermudah pekerjaan konstruksi dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Silakan hubungi Tim Indosteger untuk informasi lebih lanjut.