indosteger@gmail.com   +62218294428

News

6 Kesalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Sering Diabaikan

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal vital yang perlu diperhatikan dengan seksama tidak hanya bagi para pekerja yang bekerja di lapangan, namun juga menjadi tanggung jawab perusahaan dimana pekerja tersebut bernaung. Sebab kerugian yang timbul akibat kesalahan K3 ini tidak hanya berdampak kepada pekerja itu sendiri, melainkan juga bagi perusahaan dan memperlambat terselesaikannya suatu proyek

Selain itu, perusahaan pun tetap harus bertanggung jawab kepada pekerjaanya, maka pengeluaran yang dikeluarkan akan bertambah. Terlebih jika pekerja yang mengalami kecelakaan kerja meninggal dunia.  Berikut adalah enam kesalahan yang umum terjadi karena mengabaikan prinsip K3.

Berasumsi dan percaya diri berlebih

Asumsi merupakan kebiasaan yang muncul akibat kepercayaan diri berlebih yang dimiliki oleh seorang pekerja. Terbiasa dengan kondisi kerja yang selama ini terasa aman, maka ia pun enggan untuk melakukan pemeriksaan maupun memastikan kondisi kerjanya aman.

Kebiasaan berada dalam kondisi ini pun menyebabkan pekerja menjadi lalai dan tidak waspada terhadap kondisi kerjanya. Asumsi yang muncul merupakan hasil dari ketidakdisiplinan pekerja dalam mengikuti tata cara keselamaan yang berlaku, juga refleksi bahwa pekerja tersebut kurang berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaannya.

Tidak melapor saat terjadi kecelakaan kerja

Saat terjadi kecelakaan kerja, tidak sedikit pekerja yang memilih untuk tidak melapor kepada atasannya. Mereka melakukan hal tersebut karena  merasa bahwa kecelakaan dapat mempengaruhi performa kerja individu. Padahal, dengan melaporkan kecelakaan atau potensi kecelakaan kerja yang terjadi, pekerja tersebut telah menyelamatkan pekerja lainnya di masa depan agar tidak mengalami hal yang sama.

Sebab, dengan melaporkan kecelakaan kerja kepada atasan, laporan tersebut menjadi masukan tersendiri bagi atasan berserta tim untuk melakukan investigasi, pengecekan serta perbaikan terhadap sumber potensi kecelakaan kerja tersebut. Dampaknya, angka kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

Menggunakan peralatan kerja dengan cara yang salah

Kesalahan dalam menggunakan peralatan kerja pun sering ditemui di tempat kerja, baik untuk pekerja lama maupun baru. Tidak jarang peralatan kerja yang digunakan adalah alat yang benar, namun tidak digunakan dengan cara yang semestinya. Oleh karena itu, pekerja diharapkan untuk tidak memaksakan diri dalam menggunakan alat-alat kerja tersebut apabila tidak memiliki pengalaman.

Meski begitu, pengawasan dari perusahaan juga beperan penting di sini. Sebab perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peralatan yang dipakai oleh pekerja sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya. Selain itu, perusahaan pun perlu memastikan bahwa peralatan tersebut terawat dengan baik sehingga tidak membahayakan para pekerja. Termasuk ke dalam perawatan ini adalah menggunakannya sesuai dengan ukuran dan fungsinya, serta menyimpannya ke tempat semula agar tak membahayakan pekerja lain.

Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)

Kesalahan yang satu ini juga menjadi salah satu yang paling awam dilakukan oleh para pekerja. Para pekerja yang tidak mengenakan alat pelindung dirinya, dapat dikatakan, adalah mereka yang juga melakukan kesalahan pertama, yaitu berasumsi dan terlalu percaya diri. Padahal, APD sendiri berfungsi untuk menjaga keselamatan dan keamanan masing-masing atas potensi-potensi tak terduga yang mungkin terjadi di tempat kerja.

Baca Juga : Memahami Formwork Bagi Pemula di Bidang Konstruksi Sipil

Oleh karena itu, menjadi tugas perusahaan untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan APD saat bekerja bagi para pekerja. Termasuk pula memberikan pelatihan agar tahu penggunaan APD sesuai dengan fungsi dan tugas yang diemban dari para pekerja. Tidak lupa, perusahaan juga wajib untuk memasang rambu K3 APD di area kerja yang disertai dengan pengawasan dalam mengingatkan pekerja yang tidak mengenakan APD.

Terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan

Mengejar waktu tidak jarang menjadi alasan utama para pekerja melakukan pekerjaan secara tergesa-gesa. Dengan alasan efisiensi dan efektifitas seringkali fokus terabaikan untuk mencapai target. Akibatnya, potensi terjadinya kesalahan yang dapat membahayakan diri para pekerja semakin besar.

Demi menyelesaikan pekerjaan secara cepat, faktor keamanan dan keselamatan sering terabaikan. Pekerja juga tak jarang mengabaikan prosedur kerja yang ada. Padahal, dengan orientasi kerja seperti ini, potensi kerja lebih mungkin terjadi akibat kelalaian.

Tidak menjaga kebersihan dan ketertiban

Terakhir, kesalahan K3 yang sering dianggap sepele adalah tidak menjaga ketertiban dan kebersihan. Namun, sering diabaikan begitu saja oleh para pekerja di lokasi kerja. Padahal kebersihan dan ketertiban di lokasi kerja menjadi penting untuk keselamatan para pekerja. Dengan lokasi kerja yang bersih, maka ia akan jauh dari sarang penyakit.

Begitu juga dengan kondisi yang tertib dan rapi, dimana alat-alat berada di tempatnya tanpa berserakan, yang dapat mengganggu mobilitas pekerja yang dapat juga menjadi potensi terjadinya kecelakaan kerja karenanya.

Itulah beberapa kesalahan keselematan dan kesehatan yang sering diabaikan oleh para pekerja. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat untuk Anda

You May Also Like