indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Cara Tepat Menghitung Kebutuhan Atap Spandek dengan Tepat

Untuk membuat sebuah konstruksi tentunya diperlukan perhitungan yang tepat agar bangunan dapat berdiri presisi dan kokoh. Perhitungan konstruksi seperti ini memang dikenal sangat rumit. Jika terjadi satu saja kesalahan perhitungan tentunya akan mempengaruhi keseluruhan bangunan. Dan itu akan sangat membahayakan bagi keselamatan para pekerja konstruksi. Namun sebenarnya perhitungan konstruksi yang ringan seperti pemasangan atap juga dapat dipelajari oleh orang awam.

Hari ini orang sudah banyak yang menggunakan baja ringan sebagai rangka atap rumah mereka. Selain bobotnya yang ringan, material yang satu ini juga diklaim lebih kuat jika dibandingkan dengan lainnya. Sesuai dengan kualitasnya, harga baja ringan jadi relatif lebih mahal daripada material yang lain. Namun itu sangat sebanding dengan umur panjang yang dimiliki rangka baja. Sehingga Anda tidak perlu menyiapkan biaya renovasi dalam jangka waktu dekat. Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, tak heran kalau sekarang baja ringan menjadi tren.

Terlepas dari itu semua, jika Anda tertarik memasang rangka baja ringan berserta atap spandeknya. Anda terlebih dahulu perlu mengetahui berapa kebutuhan riil Anda untuk pemasangan atap ini. Dengan mengetahui perhitungannya, Anda dapat menentukan bujet anggaran belanja dengan tepat. Ini tentunya akan menghindarkan Anda dari pengeluaran yang membengkak. Langsung saja berikut cara mudah menghitung kebutuhan rangka atap baja menggunakan satu rumus sederhana.
 

Rumus Menghitung Kebutuhan Rangka Atap Baja Ringan

V = (Panjang Bangunan + Overstek Genteng) x (Lebar Bangunan + Overstek Genteng) : Derajat Kemiringan

Untuk menghitung derajat kemiringan atap genteng (menggunakan satuan Cos)

Agar lebih mudah, berikut ini adalah contoh kasusnya. Pak Budi ingin memasang atap spandek pada huniannya. Luas bangunan rumahnya adalah 12 x 12 meter. Overstek pada setiap empat sisi bangunannya adalah 2 meter. Derajat kemiringan atapnya adalah 30 derajat. Maka untuk mengetahui perhitungan volume atap baja ringan rumah Pak Budi adalah sebagai berikut:

  • Panjang Bangunan = 12+2+2 = 16 meter
  • Lebar Bangunan = 12+2+2 = 16 meter
  • Derajat Kemiringan = Cos 30 = 0.86
  • Volume = 16 x 16 : 0, 86 = 297,6 meter persegi

Maka kebutuhan luas rangka atap baja ringan untuk rumah Pak Budi adalah 297,6 m2

Seperti itu lah kurang lebih cara mudah menghitung luas rangka baja atap yang bisa Anda aplikasikan pada konstruksi atap Anda. Namun untuk mendapat hasil yang presisi, Anda perlu banyak latihan. Saat mencobanya pertama kali, Anda perlu pendampingan seorang ahli konstruksi.

Baca Juga: Jenis dan Ukuran Baja Ringan Terlengkap
 

Rumus Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Cara menghitung kebutuhan atap spandek dapat dilakukan dengan menggunakan rumus:

Kebutuhan Atap Spandek (K) = Luas Bidang Atap x Koefisien Atap Spandek Terhadap Bidang

Misalkan, Anda ingin memasang atap spandek yang satuannya berukuran 0.75 m x 3 m pada sebuah bidang atap miring panjang 8 m dan lebar 6 meter. Maka, perhitungan kebutuhan atap spandeknya adalah sebagai berikut:

Volume Pekerjaan (V) = Lebar Atap x Panjang Atap

V = 6 m x 8 m.

V = 48 m2.

Koefisien Atap Spandek (Ko) = 1 / (Spesifikasi Atap Spandek)

Ko = 1 / (0.75 x 3)

Ko = 0.444 buah/m2.

Setelah mendapatkan volume pekerjaan dan koefisien atap spandek, maka Anda tinggal menggunakan rumus kebutuhan atap spandek.

K = (2 x Volume Pekerjaan) x Koefisien Atap Spandek

K = (2 x 48 m2 ) x 0.444 lembar

K = 42.624 lembar.

Bulatkan angka tersebut, dan Anda akan mendapatkan kebutuhan atap spandek di angka 43 lembar.

Setelah mengetahui rumus untuk menghitung kebutuhan volumenya. Kini Anda perlu mengetahui bagaimana cara memasang atap spandek, yang dapat dikatakan sangat mudah.
 

Langkah Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

1. Mengukur jarak tumpuan

Langkah paling pertama yang harus Anda lakukan adalah mengukur jarak tumpuan satu titik dengan titik yang lainnya. Langkah ini akan lebih mudah jika, Anda mengacu pada gambar desain rumah.

2. Mendesain kuda-kuda

Salah satu faktor utama yang harus Anda perhatikan saat mendesain kuda-kuda adalah ketahanan kuda-kuda dalam menahan beban atap. Anda dapat meminta bantuan ahli konstruksi untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat. Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih mantap serta akurat, mungkin informasi mengenai cara mengukur kuda kuda baja ringan dapat sangat bermanfaat untuk Anda.

3. Memasang kuda-kuda

Setelah Anda mendapatkan perhitungan yang tepat untuk kuda-kuda dan selesai mendesainnya. Langkah berikutnya adalah eksekusi memasang kuda-kuda. Saat proses pemasangan diperlukan kehati-hatian yang sangat ekstra.

4. Memasang reng baja ringan

Setelah kuda-kuda terpasang sempurna, selanjutnya adalah memasang reng. Berapa jumlah reng yang digunakan bergantung pada jenis atap yang dipakai, Dalam hal ini sangat direkomendasikan menggunakan atap spandek.

5. Memasang atap

Untuk melakukan pemasangan atap spandek sebaiknya Anda meminta bantuan ahli konstruksi karena proses pemasangan ini membutuhkan teknik-teknik khusus.

6. Finishing

Saat atap telah terpasang, proses yang terakhir adalah finishing. Finishing atau penyempurnaan dilakukan dengan menambahkan nok (tepian) pinggir, rabung, talang, dan lain-lain.

Baca juga: K3 Adalah Program Perlindungan Tenaga Kerja, Apa Saja Cakupannya?

Memasang atap memang bukanlah pekerjaan yang mudah karena sangat memerlukan teknik perhitungan dan pemasangan yang tepat. Namun bukan berarti Anda sebagai orang awam tidak dapat mempelajarinya. Dengan mengetahui rumus perhitungan dan langkah-langkahnya Anda sudah mengetahui dasar-dasar pemasangan atap. Untuk mengaplikasikan ilmu ini, baiknya Anda terlibat langsung pada seluruh prosesnya. Langkah ini tentunya akan sangat menghemat pengeluaran Anda. 

Jika Anda sedang dalam proyek konstruksi dan membutuhkan penggunaan Scaffolding, maka berkonsultasilah degan kami. PT. Indosteger Jaya Perkasa adalah pabrik sekaligus supplier berkualitas Scaffolding di Indonesia. Kami melayani jual dan sewa scaffolding. Selamat mencoba, semoga artikel di atas dapat bermanafaat.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Rumah

Recent Articles