indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Cara Menghitung Volume Pondasi Bahan Bangunan? Simak Ulasan Ini!

Dalam membangun sebuah konstruksi bangunan, baik itu bangunan rumah maupun gedung, pondasi memegang peranan penting. Maka dari itu, membuatnya pun tidak boleh asal-asalan. Agar tercipta pondasi yang kuat dan kokoh, Anda perlu mengetahui cara menghitung volume pondasi yang akan diulas secara ringkas di bawah ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menghitung Volume Pondasi

Ketika Anda ingin mengetahui cara menghitung volume pondasi, maka tidak ada salahnya pula bila memperhatikan hal penting yang diperlukan. Misalnya saja dalam menghitung volume pondasi tersebut, Anda perlu memperhatikan model dari penampang pondasi. Contohnya adalah model pondasi trapesium maupun ½ trapesium.

Berikutnya adalah dengan memperhatikan panjang pondasi itu sendiri. Sebab, terkadang ada pula sloof pada pondasi yang tertanam dalam timbunan tanah dan posisinya pun tidak berada di atas pondasi. Lalu, susunan pondasi harus Anda perhatikan dengan seksama. Mulai dari material pasirnya, pemasangan batu kosong hingga pemasangan batu kali maupun batu gunung agar pondasi menjadi lebih kuat.

Menghitung Volume Pondasi

Ada dua jenis dalam menghitung volume pondasi yang biasa dilakukan oleh pekerja konstruksi maupun insinyur konstruksi. Pertama adalah menghitung volume pondasi batu kali dan yang kedua adalah pondasi foot plate. Berikut cara menghitung volume pondasi tersebut yang perlu diketahui.

  • Volume Pondasi Batu Kali

Jenis pondasi batu kali biasa digunakan untuk proses pembuatan rumah sederhana dan dengan mengaplikasikan bentuk pondasi trapesium. Rumus menghitung volume pondasi tersebut adalah sebagai berikut:

Volume Pondasi= Luas Penopang x Jumlah Total Panjang Pondasi

Luas Penopang Pondasi = (lebar atas pondasi + lebar bawah pondasi) x tinggi pondasi :2

Sebagai contohnya adalah dapat kita umpamakan berikut:

Volume Pondasi = ((0,3 m + 0,8 m) x (1,5 m / 2)) x 39 m

Volume Pondasi = (1,1 m x 0,75 m) x 39 m

Maka Volume Pondasi = 0,825 m² x 39 m = 32,175 m³

  • Volume Pondasi Foot Plate

Pondasi berikutnya adalah foot plate, pondasi ini banyak digunakan pada bangunan konstruksi yang cukup besar. Hal ini karena memang memiliki kelebihan tahan terhadap gempa dan mampu menopang aya vertikal maupun horizontal pada bangunan dengan optimal. Dalam membuat pondasi tipe ini, Anda harus mengetahui cara menghitung volume pondasinya terlebih dahulu dengan rumus:

Volume Pondasi = ((Tinggi 1 x Tinggi 2) : 2) x Sisi x Sisi

Hal ini dapat kita contohkan dengan soal misalnya tinggi 1-nya adalah 0,45 meter dan tingginya adalah 0,3. Sedangkan panjang pondasi sisinya 1.5 meter maka perhitungannya adalah:

Volume Pondasi = ((0,45 x 0,3)/2) x 1,5 x 1,5 atau

Volume Pondasi = 0,0675 x 1,5 x 1,5 = 0,15 m³

Mengapa Menghitung Pondasi Penting

Mengetahui cara menghitung volume pondasi merupakan pengetahuan dasar yang harus dikuasai oleh seorang insinyur, Terlebih lagi bila Anda menjadi kepala pengawas sebuah proyek. Penghitungan yang matang dan cermat sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kesalahan yang ada.

Menghitung pondasi tentu banyak manfaatnya. Misalnya saja untuk menjaga kestabilan bangunan nantinya. Kestabilan bangunan ini dipengaruhi pula oleh kondisi dan kontur tanah di mana konstruksi bangunan didirikan. Kemudian, manfaat lainnya dari menghitung volume pondasi ini akan berdampak pada pengeluaran. Dengan menghitung volume pondasi tersebut, Anda akan mengetahui berapa jumlah biaya yang dibutuhkan untuk sebuah konstruksi nantinya.

 

Bagaimana, mudah bukan cara menghitung volume pondasi untuk keperluan pekerjaan konstruksi bangunan yang Anda dirikan? Agar proses penghitungan berjalan dengan baik dan lancar, Anda perlu pula melibatkan insinyur dan ahli bangunan agar hasilnya optimal. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

You May Also Like