indosteger@gmail.com   +62218294428

News

5 Jenis Pondasi Terbaik untuk Konstruksi Bangunan Rumah

Dalam membangun sebuah gedung atau rumah, pondasi merupakan bagian penting dari konstruksi bangunan rumah yang harus diperhitungkan dengan cermat. Pondasi rumah yang dibuat secara asal-asalan akan berpengaruh pada ketahanan rumah tersebut. Pondasi sendiri terdiri dari beberapa jenis yang bisa Anda pilih. Apa sajakah? Berikut beberapa di antaranya.

Pondasi Tapak

Pondasi tapak memiliki struktur yang kuat dan terbuat dari susunan beton bertulang. Tiang pondasi tapak ini biasanya dipancang atau dipasangkan pada tanah yang memiliki sifat keras, itulah mengapa tidak heran bila bangunan dengan struktur yang tinggi menggunakan pondasi tapak.

Keunggulan lainnya dari pondasi tapak adalah dari segi biaya yang dikeluarkan lebih murah. Selain itu, tanah yang diperlukan untuk penggalian juga cenderung lebih sedikit.

Pondasi Tikar

Setelah pondasi tapak, untuk konstruksi bangunan rumah yang sering digunakan ialah pondasi tikar. Penggunaan pondasi tikar bertujuan untuk menyebar beban pada struktur atas, terutama untuk area yang lebih luas. Tidak hanya itu saja, penggunaannya terkadang dilakukan ketika kondisi beban pada kolom saling berdekatan dan terkoneksi.

Adapun keunggulan bila menggunakan pondasi tikar di antaranya adalah dapat menurunkan tekanan. Hal tersebut karena terdapat plat beton yang mampu mengimbangi gerakan yang berbeda-beda pada posisi beban. Untuk tanah dengan kondisi yang tidak stabil atau lunak, pondasi tikar sangat cocok untuk Anda pilih.

Pondasi Jenis Sumur

Jika konstruksi bangunan rumah yang dibuat berupa rumah tingkat, maka pondasi yang banyak digunakan adalah pondasi jenis sumur. Mekanisme pembuatan pondasi ini adalah dengan membuat lubang menyerupai sumur dan dicor dengan menggunakan komponen beton. Selain beton, Anda juga bisa menggunakan batu belah untuk isian bahan cor pada pondasi.

Pondasi sumur yang ideal memiliki diameter 60-80 cm dan dengan kedalaman 8 meter. Untuk penggunaannya sendiri, biasanya digunakan untuk jenis tanah yang tidak stabil sehingga lebih tahan gempa. Selain itu, pondasi ini cocok dilakukan pada rumah yang tidak memungkinkan mengangkut tiang pancang.

Pondasi Beton Lajur

Selanjutnya, ada pondasi konstruksi bangunan berbentuk memanjang atau lajur dan dikenal pula dengan istilah strip foundations. Sesuai namanya, pondasi memanjang banyak digunakan yang memiliki beban memanjang. Pondasi memanjang sangat cocok digunakan untuk rumah yang berbentuk trapesium maupun berbentuk persegi.

Susunan pondasi lajur biasanya terdiri dari bahan campuran seperti pecahan batu, batu kali, maupun cor beton tanpa tulang. Keunggulan pondasi ini lebih murah dan bisa digunakan untuk menopang secara vertikal maupun horizontal. Penggunaannya pun tidak terlalu membutuhkan tempat yang lebar.

Pondasi Bentuk Rakit

Pondasi konstruksi bangunan rumah yang terakhir adalah berbentuk rakit. Dalam dunia konstruksi, pondasi ini disebut juga dengan raft foundations. Biasanya, penggunaan pondasi rakit adalah untuk menampung beban pada area yang cukup luas dan lebar. Susunan pondasi rakit terdiri dari plat beton, ukurannya beragam, dan terdiri dari jalur kolom.

Pemasangan jalur kolom juga harus dilakukan hati-hati dan disesuaikan dengan permukaan tanah, terutama tanah yang lunak dan memiliki sifat daya tahan rendah. Maka dari itulah, terkadang pekerja konstruksi menggunakan beton bertulang agar lebih kuat.

Baca Juga : Bagian-bagian Konstruksi Bangunan yang Harus Ada pada Hunian Anda

Setelah Anda mengetahui jenis pondasi untuk konstruksi bangunan rumah, kini saatnya Anda memilih mana konstruksi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di mana rumah tersebut akan dibangun. Ada baiknya pula Anda untuk berkonsultasi dengan arsitek maupun desainer agar dapat menentukan pondasi terbaik. Semoga bermanfaat!

You May Also Like