indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Rincian Konstruksi Rumah 2 Lantai: Fondasi, Struktur, hingga Lama Pengerjaan

Untuk membangun rumah 2 lantai, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Mulai dari fondasi, biaya, hingga lama pengerjaan. Fondasi berperan penting dalam proses merancang konstruksi rumah 2 lantai, terutama dalam menahan beban rumah tersebut agar dapat berdiri kokoh.

Fondasi rumah harus dibuat dengan baik agar tidak menyebabkan keretakan dan amblas pada bangunan di atasnya. Pada umumnya, fondasi rumah dibuat menggunakan material cakar ayam, karena kekuatannya sudah terbukti mampu menyangga beban yang berat. 

Apa Saja Jenis Fondasi untuk Konstruksi Rumah 2 Lantai?

Terdapat beberapa jenis fondasi yang dapat Anda sesuaikan dengan konstruksi rumah Anda. Untuk mengenal lebih jauh jenis-jenis pondasi, mari simak uraian di bawah ini secara saksama.

1. Pondasi Menerus Batu Kali

Jika rumah Anda dibangun di atas tanah yang keras, maka fondasi menerus batu kali ini layak diterapkan. Bentuk fondasi ini biasanya berbentuk trapesium dengan tinggi dan lebar yang sama serta menyatu dengan sloof. 

Pondasi menerus batu kali akan kuat dan tahan lama apabila Anda terapkan saat membangun rumah 2 lantai. Kekuatannya sudah terbukti dapat menahan beban berat rumah tersebut. Namun, rumah satu lantai pun tetap bisa menerapkannya.

Pondasi menerus batu kali untuk konstruksi rumah 2 lantai biasanya memerlukan kedalaman sekitar 60-80 cm di bawah permukaan tanah, dengan lebar tapak sama persis dengan tingginya.

Baca Juga: Beragam Jenis Pondasi Bangunan yang Umum Diterapkan

2. Pondasi Tapak

Jenis fondasi ini dapat diaplikasikan pada tanah padat maupun tanah lembek. Fondasi tapak dibuat dari semen dengan bentuk persegi. Kedalaman fondasi tapak yaitu sekitar 3 meter yang dapat diterapkan pada konstruksi rumah 3 lantai dan rumah 2 lantai. 

Pada lingkungan tanah tertentu, fondasi ini dapat dikombinasikan dengan fondasi menerus batu kali. Hasilnya akan lebih kuat, terutama saat membangun konstruksi rumah 2 lantai.

3. Pondasi Sumuran

Cara mengaplikasikan fondasi sumuran ini dengan di cor menggunakan material semen dan batu belah. Dalam menerapkan fondasi ini, Anda harus menggali tanah dengan diameter kurang lebih 80 cm. Anda dapat menerapkan konstruksi fondasi sumuran apabila lokasi rumah tidak memungkinkan untuk pembuatan turus atau tiang.

4. Konstruksi Beton Cakar Ayam

Pondasi beton cakar ayam merupakan konstruksi yang paling banyak digunakan, terutama saat membangun rumah 2 lantai. Fondasi ini dapat Anda aplikasikan pada tanah yang yang cenderung lunak maupun lembek. 

Pondasi beton cakar ayam dibuat dari plat batu dengan ketebalan sekitar 12 cm. Konstruksi ini dapat menahan keseimbangan bangunan dan mengantisipasi adanya penurunan.

Kedalaman konstruksi beton cakar ayam yaitu sedalam 1 meter. Sedangkan maksimum galian tanah yang bisa dicapai oleh fondasi cakar ayam adalah sekitar 4 meter. Kedalaman galian tanah ini dapat Anda sesuaikan dengan struktur tanah.

Baca Juga: Struktur Pondasi Cakar Ayam Rumah 2 Lantai

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Fondasi Rumah 2 Lantai?

Dalam memilih fondasi rumah 2 lantai diperlukan ketepatan dan ketelitian. Tentu agar fondasi tersebut dapat bertahan lama dan mampu menahan beban berat rumah. Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih fondasi rumah. Apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini. 

1. Jenis Tanah dan Kepadatannya

Jenis tanah akan memengaruhi keputusan dalam memilih fondasi rumah yang aman. Jika rumah Anda dibangun di atas tanah yang keras, maka Anda dapat memilih fondasi menerus batu kali. Sedangkan, jika tanah tersebut lunak, maka Anda dapat mengaplikasikan fondasi beton cakar ayam.

2. Bentuk Arsitektur Rumah

Bentuk bangunan rumah berpengaruh terhadap material yang akan digunakan. Jika rumah Anda menggunakan material yang berat, maka total beban bangunan menjadi tinggi. Untuk itu, diperlukan jenis dan ukuran fondasi yang tepat untuk menopangnya.

Baca Juga: Bagaimana Membuat Desain Arsitektur yang Unik?

3. Rencana Masa Ketahanan Rumah

Apabila rumah 2 lantai yang Anda bangun akan berdiri hingga puluhan tahun, maka pondasinya juga harus awet dan tidak mengalami keropos. Sedangkan rumah yang rencana berdirinya hanya sebentar saja, akan terlalu boros jika menggunakan fondasi yang bagus.

Bagaimana Cara Membangun Fondasi Rumah 2 Lantai Tahan Gempa?

Membangun fondasi rumah 2 lantai harus dengan perencanaan yang matang agar memberikan dampak jangka panjang pada hunian. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan fondasi tersebut apakah tahan bencana seperti gempa atau tidak.

Baca Juga: Kiat Membuat Pondasi Rumah 2 Lantai

Lantas, bagaimana cara membangun fondasi rumah 2 lantai yang tahan gempa? Simak panduannya di bawah ini.

1. Bangun Rumah di Tanah yang Keras

Kondisi tanah merupakan faktor penting dalam menentukan jenis pondasi. Untuk membangun rumah 2 lantai yang tahan gempa, sebaiknya memang dibangun di atas kondisi tanah yang keras. 

Namun, jika kondisi tanah tersebut tidak memungkinkan, Anda dapat mengkombinasikan fondasi menerus batu kali dan cakar ayam agar kokoh dan tahan dari guncangan gempa.

2. Kedalaman yang Cukup

Untuk membangun rumah 2 lantai yang tahan gempa, minimal kedalaman untuk fondasi yaitu 60 cm. Apabila Anda menerapkan fondasi menerus batu kali, maka Anda dapat menghubungkannya dengan besi sloof agar semakin kuat dan tahan lama.

3. Menerapkan Fondasi Menerus

Pondasi menerus batu kali memang terbukti tahan gempa karena memungkinkan pengaliran beban secara merata. Namun, pemilihan fondasi ini lagi-lagi disesuaikan dengan kondisi tanah. 

4. Menggunakan Balok Fondasi Rumah

Setelah membuat pondasi, disarankan untuk membuat sloof pengikat dari bahan beton sekaligus menggunakan balok. Sloof ini dapat Anda gunakan pada berbagai jenis pondasi. 

Berapa Ukuran Kolom Konstruksi Rumah 2 Lantai?

Saat membangun konstruksi rumah 2 lantai, Anda perlu memperhatikan ukuran kolom dengan matang dan tepat. Hal ini karena berpengaruh terhadap jenis fondasi yang diaplikasikan. Selain itu, ukuran kolom yang tepat dapat menghindarkan Anda dari insiden yang tidak diharapkan, seperti rumah ambruk atau roboh.

Lalu, bagaimana cara mengukur kolom rumah 2 lantai? Cara menghitungnya bermacam-macam, tetapi biasanya kolom rumah 2 lantai memakai dimensi 20/20. Ukuran begel yang dapat digunakan yaitu 8 mm untuk diameternya dan 10 cm untuk jarak pemasangannya. 

Untuk ukuran standar kolom lainnya yaitu 15 cm x 40 cm dengan menggunakan balok sebesar 15 cm x 35 cm. Angka-angka ini hanya rekomendasi, Anda dapat menyesuaikan ukurannya dengan fungsi-fungsi ruangan tersebut. 

Berapa Lama Membangun Konstruksi Rumah 2 Lantai?

Lama pengerjaan rumah 2 lantai tergantung dari beberapa hal, mulai dari luas bangunan, seberapa rumit desain rumah tersebut, bahan yang digunakan, jumlah tenaga kerja, hingga keahlian tukang bangunan.

Namun, rata-rata pengerjaan rumah 2 lantai di Indonesia dengan luas 45 meter persegi dapat selesai dalam waktu 3 bulan. Pengerjaan akan semakin lama jika luas bangunan bertambah. Misalnya luas rumah tersebut 180 meter persegi, maka membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 4 sampai 6 bulan.

Adapun jika luas bangunan tersebut mencapai 200 atau 400 meter persegi, maka waktu pengerjaan bisa mencapai satu tahun bahkan lebih. Jadi, lama pengerjaan rumah 2 lantai salah satunya tergantung dengan luas bangunan tersebut.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai dengan Mudah

Apa Saja Tahapan Membangun Konstruksi Rumah 2 Lantai?

Terdapat beberapa tahapan membangun konstruksi rumah 2 lantai yang memungkinkan konstruksi selesai tepat waktu. Apa saja itu? Simak tahapannya di bawah ini.

1. Persiapan Lahan

Tahap pertama yang perlu Anda lakukan yaitu membersihkan lahan dari pohon, puing-puing, hingga semak-semak. Anda dapat menggunakan alat berat agar prosesnya lebih mudah dan cepat. Selain itu, Anda juga dapat menentukan batas-batas rumah menggunakan papan atau tali.

2. Tahap Struktur dan Pondasi

Tahapan selanjutnya yaitu pengerjaan struktur, penggalian tanah, penentuan dan pemasangan pondasi, dan pembuatan kolom. Proses pengerjaan ini biasanya membutuhkan waktu maksimal 2 minggu.

3. Pengerjaan Dinding

Jika tahap pemasangan fondasi telah selesai, saatnya tukang mengerjakan pemasangan dinding sekaligus dilapisi semen. Lama pengerjaannya tergantung luas bangunan, tapi biasanya akan memakan waktu maksimal 3 minggu.

Baca Juga: Rumus Cara Menghitung Tinggi Dinding Rumah

4. Pengerjaan Kusen dan Lantai

Selanjutnya, Anda perlu memastikan pengerjaan kusen pintu, jendela, dan lantai akan segera dilakukan oleh mandor atau pelaksana proyek. Sebab, pengerjaan tahapan ini biasanya tidak memakan waktu yang lama.

5. Pengerjaan Rangka Atap

Pada tahapan ini, Anda perlu memastikan terlebih dahulu material apa yang akan digunakan. Jika Anda menggunakan atap baja ringan, maka prosesnya bisa lebih cepat, yaitu maksimal 7 hari.

Baca Juga: Konstruksi Atap Baja Ringan beserta Kelebihan dan Kekurangannya

6. Pengerjaan Saluran

Apabila pengerjaan rumah 2 lantai sudah sampai pada tahap ini, maka bisa dipastikan proses pembangunan rumah Anda hampir selesai. Dalam pengerjaan saluran, Anda perlu menghitung ada berapa saluran listrik yang diperlukan. Selain itu, ada juga saluran air, pipa untuk ledeng, dan berbagai saluran lainnya.

7. Pengerjaan Plafon 

Lama pengerjaan plafon akan selesai dalam waktu kurang dari seminggu jika tidak terjadi kendala. Terdapat beberapa jenis plafon yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan dan konsep rumah Anda.

Baca Juga: Tips Memilih dan Pemasangan Motif Plafon Minimalis

8. Finishing 

Tahapan finishing dapat dikatakan juga sebagai tahap penyempurnaan. Pada tahapan ini, Anda sudah bisa mengecat rumah, merapikan material lain seperti kusen, hingga mempersiapkan keperluan dan hiasan rumah. 

Demikian informasi mengenai konstruksi rumah 2 lantai, lengkap dengan pondasi, biaya, hingga lama pengerjaan. Dalam tahapan membangun rumah, terdapat beberapa komponen dan peralatan yang pasti Anda butuhkan, mulai dari suri-suri, scaffolding, dan bekisting.

Dalam rangka menekan biaya pembangunan rumah, Anda dapat melakukan sewa scaffolding di Indosteger. Harga sewanya mulai dari mingguan atau bulanan. Indosteger merupakan agen dan distributor Scaffolding tepercaya di Indonesia. Hubungi Indosteger sekarang juga untuk mendapat informasi harga sewa lebih lanjut.

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya