indosteger@gmail.com   +62818716828

Ketahui Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding

Media
31 Des 2025

Indosteger

Indosteger adalah platform jual dan sewa scaffolding dengan proses produksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan berkualitas sehingga hasil produksi berstandard nasional.

Scaffolding atau perancah telah menjadi komponen tak terpisahkan dari proyek pembangunan. Anda dapat menggunakan perancah untuk mengakses tempat tinggi dengan aman dan mudah. Pekerjaan seperti pengecatan dinding dan pemasangan bata pada sebuah bangunan tinggi kini dapat dilakukan dengan mudah. Tapi, Anda jangan asal memesan scaffolding. Anda harus tahu kebutuhan Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu cara menghitung kebutuhan scaffolding agar tidak mengeluarkan biaya yang berlebih.

Cara menghitung kebutuhan scaffolding bisa dilakukan dengan beberapa tahapan. Anda harus melihat segala sisi konstruksi bangunan tersebut. Perancah Scaffolding memang menjadi bagian penting dalam proyek pembangunan. Terlihat dari fungsinya sebagai struktur bangunan sementara untuk menahan manusia dan material dalam proses konstruksi. 

Scaffolding biasanya dibuat dari berbagai macam bahan utama. Dimulai dari bambu sebagai bahan paling murah hingga galvanis yang sudah dirancang dengan sistem modular dan terhitung modern, lebih aman, serta kuat.

Jadi bagaimana caranya? Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan ini, simak rangkumannya di bawah ini.

Cara Menghitung Kebutuhan Tingkat Scaffolding yang Dibutuhkan Secara Akurat

Dalam proyek konstruksi, scaffolding atau perancah berperan penting untuk menunjang pekerjaan di ketinggian. Oleh karena itu, memahami cara menghitung kebutuhan scaffolding sejak tahap perencanaan sangat krusial agar pekerjaan berjalan aman, efisien, dan sesuai standar. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan scaffolding bisa menyebabkan kekurangan material, keterlambatan proyek, hingga risiko keselamatan pekerja.

Berikut langkah-langkah menghitung kebutuhan scaffolding yang bisa diterapkan pada berbagai jenis pekerjaan konstruksi.

1. Membuat Mapping Area Kerja Terlebih Dahulu

Langkah awal dalam perhitungan kebutuhan scaffolding adalah membuat mapping atau pemetaan area kerja. Mapping ini membantu menentukan posisi, jumlah, serta tingkat scaffolding yang dibutuhkan.

Cara melakukannya:

  • Amati gambar atau denah bangunan secara detail.

  • Tentukan luas area yang akan dipasang scaffolding.

  • Tandai area balok, lantai, dan struktur vertikal.

  • Sesuaikan dengan jenis pekerjaan (pemasangan, pengecoran, plesteran, atau pekerjaan finishing).

Ukuran standar scaffolding umumnya:

  • Panjang: 1,8 meter

  • Lebar: 1,2 meter

  • Tinggi frame: sekitar 1,7 meter

  • Penyesuaian tinggi dapat dilakukan dengan jack-base dan u-head.

Dengan mapping ini, Anda bisa menentukan scaffolding yang sesuai, memastikan struktur tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi, serta menghindari kekurangan material.

2. Menentukan Jenis Scaffolding yang Digunakan

Sebelum menghitung jumlah, penting untuk memahami jenis scaffolding yang akan dipakai. Pemilihan jenis sangat memengaruhi metode menghitung kebutuhan.

Beberapa jenis scaffolding yang umum digunakan:

  • Scaffolding modular (frame scaffolding): mudah dirakit, cocok untuk bangunan bertingkat.

  • Scaffolding roda: ideal untuk area kerja yang membutuhkan mobilitas tinggi.

  • Scaffolding pipa dan clamp: fleksibel untuk area sempit atau bentuk bangunan tidak beraturan.

Pastikan jenis scaffolding memiliki kapasitas beban, dimensi, dan komponen yang sesuai standar keselamatan kerja.

3. Menghitung Luas Area dan Titik Scaffolding

Setelah mapping selesai, langkah berikutnya adalah menghitung kebutuhan scaffolding berdasarkan luas area.

Rumus sederhana:

  • Luas area (m²) ÷ luas 1 set scaffolding (±2,16 m²)

Contoh:

  • Luas area kerja: 10 meter × 6 meter = 60 m²

  • Luas 1 set scaffolding: 1,2 × 1,8 meter

  • Total kebutuhan scaffolding dasar: ±28 set

Langkah ini membantu mengetahui total kebutuhan scaffolding pada satu tingkat.

4. Menghitung Tingkat Scaffolding Berdasarkan Ketinggian Bangunan

Untuk pekerjaan bertingkat, Anda perlu menentukan tingkat scaffolding.

Contoh:

  • Tinggi bangunan: 10 meter

  • Tinggi 1 frame scaffolding: ±1,7 meter

  • Jumlah tingkat scaffolding: 10 ÷ 1,7 ≈ 6 tingkat

Jumlah scaffolding total:

  • Jumlah set per tingkat × jumlah tingkat

Dengan metode ini, menghitung kebutuhan menjadi lebih akurat dan terencana.

5. Prioritaskan Balok dan Plat Lantai

Dalam scaffolding untuk proyek struktur, bagian balok dan lantai harus menjadi prioritas karena menopang beban utama saat pengecoran.

Tips penting:

  • Pastikan jarak antar scaffolding sesuai standar.

  • Gunakan papan kerja (platform) berkualitas.

  • Periksa kapasitas beban maksimum scaffolding.

Jika area sempit dan tidak memungkinkan ukuran standar, solusi yang bisa digunakan adalah kombinasi pipa penahan dengan kekuatan setara.

6. Sesuaikan dengan Jenis Pekerjaan

Setiap jenis pekerjaan memiliki kebutuhan scaffolding yang berbeda:

  • Pemasangan bata & plesteran: fokus pada panjang dan tinggi

  • Pengecoran: perhatikan beban dan stabilitas

  • Finishing: pertimbangkan kemudahan akses dan keamanan pekerja

Pada tahap ini, Anda tidak hanya menghitung jumlah, tetapi juga memastikan scaffolding aman, sesuai standar, dan mendukung efisiensi kerja.

7. Faktor Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan

Agar hasil perhitungan lebih optimal, pertimbangkan faktor berikut:

  • Kondisi tanah dan lantai kerja

  • Beban material dan jumlah pekerja

  • Standar keselamatan konstruksi

  • Metode pemasangan scaffolding

  • Potensi perubahan desain bangunan

Perencanaan yang matang akan membantu mencegah kekurangan scaffolding, menghindari keterlambatan proyek, dan menjaga keselamatan kerja.

Baca Juga: Ketahui Tinggi Scaffolding Sesuai dengan Jenisnya

Jadi itulah solusi cara menghitung kebutuhan scaffolding yang bisa Anda terapkan dengan baik dan tepat. Kebutuhan akan scaffolding memang wajib dipenuhi. Apalagi semua jenis proses pembangunan konstruksi membutuhkan scaffolding. Dari pembangunan rumah hingga gedung bertingkat. Dengan kondisi inilah maka scaffolding menjadi bagian penting dalam dunia konstruksi bangunan yang tidak bisa dilupakan.

Untungnya sekarang Anda tidak perlu lagi kebingungan mencari scaffolding dengan kualitas terbaik dan bisa diandalkan. Telah hadir Indosteger yang menyediakan penjualan dan penyewaan scaffolding di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk wilayah Jakarta Selatan. Scaffolding dari Indosteger terdiri dari berbagai ukuran yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan Anda.

Dengan informasi cara menghitung kebutuhan scaffolding yang telah diberikan di atas, jika saat ini anda butuh tempat sewa scaffolding Jakarta Selatan? langsung saja ke Indosteger untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Artikel Terkait

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya
whatsappweb