indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kesalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Sering Diabaikan

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal vital yang perlu diperhatikan dengan seksama tidak hanya bagi para pekerja yang bekerja di lapangan, namun juga menjadi tanggung jawab perusahaan dimana pekerja tersebut bernaung. Hal ini tertuang pada Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992.

Secara tidak langsung keselamatan dan kesehatan kerja dapat berpengaruh pada pendapatan atau keuangan perusahaan. Sebab kerugian yang timbul akibat kesalahan K3 ini tidak hanya berdampak kepada pekerja itu sendiri, melainkan juga bagi perusahaan dan memperlambat terselesaikannya suatu proyek.

 Selain itu, perusahaan pun tetap harus bertanggung jawab kepada pekerjaanya, maka pengeluaran yang dikeluarkan akan bertambah. Terlebih jika pekerja yang mengalami kecelakaan kerja meninggal dunia. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi perusahaan untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman.
 

Kesalahan-Kesalahan Dalam Pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam tempat kerja, Anda harus terlebih dahulu memahami hal-hal apa saja yang dapat membuat sebuah tempat kerja menjadi berbahaya. Berikut adalah enam kesalahan yang umum terjadi karena mengabaikan prinsip K3.
 

1. Berasumsi dan percaya diri berlebih

Percaya diri merupakan hal yang baik dimiliki oleh seorang pekerja. Tetapi, jika berlebihan dan berujung pada asumsi bahwa segalanya telah berjalan dengan lancar, hal ini dapat mengakibatkan kecelakaan yang mengancan keselamatan dan kesehatan kerja.

Misalnya, seorang operator bagian produksi lalai mematikan sebuah alat atau melakukan prosedur yang seharusnya dilakukan. Operator terkait mungkin merasa kalau Ia sudah melakukannya, karena Ia telah menekuni pekerjaan ini selama puluhan tahun. Hal ini kemudian dapat berujung pada kerusakan alat hingga kecelakaan pada seorang tenaga kerja.

Salah satu cara untuk mencegah hal ini adalah dengan melakukan refleksi tiap harinya untuk mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah hal yang penting dan kecelakaan dapat terjadi pada siapapun bahkan pada seorang yang telah bekerja puluhan tahun lamanya.
 

2. Tidak melapor saat terjadi kecelakaan kerja

Kesalahan keselamatan dan kesehatan kerja berikutnya adalah tidak melapor ketika kecelakaan terjadi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kecelakaan dapat terjadi pada siapapun, bahkan untuk para senior sekalipun. Untuk itulah, ketika kecelakaan terjadi, tenaga kerja harus segera melapor agar tindakan selanjutnya bisa diambil dan menjadi bahan evaluasi.

Langkah awal untuk membangun lingkungan kerja yang mengutamanakan keselamatan dan kesehatan kerja diawali dengan mengakui bahwa kecelakaan bisa terjadi. Jika laporan yang masuk minim atau bahkan tidak ada, akan sulit atau bahkan mustahil bagi Anda untuk membangun dan meningkatkan lingkungan kerja Anda.

Pastikan para pekerja Anda mengetahui bahwa mereka harus melapor ketika kecelakaan terjadi. Hal ini dapat membantu Anda untuk memetakan bagian-bagian apa saja yang harus diperbaiki dan hal-hal apa saja yang harus Anda lakukan untuk membangun sistem manajemen yang lebih baik dalam menangani kesehatan dan keselamatan kerja.
 

3. Menggunakan peralatan kerja dengan cara yang salah

Peralatan merupakan salah satu ancaman pada keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan Anda. Salah penggunaan hingga tidak berfungsinya perlatan seperti seharusnya menjadi sumber yang bahaya karena peralatan adalah hal yang berada sangat dekat dengan para tenaga kerja Anda.

Anda harus memastikan kalau para pekerja telah dapat menggunakan peralatan dengan benar. Selain dapat membuat pengerjaan sebuah proyek menjadi lebih lancar, Anda juga dapat fokus pada hal-hal lain.

Pengawasan dari perusahaan juga beperan penting di sini. Sebab perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peralatan yang dipakai oleh pekerja sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya. 

Selain itu, perusahaan pun perlu memastikan bahwa peralatan tersebut terawat dengan baik sehingga tidak membahayakan para pekerja. Termasuk ke dalam perawatan ini adalah menggunakannya sesuai dengan ukuran dan fungsinya, serta menyimpannya ke tempat semula agar tak membahayakan pekerja lain.

Baca juga: 7 Alat Keselamatan Kerja dan Fungsinya di Lapangan
 

4. Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)

Kesalahan keselamatan dan kesehatan kerja berikutnya adalah tidak mengenakan alat pelindung diri (APD). APD merupakan hal yang seharusnya dikenakan oleh setiap orang yang sedang beradi di tempat konstruksi. Sayangnya, ketika seorang pekerja merasa percaya diri berlebih, Ia bisa saja lalai dan tidak menggunakan peralatan yang seharusnya Ia kenakan.

Kelalaian memakai APD juga dapat membuat ancaman pada keselamatan dan kesehatan kerja semakin besar. Hal ini dikarenakan sumber kecelakaan menjadi lebih banyak, mulai dari alat atau material yang tidak sengaja jatuh atau proses konstruksi yang dapat membuat cidera.

Oleh karena itu, menjadi tugas perusahaan untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan APD saat bekerja bagi para pekerja. Termasuk pula memberikan pelatihan agar tahu penggunaan APD sesuai dengan fungsi dan tugas yang diemban dari para pekerja. 

Tidak lupa, perusahaan juga wajib untuk memasang rambu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) APD di area kerja yang disertai dengan pengawasan dalam mengingatkan pekerja yang tidak mengenakan APD.
 

5. Terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan

Waktu merupakan unsur yang sering diabaikan dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Bekerja dengan efektif dan efisien merupakan sebuah hal yang luar biasa. Tetapi, jangan sampai penghematan waktu berubah menjadi pengeluaran dalam biaya perawatan akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang dikejar waktu.

Mengejar waktu tidak jarang menjadi alasan utama para pekerja melakukan pekerjaan secara tergesa-gesa. Dengan alasan efisiensi dan efektifitas seringkali fokus terabaikan untuk mencapai target. Akibatnya, potensi terjadinya kesalahan yang dapat membahayakan diri para pekerja semakin besar.

Demi menyelesaikan pekerjaan secara cepat, faktor keselamatan dan kesehatan kerja sering terabaikan. Pekerja juga tak jarang mengabaikan prosedur kerja yang ada. Padahal, dengan orientasi kerja seperti ini, potensi kerja lebih mungkin terjadi akibat kelalaian. Untuk menghindari kecelakaan kerja yang disebabkan oleh deadline, maka penting juga untuk mengetahui Cara Membuat Time Schedule Proyek Agar Berjalan Lancar.
 

6. Tidak menjaga kebersihan dan ketertiban

Terakhir dalam daftar kesalahan keselamatan dan kesehatan kerja ini adalah kebersihan dan ketertiban. Mudah bagia para pekerja untuk mengabaikan kebersihan serta ketertiban di tempat mereka bekerja. Entah itu karena alur kerja yang cepat atau sedang fokus mengejar target. Tetapi, jangan sampai hal tersebut berujung pada lingkungan kerja yang  kotor dan tempat kerja yang tidak tertib.

Lingkungan kerja yang kotor tidak hanya dapat membuat suasana kerja yang buruk tetapi juga kesehatan memburuk. Tempat kerja yang kotor merupakan bisa menjadi sumber gangguan kesehatan atau penyakit akibat kerja. Jika tempat kerja sangat kotor, bukan tidak mungkin pekerja akan sering sakit dan berujung pada menurunnya produktivitas.

Begitu juga dengan kondisi yang tertib dan rapi, dimana alat-alat berada di tempatnya tanpa berserakan, yang dapat mengganggu mobilitas pekerja yang dapat juga menjadi potensi terjadinya kecelakaan kerja karenanya.

Itulah beberapa kesalahan keselematan dan kesehatan yang sering diabaikan oleh para pekerja. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat untuk Anda

Itulah dia beberapa kesalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang harus Anda waspadai. Tidak dipungkiri bahwa lingkungan kerja berkaitan erat dan produktivitas pekerja. Oleh karena itu, membangun sistem manajemen yang dapat menangani keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik adalah salah satu investasi terbaik yang bisa Anda lakukan untuk membuat perusahaan Anda lebih baik, salah satunya menggunakan scaffolding yang kokoh dan sudah terjamin keamanannya.

Baca juga: 5 Arti Warna Rompi Proyek dalam Pekerjaan Konstruksi

Recent Articles