indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Apa Itu Kontraktor? Pakai Jasa Kontraktor Bangunan atau Borongan?

Punya rencana bangun atau renovasi rumah tapi bingung pakai kontraktor atau borongan? Tunggu dulu, apakah Anda sudah tahu apa itu kontraktor dan perbedaannya dari borongan? Kalau sudah, seharusnya Anda bisa dengan mudah menentukan pilihan sesuai budget dan kebutuhan.

Bahan mentah untuk bangunan memang diperlukan perikiraan yang matang, termasuk seperti kebutuhan scaffolding dan bahan bangunana lainnya. Hal ini biasanya dikuasai oleh kontraktor. Namun, jika nyatanya Anda masih bingung apa sebetulnya yang mereka kerjakan dan siapkan, tandanya Anda belum paham sistem kerja keduanya. Kalau begitu, mari simak langsung ulasan mengenai perbedaan kontraktor dan borongan di bawah ini.
 

Apa itu kontraktor

Pertama, mari kita lihat apa pengertian dari kontraktor. Pekerjaan ini seringnya berhubungan erat dengan proses pembangunan gedung, mall, atau bangunan besar lainnya. Namun, tidak menutup kemungkinan kontraktor dibutuhkan dalam pembangunan rumah. Simpelnya, kontraktor adalah orang atau badan hukum/usaha yang dikontrak untuk menjalankan proyek pekerjaan konstruksi sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. 

Dalam sistem kerja kontraktor ada yang disebut dengan sub kontraktor. Simpelnya, sub kontraktor adalah kontraktor yang umumnya memiliki spesialisasi tersendiri, misalnya ahli dalam mendesain dan membangun partisi dinding, instalasi listrik, instalasi AC, atau hal-hal mekanikal lainnya. Sub kontraktor ini mendapatkan pekerjaan dari kontraktor utama, atau kontraktor pemenang lelang dari sebuah proyek.

Karena merupakan badan usaha resmi, maka skill kontraktor ini sudah terbukti melalui lisensi dan sertifikasi resmi atas keahliannya. Perjanjian pembangunan dengan kontraktor pun telah dilengkapi dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK). Jadi, kalau ada masalah, Anda bisa merujuk pada SPK tersebut.
 

Jenis-Jenis Kontraktor

Walaupun dapat terlihat sama dari bidang pekerjaan, industri kontraktor memiliki berbagai jenis didalamnya. Berikut adalah jenis-jenis kontraktor yang harus Anda ketahui:
 

1. Pekerjaan Sipil

Jenis ataupun jasa kontraktor satu ini merupakan yang paling umum. Proyek yang diambil kontraktor sipil berhubungan dengan pembangunan atau pengadaan fasilitas dan infrastruktur, seperti jalur kereta api, jalan bawah tanah, kolam renang, jembatan, landasan pesawat, proyek gedung, dan lain-lain.
 

2. Pengadaan Tenaga Kerja

Dari namanya, pekerjaan kontraktor satu ini adalah menyediakan sumber daya manusia untuk perusahaan konstruksi yang membutuhkan.
 

3. Pertahanan dan Militer

Perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang ini mempunyai tugas untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan militer, seperti seragam atau perlatan militer lainnya.
 

Sistem pembayaran kontraktor

Dengan mengetahui apa itu kontraktor, kini Anda sudah bisa membayangkan proyek pembangunan seperti apa yang cocok untuk menggunakan jasanya. Sementara untuk sistem pembayarannya, terbagi menjadi dua, yaitu sistem termin dan cost and fee.
 

1. Sistem pembayaran cost and fee

Dalam sistem pembayaran ini, kontraktor bertindak sebagai pengelola proyek yang sudah menganggarkan biaya pembangunan setiap bulannya. Lalu, 10% dari nilai proyek adalah bagian dari upahnya.
 

2. Sistem pembayaran termin

sistem pembayaran ini dilakukan dengan membaginya jadi empat tahap. Pertama sebelum memulai proyek, ada DP 20-30% dari nilai kontrak, lalu kedua saat pekerjaan 50% rampung, ketiga saat proyek hampir rampung, dan keempat ketika proyek berhasil diselesaikan. 

Baca juga: Contoh Laporan Harian Proyek yang Paling Umum Digunakan
 

Apa itu pemborong

Setelah tadi mengetahui apa itu kontraktor, saatnya kini mencari tahu soal pemborong. Simpelnya, pemborong adalah kontraktor dalam skala perorangan. Jika dalam sistem kontraktor Anda sebagai pemilik proyek, bekerja bersama perusahaan lain yang kemudian akan menyelesaikan tugas sesuai dengan kontrak yang disepakati, dalam sistem pemborong, Anda bekerja bersama sekumpulan orang yang tidak terikat satu sama lain.

Untuk skala pembangunan rumah, memang jasa pemborong lebih banyak dipilih. Pemborong adalah individu yang telah berpengalaman di bidang konstruksi bangunan rumah tinggal, namun tidak memiliki badan hukum atau izin resmi. Kesepakatan pembangunan proyek dengan pemborong pun hanya melalui lisan, tidak pakai surat perjanjian. 

Mudahnya, pemborong adalah seseorang yang memang sudah memiliki pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman dalam membangun rumah, tapi kemampuan tersebut tidak dibuktikan dengan lisensi atau sertifikasi resmi, hanya berdasar pengalamannya saja. Minusnya, karena tidak ada perjanjian hitam di atas putih atau SPK dan RAB, maka rawan kecurangan atau penipuan. 
 

Sistem pembayaran pemborong

Pemborong biasanya dipilih ketika proyek yang harus dikerjakan adalah rumah atau hunian tempat tinggal. Karena lebih sederhana dari pembangunan real estate atau gedung bertingkat, maka lebih cocok pakai jasa borongan dengan sistem pembayaran borong atau per hari.
 

1. Sistem pembayaran borongan

Dalam sistem pembayaran borongan ini, upah diberikan per luas area yang dikerjakan. Misalnya, upah pembangunan tiap meter persegi bangunan adalah Rp1 juta. Maka, nanti di akhir tinggal dihitung saja berapa total luas bangunan dan jumlah biaya akhir yang harus dibayarkan. Terkait material, Anda bisa membelinya sendiri atau memercayakan pada pemborong.
 

2. Sistem pembayaran per hari

Dalam sistem pembayaran per hari, Anda harus menetapkan jumlah upah pekerja per harinya. Anggap saja Rp80 ribu sampai dengan Rp175 ribu per hari. Nanti setiap satu minggu Anda membayarkan upah tersebut. Untuk masalah material, Anda harus sudah menyiapkannya lebih dulu. 

Pada intinya, definisi dari apa itu kontraktor adalah individu atau badan usaha/hukum yang telah memiliki sertifikasi dan lisensi dalam hal proyek pembangunan. Bekerja sama dengan kontraktor akan membutuhkan RAB dan SPK yang menjadi jaminan hitam di atas putih. 

Sementara itu, borongan atau pemborong adalah orang yang memang sudah berpengalaman dalam bidang proyek pembangunan, namun bukan berbentuk badan hukum/usaha dan tidak memiliki lisensi. Bekerja sama dengan pemborong tidak butuh RAB dan SPK. 

Nah, jadi sekarang Anda sudah tahu apa itu kontraktor serta hal-hal apa saja yang harus diketahui saat bekerja dengan kontraktor. Jadi, mana yang sebaiknya digunakan? Nah, Anda bisa sesuaikan dengan besar proyeknya. Kalau itu proyek pembangunan gedung, real estate, mall, dan sebagainya, maka lebih baik pakai kontraktor. Namun, kalau untuk satu hunian pribadi, bisa pakai pemborong. Apa pun proyeknya, percayakan urusan scaffolding pada Indosteger. Kami melayani jual scaffolding dan sewa scaffolding ke berbagai wilayah Indonesia. 

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Recent Articles