indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kelebihan dan Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Jika Anda melihat rumah-rumah yang ada di sekitar Anda, pastinya sudah ada tiga bagian yang harus dipenuhi agar tercipta rumah yang layak dan kokoh, yaitu bagian dasar (pondasi), bagian badan (kerangka dan kolom), dan terakhir adalah bagian atas (atap). Demi bisa mendapatkan rumah yang berkualitas, tentu saja ketiga bagian tersebut harus dikerjakan dengan sebaik mungkin dan diperhatikan bahan-bahan yang digunakan. Jika tidak memperhatikan bahan-bahan yang digunakan, rumah tersebut malah bisa menjadi tidak berkualitas, serta membahayakan penghuni juga. Kenyamanan rumah tersebut menjadi dipertanyakan.

Khusus untuk bagian atap, cukup banyak jenis atap yang dijual di pasaran. Ada atap genteng tanah liat, atap genteng beton, atap genteng, cor, atap genteng keramik, atap genteng kaca, atap genteng metal, atap seng, atap sirap, atap asbes, atap genteng aspal, atap kanopi, dan atap awning. Namun, dari sekian banyak pilihan atas ini, sebenarnya ada satu jenis atap lainnya yang bisa Anda jadikan pilihan yaitu atap spandek.

Atap spandek adalah atap yang memiliki warna mayoritas berwarna putih. Terbuat dari campuran seng dan alumunium, atap spandek juga terkadang mengandung bahan silikon. Mengapa menggunakan silikon untuk atap? Alasan utamanya adalah meningkatkan daya lentur atap sehingga bisa mudah untuk dibentuk, sekaligus memperlancar proses pemasangan di atas rumah. Khusus untuk atap spandek yang mengandung silikon, komposisinya menjadi 43% seng, 55% alumunium, 1,5% silikon, dan ditambah lapisan pelindung yang berguna untuk menambahkan daya tahan atap spandek dari korosi yang bisa menyerang seiring pemakaian.

Kelebihan atap spandek

Kebutuhan atap spandek memang terus naik seiring berjalannya waktu. Dengan menggunakan atap spandek, cukup banyak kelebihan yang ditawarkan atap spandek, yang tentunya bisa menaikkan kualitas rumah serta terlihat lebih menarik ketika dilihat dari luar. Selain itu, kelebihan atap spandek adalah:

- Dengan menggunakan atap spandek, rumah tidak akan terasa panas karena memiliki kemampuan tidak tembus sinar matahari.

- Serangan rayap memang menjadi momok yang cukup menakutkan, namun tenang saja. Atap spandek sudah terbukti menjadi atap yang anti rayap.

- Bobot dari atap spandek juga terhitung ringan, bahkan sangat ringan.

- Atap spandek juga tidak mudah pecah dan retak. Berbeda dengan beberapa jenis atap lainnya yang bisa pecah dan retak ketika sudah lama digunakan.

- Dengan kemampuan yang tidak mudah pecah dan retak, umur dari atap spandek juga termasuk cukup lama. Menurut penelitian, umur atap spandek bisa mencapai 20 tahun.

- Bagi yang ingin mendapatkan atap yang bisa memiliki berbagai macam warna, maka atap spandek adalah pilihan yang tepat karena tersedia dalam berbagai macam warna, sehingga bisa disesuaikan dengan warna cat rumah.

-  Harga menjadi kelebihan utama dari atap spandek. Harga atap spandek cukup murah dan terjangkau, jadi cocok untuk yang ingin membangun rumah dengan dana yang minim.

Langkah-langkah pemasangan atap spandek

Di dalam memasang atap spandek, tentu saja ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar atap spandek bisa terpasang dengan baik, kokoh, dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Bagi yang ingin tahu bagaimana cara pemasangan atap spandek yang lengkap, di bawah ini ada langkah-langkah yang bisa diikuti.

- Mengukur jarak tumpuan. Atap spandek tentunya memiliki ukurannya sendiri. Untuk itu Anda harus mengukur masing-masing jarak tumpuan satu dengan yang lainnya agar bisa memasang atap spandek dengan pas dan sesuai.

- Mempersiapkan kuda-kuda dari baja ringan. Penggunaan baja ringan untuk kuda-kuda atap rumah sudah semakin jamak ditemukan pada saat ini. Untuk pemasangan atap spandek sendiri, juga bisa menggunakan kuda-kuda dari baja ringan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti menghitung kekuatan kuda-kuda untuk menahan beban atap, melihat kemiringan atap yang sesuai keinginan, menentukan panjang dari top chord. Untuk langkah ini, sebaiknya memang menggunakan jasa orang yang sudah mengetahui seluk beluk kuda-kuda dari baja ringan.

- Melakukan pemasangan kuda-kuda. Jika sudah menghitung kuda-kuda dan segala hal di atas, sekarang tinggal melakukan pemasangan kuda-kuda dengan tepat dan sesuai perhitungan sebelumnya.

- Melakukan pemasangan reng baja ringan. Setelah memasang kuda-kuda, giliran reng baja ringan. Untuk pemasangan reng baja ringan ini sendiri, memang harus disesuaikan dengan penutup bagian atap, yang dimaksud kali ini adalah atap spandek.

- Melakukan pemasangan atap spandek. Sekarang tinggal memasang atap spandek saja, sesuai dengan jarak tumpuan yang sudah dihitung sebelumnya.

- Mempercantik atap spandek. Jika sudah memasang atap spandek, sisanya tinggal memasangkan rabung, nok pinggir, dan hal lainnya yang bisa mempercantika atap spandek.

Cara menghitung kebutuhan atap spandek

Sama dengan atap-atap lainnya, tentu saja ada perhitungan tersendiri di dalam menghitung kebutuhan atap spandek. Untungnya, ada satu rumus di dalam menghitung kebutuhan atap spandek yaitu:

Jumlah kebutuhan genteng = Luas bidang atap x Koefisien genteng terhadap bidang

Contoh kasus:

Untuk pemasangan atap spandek, panjang sisi miring atap yang nantinya akan ditutup dengan atap spandek sebesar 8 m, dan lebar bidang lainnya adalah 6 m. Sedangkan ukuran atap spandek yang mau digunakan adalah 0,75 m x 3 m. Maka berapa kebutuhan atap spandek yang cukup untuk menutup atap rumah dengan sempurna dan pas?

Panjang x lebar atap = 8 m x 6 m = 48 m2

Koefisien atap spandek = 1/(0.75 x 30) = 0.444 buah/meter2

Jumlah kebutuhan genteng = Luas bidang atap x Koefisien genteng terhadap bidang

= (2 x 48 m2) x 0.444 lembar

= 96 m2 x 0.444 lembar = 42.624 = 43 lembar

Jadi, untuk menutup atap rumah tersebut dengan sempurna, diperlukan 43 lembar atap spandek.


Itulah kelebihan dan cara menghitung kebutuhan atap spandek yang berguna untuk diaplikasikan di rumah saat ini juga. Rasakan keunggulan atap spandek dengan kualitas yang mumpuni sekaligus kokoh

You May Also Like