indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Menghitung Biaya Pondasi Rumah Type 36

Pertimbangan dalam membangun rumah sangatlah banyak, termasuk menghitung biaya pondasi rumah type 36. Type 36 sering menjadi pilihan dalam memiliki rumah lantaran bentuknya yang minimalis dan tidak memakan banyak biaya dalam pembangunannya. Anda pun bisa mendapatkan rumah type ini dengan KPR subsidi, tentunya setelah memenuhi beberapa syarat dan ketentuannya.

Meskipun sangat terjangkau, bukan berarti rumah type 36 tidak membutuhkan biaya yang kecil untuk membangunnya. Tentu saja, ada beberapa aspek yang memerlukan biaya lebih dalam pembangunannya, terutama pondasi rumah. Belum lagi, dekorasi dan furniture rumahnya juga harus dipikirkan dengan matang, sehingga tidak melebihi anggaran pendirian rumah yang sudah dibuat.

Berapa Biaya Pondasi Rumah Type 36?

Pondasi merupakan hal yang esensial dalam pembangunan rumah, sehingga harus dipikirkan pertama kali sebelum memulai proyeknya. Tanpa adanya pondasi, rumah tidak akan berdiri dengan kuat, bahkan struktur bangunannya bisa saja hancur sewaktu-waktu. Pondasi yang digunakan banyak sekali jenisnya, tapi Anda bisa menggunakan pondasi batu kali atau tapak kaki.

Baca Juga: 9 Jenis Pondasi Bangunan yang Umum Diterapkan

Sebelumnya, kita harus mengetahui dulu ukuran rumah type 36 sebelum menentukan biayanya. Selalu ingat, biaya pemasangan pondasi dan pembangunan selalu ditentukan berdasarkan ukurannya. Jadi, ada dua rumah type 36 yang sering kita dengar, yaitu type 36/72 dan type 36/60.

Keduanya memiliki luas bangunan yang sama, yaitu 36 meter persegi sesuai dengan namanya. Yang membedakan adalah luas tanah tempat dibangunnya rumah tersebut, yakni 72 meter persegi dan 60 meter persegi. Berapapun luasnya, pemilik rumah nanti bisa menyiasati agar hunian mereka tetap lapang dengan mengatur furnitur dan interiornya.

Pondasi yang umum digunakan untuk rumah type 36 cukup batu kali, tidak perlu menggunakan cakar ayam yang lebih mahal. Perhatikan pula jenis tanahnya, apakah struktur tanahnya keras atau malah lembek. Kalau struktur tanah tersebut tergolong lembek, tidak ada salahnya menggunakan pondasi jenis tapak kaki yang tidak membutuhkan kedalaman lebih untuk menempatkannya.

Dengan luas bangunan 36 meter persegi, berarti tinggi rumah tersebut sekitar 3 hingga 3,5 meter. Namun, bisa juga menyesuaikan ukuran horizontal dan vertikalnya sehingga sesuai dengan rumah impian Anda.

Pondasi batu kali kemudian dibentuk seperti trapesium dengan tinggi sekitar 1 meter. Agar lebih kuat, bangun pondasi bagian atas setinggi 25 cm, kemudian bagian bawahnya dibuat sedalam 50 cm. Setelahnya, hitung luas penampangnya, kemudian didapatkan hasil 21 meter, masing-masing dalam dimensi vertikal dan horizontalnya.

Baca Juga: Cara Menghitung Volume Pondasi dengan Akurat sesuai Jenis Pondasi

Pondasi batu kali biasanya menggunakan berbagai material batuan, seperti pasir, batu kali, semen, kerikil, dan sejenisnya. Hitungan biayanya bisa menggunakan rumus volume pondasi batu kali dikalikan harga borong upahnya.

Misalnya, volume pondasi rumah type 36 sebesar 10,386 meter kubik, kemudian biaya upah borong pada umumnya sebesar Rp90.000 (harga pada umumnya). Jadi, didapatkan hasil Rp934.740, atau bisa dibulatkan seharga Rp1.000.000.

Harga di atas masih relatif, artinya masih ada faktor yang mempengaruhi harga tersebut, seperti kesulitan pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan skill kontraktornya. Perlu diingat, itu adalah harga khusus untuk membangun pondasinya, belum termasuk penggalian tanah, pemasangan batu bata, dan lain-lain.

Atau Anda juga bisa memisahkan harga material dengan upah kontraktornya. Untuk material pembangun pondasinya, bisa mencapai Rp8.000.000, sedangkan upah pekerjanya sekitar Rp2.300.000 (tergantung kesepakatan). Jadi, total yang dibutuhkan adalah Rp10.300.000.

Bila Anda lebih memilih menggunakan pondasi tapak kaki, bisa juga memakai besi hollow galvanis NS 5x10 dengan tebal 1.6 mm. Harga besi hollow galvanis di Indosteger adalah Rp307.500 untuk panjang 6 meter.

Itulah perkiraan biaya pondasi rumah type 36, yang tentunya masih bisa berpengaruh dengan faktor pembangunan lainnya dan jangan lupa selalu konsultasikan masalah pembangunan rumah dengan kontraktor terpercaya Anda, ya.

Recent Articles