indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Ukuran Pipa Paralon Berdasarkan Fungsi serta Jenisnya

Pipa paralon atau biasa dikenal sebagai pipa pvc adalah jenis pipa yang terbuat dari material polivinil klorida (PVC). Paralon menggeser pipa besi karena dianggap lebih ekonomis. Selain itu, pipa paralon juga anti karat dan anti asam alkali. Untuk dapat menggunakannya dengan baik, Anda harus mengetahui jenis serta ukuran pipa paralon dengan baik.

Ada berbagai ukuran pipa scaffolding yang digunakan di Indonesia. Adapun material polivinil klorida membuat pipa ini memiliki bobot yang ringan dan lebih lentur. Artikel ini akan membahas tentang jenis, fungsi, dan ukuran pipa paralon.

 

Apa Saja Jenis-Jenis Pipa PVC?

Anda akan dengan sangat mudah menemukan berbagai jenis pipa PVC di pasaran. Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa jenis pipa paralon yang umum digunakan pada bangunan, yaitu: 

 

1. Pipa Paralon Tipe AW

Pipa paralon kelas AW adalah jenis pipa paralon yang paling tebal. Sebagai paralon paling tebal, rucika AW mampu menahan tekanan hingga 10 kg/cm2. Dengan tingkat ketahanan tinggi, pipa paralon kelas AW cocok digunakan pada saluran air yang bertekanan tinggi, misalnya saluran air yang menggunakan pompa air.

 

2. Pipa Paralon Tipe D

Selanjutnya ada pipa paralon kelas D. Jika diurutkan dari segi ketebalannya, pipa paralon kelas D ada di bawah pipa paralon kelas AW. Jika AW mampu menahan tekanan hingga 10 kg/cm2, paralon kelas D mampu menahan tekanan hingga 5 kg/cm2. Biasanya, pipa paralon jenis ini digunakan pada saluran pembuangan air rumah tangga.

 

3. Pipa Paralon Tipe C

Jenis pipa paralon berikutnya adalah pipa paralon kelas C. Pipa kelas C ini adalah pipa paralon yang paling tipis jika dibandingkan dengan kelas AW maupun kelas D. Memiliki tingkat ketebalan yang rendah, paralon kelas C digunakan pada saluran yang tekanannya rendah atau bahkan tidak ada tekanan sama sekali, seperti untuk melindungi kabel listrik.

Baca juga: Jenis-Jenis Support Pipa dan Fungsi Pada Instrumentasi

 

Apa Saja Fungsi Pipa PVC?

Dengan ukuran serta standarisasi yang sangat beragam, fungsi pipa paralon pun sangat variatif. Berikut adalah kreasi dari pipa paralon berdasarkan fungsinya yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari:

  • Sebagai pelindung kabel listrik (biasanya menggunakan pipa paralon kelas C 5/8).
  • Sebagai saluran pemasok air untuk kebutuhan rumah tangga (biasanya menggunakan pipa paralon kelas AW ½ atau ¾).
  • Sebagai saluran pembuangan air (menggunakan pipa paralon kelas D 2 ½, 3, dan 4).
  • Sebagai pipa air bertekanan rendah (menggunakan pipa paralon kelas C 3 atau 4)

 

Apa Saja Ukuran pipa PVC Sesuai Tipe?

Setelah membahas tentang jenis-jenis pipa paralon beserta fungsinya, sekarang mari membahas tentang ukuran pipa paralon. Sama seperti jenisnya, ukuran pipa paralon pun sangat variatif. Simak tabel berikut untuk mengetahui ukuran pipa paralon yang banyak beredar di pasaran.

Standar ukuran pipa PVC di Indonesia sendiri umumnya mengikuti standar Japanese Industrial Standard (JIS). Sementara untuk pipa PVC PDAM menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Berikut adalah tabel ukuran pipa PVC yang dapat Anda jadikan panduan.

 

Jenis dalam Inch

Ukuran

Tebal (kelas AW)

Sedang (kelas D)

Tipis (kelas C)

-

-

C 5/8

17 mm

AW ½

-

C ½

22 mm

AW ¾

-

C ¾

26 mm

AW 1

-

C 1

32 mm

AW 1 ¼

D 1 ¼

C 1 ¼

42 mm

AW 1 ½

D 1 ½

C 1 ½

48 mm

AW 3

D 3

C 3

89 mm

AW 4

D 4

C 4

114 mm

AW 5

D 5

C 5

140 mm

AW 6

D 6

-

165 mm

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Pipa Air Tersumbat Dengan Tepat
 

Apa Saja Jenis Standar Pipa PVC?

Karena penggunaannya yang begitu luas, pipa PVC memiliki berbagai jenis standar yang berlaku di berbagai wilayah. Standarisasi ini berfungsi untuk memastikan kalau pipa PVC yang dijual dalam area tersebut memenuhi standar sesuai dengan konteks dimana pipa PVC tersebut digunakan.

Berikut adalah beberapa jenis standarisasi pipa PVC yang harus Anda ketahui.

 

1. Standar Nasional Indonesia (SNI)

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standarisasi dalam bidang industri yang dibentuk oleh panitia teknis yang ditentukan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Dari namanya, standarisasi ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

 

2. Japanese Industrial Standard (JIS)

Sesuai namanya, pipa JIS adalah standarisasi yang mengatur standar dalam industri Jepang.

Standarisasi ini dikeluarkan oleh Japanese Standard Association (JSA) yang bertujuan untuk menjaga standar dan hasil dari industri Jepang.

 

3. British Standard (BS)

British Standard (BS) adalah salah satu standarisasi yang tertua. Dibentuk pada tahun 1901, standarisasi ini meliputi beberapa aspek meliputi rekayasa, kualitas, keselamatan, dan keamanan.

Dari namanya, standarisasi ini berlaku di Inggris serta wilayah persemakmuran yang berada di bawah kerajaan Inggris.

 

4. American Society for Testing and Material (ASTM)

Standar American Society for Testing and Material (ASTM) adalah standarisasi tertua di dunia. Standarisasi ini dibentuk pada tahun 1898 ketika pembangunan sistem kereta api di Amerika sedang tumbuh pesat.

Standarisasi ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan dengan negara-negara maju dan berkembang mengadopsinya selain Amerika Serikat sendiri.

Setiap jenis dan ukuran pipa paralon memiliki kegunaannya masing-masing. Untuk itu, pastikan Anda paham betul dengan kegunaan masing-masing pipa paralon. Semoga artikel ini bisa membantu Anda untuk lebih memahami tentang pipa paralon beserta jenis dan fungsinya. Jika Anda sudah tahu mana paralon yang dibutuhkan, segera dapatkan di Indosteger. Seluruh pipa paralon di Indosteger memiliki kualitas terbaik sehingga cukup tahan lama. 

Baca juga:  7 Penyebab Pipa Bocor yang Wajib Diketahui

Recent Articles