indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Jenis-Jenis Support Pipa dan Fungsi Pada Instrumentasi

Support pipa atau pipe support ternyata memiliki banyak jenis dan pemakaiannya tidak bisa sembarang. Pemakaian penopang atau support pipa dalam sebuah pabrik menjadi hal yang krusial. Keberadaannya bermanfaat untuk menyangga berbagai jenis peralatan instrumentasi yang digunakan oleh pabrik. Dengan adanya alat penopang tersebut, para pekerja bisa menggunakan alat instrumentasi secara aman. 

Support pipa digunakan di berbagai industri. Oleh karenanya, Anda akan menemukan pemakaian penopang pipa tersebut di beragam jenis pabrik termasuk di antaranya adalah pabrik obat, penyulingan minyak, makanan, pemintalan benang, dan lain sebagainya. 

Memilih Jenis Support Pipa Berdasarkan Fungsinya

Penggunaan penopang pipa memiliki fungsi untuk menahan beban yang bekerja pada pipa. Oleh karena itu, support pipa sangat erat kaitannya dengan aspek keamanan dan keselamatan kerja.

Kedua hal itu membuat pipe support memiliki beragam jenis serta desain yang telah diperhitungkan secara matang. Untuk menunjang kreativitas desainer, ada banyak jenis support pipa yang bisa digunakan. 

Sebagai referensi, berikut ini adalah beberapa tipe penopang pipa instrumentasi yang bisa Anda manfaatkan sesuai fungsinya: 

1. Floor mount

Untuk penggunaan support pipa yang ditempatkan di atas lantai, pilihan modelnya cukup variatif. Anda bisa memilih penopang yang hanya berupa single pole, double pole, tripel pole, ataupun quad pole. Pemasangannya di lantai bisa dilakukan dengan menggunakan anchor bolt sehingga mampu berdiri kokoh. 

Jenis penopang pipa untuk pemasangan di lantai dapat pula digunakan pada platform atau grating. Cara pemasangannya bisa dilakukan dengan dua metode. Pertama, Anda bisa memilih untuk menggunakan tambahan pelat yang ditaruh di bawah grating. Metode kedua, bisa pula memakai komponen pengikat yang khusus didesain untuk grating. 

2. Wall mount

Berikutnya, Anda dapat pula menjumpai penopang pipa dalam model wall mount. Perangkat ini digunakan untuk penempatan pipa support yang dipasang pada dinding. Cara pemasangannya bisa dilakukan dengan memasang wall mount pada dinding menggunakan anchor bolt. 

Baca juga: 7 Penyebab Pipa Bocor yang Wajib Diketahui

3. Pipe dan U-bolt mount

Selanjutnya, Anda dapat pula menjumpai model penopang yang dipakai untuk pemasangan pada pipa. Terdapat 2 pilihan yang bisa Anda dapatkan, yakni pipe mount dan u-bolt mount. Kedua model penopang pipa ini dapat dijumpai dalam bentuk vertikal, horizontal, ataupun berbentuk L. Proses pemasangannya dapat dilakukan cukup dengan mengencangkan baut. 

4. Beam mount

Selanjutnya, Anda dapat pula menemukan model support pipa yang ditempatkan secara menempel pada tiang beam, dikenal sebagai beam mount. Cara pemasangan penopang  pada pipa ataupun tiang beam sangat mudah. Caranya, cukup dengan mengencangkan alat penopang sehingga mampu menempel secara kuat pada pipa ataupun tiang beam.

5. Hanger support

Jenis support bekerja dengan meneruskan beban atau load yang diterima pipa ke bagian yang lebih kuat seperti pondasi atau struktur. Hal ini bertujuan agar pipa menerima beban seminimal mungkin agar menjadi awet.

Hanger support sendiri memiliki beragam tipe, beberapa di antaranya adalah rigid, spring, shoes, dan trunion support.

Pipe support ini memiliki fungsi untuk mencegah pipa melengkung ke bawah yang dapat menyebabkan fluida tidak mengalir karena tertahan oleh bentuk pipa.

6. Absorbers Support

Sesuai dengan namanya, absorbers support berfungsi untuk menahan atau menyerap getaran, baik yang berasal dari angin, bencana alam seperti gempa, atau pergerakan material di dalam pipa.

Abosrbers support juga memiliki beberapa jenis di dalamnya; Snuber, Sway Brace, serta Hold Down support.

7. Restraint Support

Seperti namanya, restraint support memiliki fungsi untuk menahan pipa dari bergerak serta menahan beban dari gerakan yang mungkin terjadi. Support restraint ini memiliki jenis seperti anchor, guide, struts, dan U clamp.

Ada beberapa penyebab atau faktor yang membuat pipa dapat bergerak, misalnya suhu yang berubah, baik lebih tinggi atau rendah, serta angin.

Jenis restraint ini nanti dapat dibedakan berdasarkan anchor-nya; directional serta fixed anchor.

Jenis directional adalah jenis support yang berfungsi menahan pergerakan pipa pada satu arah atau sisi tertentu, umumnya arah aksial yang merupakan arah yang searah dengan pergerakan pipa.

Sementara itu, jenis fixed merupakan jenis support yang dipasang langsung pada pipa dengan sambungan las. Jenis support ini akan menahan pipa untuk bergerak dari semua arah.

Perangkat Pendukung Support Pipa

Pemakaian penopang pipa memerlukan keberadaan perangkat pendukung lain. Jenis perangkat pendukung yang diperlukan cukup beragam. Beberapa contoh aksesori pendukung itu di antaranya adalah:

1. Capillary spools

Capilary spools menjadi peralatan yang sering dipakai ketika menggunakan floor mount. Pemakaian capillary spools berguna untuk menata kabel berbagai jenis peralatan instrumentasi secara rapi. 

2. Cable tray

Selain itu, Anda juga akan memerlukan aksesori lainnya berupa cable tray.  Penggunaan alat ini bertujuan untuk merapikan kabel dan sekaligus mengamankannya. 

3. Mounting flag

Selanjutnya, ada pula mounting flag. Perangkat pendukung yang satu ini memiliki fungsi yang fleksibel. Biasanya, Anda akan menjumpai mounting flag dipakai untuk memasang tombol kontrol. 

Nah, itulah berbagai jenis penopang pipa yang perlu Anda ketahui. Selain memilih jenis support pipa sesuai fungsinya, Anda juga harus memperhatikan kualitas materialnya. Jangan sampai penopang yang digunakan ternyata punya kualitas buruk yang bisa berimbas pada aspek keselamatan dan keamanan di tempat kerja. 

Untuk pilihan penopang pipa alat instrumentasi terbaik, Anda bisa mendapatkannya di Indosteger

Baca juga:  Pentingnya Klem Gantung Pipa PVC Dalam Pemasangan Pipa

Recent Articles