indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Mengenal Faktor Kecelakaan Kerja Konstruksi serta Jenis Jenisnya

Kecelakaan kerja konstruksi merupakan salah satu risiko yang mungkin terjadi saat melakukan pembangunan. Pasalnya, tidak dapat dimungkiri bahwa pembangunan sebuah bangunan yang berhubungan dengan ketinggian memiliki banyak faktor terjadinya kecelakaan kerja. 

Sekecil bangunan rumah tinggal sekali pun, tetap melibatkan ketinggian terutama dalam pembuatan atap dan dinding. Terjadinya kecelakaan kerja dalam bidang konstruksi bahkan dapat menyebabkan kematian. Maka dari itu, aspek keselamatan pekerja harus diperhatikan baik dari alat yang digunakan hingga material yang digunakan. 

Karena tidak sedikit kecelakaan kerja yang disebabkan oleh runtuhnya rangka bangunan ketika pembangunan. Untuk mengetahui faktor dan jenis kecelakaan kerja konstruksi, Anda dapat membaca ulasan selengkapnya berikut ini.

Apa Saja Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Konstruksi?

Perencanaan keselamatan pekerja dalam pembangunan merupakan salah satu poin yang harus ada pada rangkaian rencana pembangunan. Jika hal ini diabaikan, maka risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir dan dicegah. Agar Anda dapat membuat perencanaan keselamatan kerja yang baik, ketahui beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja berikut ini:

1. Pengawasan K3 yang Lemah

Selama pelaksanaan pembangunan, diwajibkan setidaknya satu orang untuk mengawasi K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja. Lemahnya pengawasan yang dilakukan sangat memengaruhi keselamatan dari bahaya yang berada di area kerja.

Baca Juga: Kesalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Sering Diabaikan

2.Tanpa Keterlibatan Tenaga Ahli

Melakukan proyek konstruksi harus melibatkan tenaga ahli pada bidangnya. Menggunakan tenaga kerja yang sama dalam segala bagian konstruksi justru dapat membahayakan. Tidak hanya pada kekuatan struktur rumah, tetapi juga keselamatan pekerja selama melakukan pembangunan. Metode pelaksanaan tersebut dapat dikatakan kurang tepat.

3. Rendahnya Kepatuhan akan K3

Mematuhi aturan K3 sebenarnya merupakan perilaku dasar yang harus dilakukan. Namun, sebagian besar orang hanya menganggap peraturan tersebut sebagai tulisan dan formalitas saja. Padahal K3 dibuat untuk menjaga keselamatan kerja, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan saat sedang bekerja. 

4. Alat Keselamatan yang Kurang Memadai

Faktor terjadinya kecelakaan kerja yang terakhir adalah ketersediaan kualitas dan kuantitas alat keselamatan yang masih kurang memadai. Sebagian besar orang berpikir bahwa kecelakaan kerja minim terjadi pada dunia konstruksi, sehingga mengabaikan jumlah alat keselamatan dan kualitas alat konstruksi yang digunakan. Padahal kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi di mana saja dan kapan saja.

Apa Saja Jenis Kecelakaan Kerja Konstruksi?

Berbagai peralatan berat, kekuatan, dan ketinggian bangunan menjadikan lokasi pembangunan memiliki tingkat bahaya dalam pekerjaan yang tinggi. Jenis kecelakaan kerja konstruksi yang harus diwaspadai pun berbagai macam. Berikut merupakan jenis kecelakaan yang berpotensi mengancam keselamatan kerja konstruksi:

1. Kecelakaan Kerja Akibat Terjatuh

Jenis kecelakaan kerja yang harus diwaspadai pertama adalah terjatuh dari ketinggian. Hal ini tidak hanya menjadi risiko pada konstruksi gedung tinggi saja, namun konstruksi bangunan kecil juga memiliki potensi risiko yang sama.

Baca Juga: Rincian Konstruksi Rumah 2 Lantai: Fondasi, Struktur, hingga Lama Pengerjaan

Terjatuh dari ketinggian dapat menyebabkan cedera yang serius hingga kematian. Maka dari itu, penting untuk melengkapi pekerja dengan tali pengaman dan penggunaan scaffolding yang kuat dan berkualitas.

2. Kecelakaan Kerja Akibat Tertimpa

Selain terjatuh, tertimpa juga dapat menjadi kecelakaan kerja yang berpotensi tinggi terjadi pada area konstruksi. Membuat struktur bangunan yang kurang kuat, menempatkan material pembangunan dengan sembarangan dan kurang tepat, hingga kesalahan pengoperasian alat berat yang berfungsi untuk memindahkan material pembangunan menjadi faktor terjadinya kecelakaan kerja akibat tertimpa. 

3. Kecelakaan Kerja Akibat Tertabrak Alat Berat

Pada pembangunan gedung besar, dibutuhkan berbagai alat berat dalam pelaksanaannya. Apabila tidak dilakukan dengan teliti dan oleh operator profesional, maka dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Beberapa kasus kecelakaan kerja yang berhubungan dengan alat berat bergerak adalah pekerja yang tertabrak. 

Faktor yang menyebabkan hal tersebut dapat berupa kegagalan mengatur rem parkir, gagal saat memasang ganjalan roda, tidak memperhatikan kondisi sekitar, hingga pengoperasian crane yang kurang tepat sehingga memukul pekerja yang berada di sekitarnya.

4. Kecelakaan Kerja Akibat Tersetrum

Kecelakaan kerja akibat tersetrum umumnya terjadi pada saat dilakukan instalasi listrik pada bangunan. Tersetrum adalah keadaan di mana tubuh tersengat aliran listrik. Dampak dari setrum listrik adalah memberikan luka bakar pada kulit, memberikan efek kejut, dan jika terjadi dalam tekanan listrik yang tinggi serta dalam durasi yang lama dapat menyebabkan kematian. 

Jadi itu dia beberapa faktor kecelakaan kerja konstruksi dan jenisnya. Segala bentuk kecelakaan kerja merupakan hal yang harus diwaspadai baik pada pembangunan skala kecil maupun besar. 

Rencana dan penyediaan alat keselamatan bagi pekerja adalah salah satu kebutuhan wajib konstruksi, sehingga dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja dan pembangunan dapat berjalan dengan baik. 

Apabila Anda membutuhkan scaffolding berkualitas, kuat, dan terjamin aman, sewa scaffolding di Indosteger dapat menjadi solusi yang tepat. Indosteger menyediakan kebutuhan scaffolding dan material pembangunan berkualitas yang dapat memperkuat konstruksi bangunan. 

Kunjungi website kami sekarang juga untuk mendapatkan scaffolding berkualitas dan harga terjangkau. Semoga informasi kecelakaan kerja konstruksi dapat bermanfaat dan  meningkatkan kewaspadaaan saat menjalankan proyek konstruksi.

Recent Articles