indosteger@gmail.com   +62818716828

Standar Pemasangan Scaffolding di Indonesia yang Wajib Dipahami

Media
30 Apr 2024

Indosteger

Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.

Berdasarkan data dari Occupational Safety and Health Administrastion (OSHA), setidaknya ada 359 pekerja konstruksi di Amerika Serikat yang tewas akibat terjatuh dari ketinggian. 16% kejadian di antaranya berhubungan dengan scaffolding. Inilah sebabnya pemasangan scaffolding harus dilakukan dengan tepat. Berbicara mengenai standar scaffolding Indonesia, telah ditetapkan dalam PERMENAKERTRANS No. PER. 01/MEN/1980. Berikut penjelasan selengkapnya untuk Anda!

Spesifikasi Keamanan Scaffolding

Standar spesifikasi scaffolding Indonesia juga memiliki beberapa syarat dan spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi. Tidak terkecuali bagian lantai papan yang harus tersusun rapat dan kuat lengkap dengan pagar pengaman, jika tinggi scaffolding lebih dari 2 meter. Bagi pemasangan scaffolding di ketinggian lebih dari 5 meter, maka wajib menambahkan safety net atau jaring pengaman. Pada ketinggian ini protective shield juga wajib digunakan untuk melindungi pekerja dari risiko kejatuhan material.

Scaffolding harus diletakkan pada kondisi tanah yang rata dan mampu mendukung beban hingga empat kali lipat. Permukaannya harus dibuat sekuat mungkin, sehingga dapat menahan beban dari material yang akan diletakkan di atasnya. Lebar scaffolding juga harus cukup menampung pekerja bangunan di samping peletakan material-material yang dibawa. Perlu diingat, jarak aman scaffolding yang dekat dari aliran listrik adalah 6 meter diukur secara vertikal dan 4.5 meter diukur secara horizontal.

Syarat Penggunaan Scaffolding yang Harus Dipenuhi oleh Pekerja

Untuk memastikan keamanan saat menggunakan scaffolding atau perancah, pekerja harus memenuhi beberapa syarat sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berikut adalah syarat-syaratnya:

  1. Sebelum menggunakan scaffolding, pekerja harus telah menjalani pelatihan mengenai penggunaannya yang benar dan penguasaan teknik pengendalian bahaya.
  2. Scaffolder dan pengawas harus memeriksa keamanan scaffolding sebelum digunakan.
  3. Diperlukan alat bantu yang memadai untuk memindahkan material dari bawah ke atas.
  4. Gunakan tangga yang terpasang kuat bagi pekerja yang naik turun scaffolding.
  5. Pekerja harus menggunakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu keselamatan, dan full body harness.
  6. Perhatikan rekan kerja yang sedang bekerja di atas atau bawah scaffolding, dan laporkan jika ada ketidaknormalan pada scaffolding.
  7. Periksa semua komponen alat pelindung jatuh seperti lifeline, lanyard, dan harness secara berkala.
  8. Hindari membawa barang berlebihan saat menaiki scaffolding.
  9. Jangan melewati pengait silang saat naik atau turun scaffolding.
  10. Hindari bekerja di atas scaffolding saat cuaca buruk.
  11. Jangan menyimpan peralatan di pagar pengaman.
  12. Hanya pekerja terlatih yang boleh bekerja di daerah dekat aliran listrik. 

Tahap Pemeriksaan Scaffolding

Sebelum digunakan, pastikan jika Anda terlebih dulu memastikan kekuatan dan keamanan scaffolding itu sendiri. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh petugas ahli atau disebut dengan istilah scaffolder. Aspek-aspek penting yang harus diperiksa meliputi izin kerja, termasuk Job Safety Analysis (JSA), sertifikat scaffolder, dan surat izin pembuatan scaffolding. Tidak kalah pentingnya, Anda juga wajib memastikan bahwa material yang digunakan berada dalam keadaan sempurna sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, pemeriksaan scaffolding perlu dilakukan pada seluruh bagiannya. Mulai dari fondasi,  lantai kerja, hingga bagian teratas dari scaffolding. Pastikan bahwa bangunan scaffolding stabil dan seluruh penguncinya berfungsi dengan baik. Periksa juga railing-railing pada scaffolding untuk mencegah risiko jatuh. Alat-alat pengaman scaffolding juga perlu dipasang dengan baik sehingga seluruh pekerja dapat menyelesaikan tugasnya dengan aman.

Baca Juga : Cara Benar dan Aman Memasang Scaffolding

Mengenal Jenis-Jenis Scaffolding yang Digunakan

Setelah melalui tahap pemeriksaan scaffolding, maka scaffolder akan menambahkan scaftag di dekat akses tangga scaffolding. Tanda ini digunakan untuk menunjukkan tingkat keamanan dari scaffolding yang digunakan pada proyek pembangunan tersebut. Setidaknya ada tiga jenis scaftag yang digunakan dan dibedakan berdasarkan warnanya.

Scaftag berwarna kuning menunjukkan bahwa scaffolding tergolong aman, namun penggunaannya membutuhkan tambahan alat pengaman lainnya. Sementara itu, scaftag warna hijau berarti aman sehingga scaffolding dapat digunakan dengan lebih leluasa untuk pekerja. Nah, jika ternyata Anda menjumpai scafftag berwarna merah maka ini berarti scaffolding tidak aman dan penggunaannya jelas dilarang.

Bagaimana Cara Memilih Scaffolding yang Tepat?

Setelah memahami standar scaffolding Indonesia, sangat dianjurkan agar Anda benar-benar memilih scaffolding yang berkualitas dengan jenis yang sesuai kebutuhan. Sebaiknya, tidak membeli atau sewa scaffolding hanya karena Anda tergiur harga scaffolding yang murah. Hitung kembali dengan cermat apakan kualitas, jenis, dan jumlah scaffolding telah sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, Anda dapat mencegah terjadinya pemborosan biaya pada suatu proyek konstruksi bangunan.

CTA Banner Article

Penutup

Itulah standar scaffolding Indonesia yang wajib Anda pahami demi menjamin keselamatan kerja. Pastikan Anda telah mengamankan semua material dan peralatan dari lantai kerja sebelum memindahkan scaffolding. Jangan lupa, kunci roda scaffolding ketika alat sedang tidak bergerak atau berpindah. Sebagai catatan tambahan, hanya pihak scaffolder yang berhak memasang, membongkat, meninggikan scaffolding. Kecuali jika Anda sudah mengantongi izin dan mendapat pengawasan ketat dari pihak pengawas yang berwenang.

Indosteger menyediakan Jual Sewa Scaffolding Termurah sebagai platform untuk mempermudah pekerjaan konstruksi dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Silakan hubungi Tim Indosteger untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Terkait

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya
whatsappweb