indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Pondasi Cakar Ayam Karya Orang Indonesia yang Mendunia

Pondasi cakar ayam adalah suatu metode rekayasa teknik yang dipakai dalam konstruksi pondasi bangunan. Nama tersebut diberikan karena pipa-pipa beton yang berada di bagian bawah pondasi tersebut berbentuk menyerupai cakar ayam yang terdiri atas plat beton dan pipa-pipa beton sebagai pendukungnya.

Ide ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang saat itu ditugaskan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa sekitar Ancol, Jakarta ada tahun 1961 - 1962. Menara listrik tersebut nantinya akan menyalurkan listrik dari Tanjung Priok ke Gelanggang Olahraga Senayan yang akan digunakan untuk pergelaran Asian Games. Pondasi yang ditemukan beliau akhirnya diakui oleh seluruh dunia.

Fungsi, Komponen, dan Variasi Pondasi Cakar Ayam

Fungsi cakar ayam memiliki fungsi yang kuat untuk mencengkeram kuat lahan yang ada di bawahnya agar bangunan yang di bangunan di atasnya memiliki konstruksi yang lebih kuat dan stabil. Dapat menopang beban hingga 2000 ton beratnya.

Ini sudah dibuktikan oleh Ahli Perancis yang menguji coba penggunaan pondasi ini pada landasan terminal udara Cengkareng dengan beban pesawat B 747 bermuatan penuh seberat 360 ton.

Pondasi cakar ayam memiliki bentuk pelat persegi dengan ukuran yang bermacam-macam. Ukuran tersebut menyesuaikan pada beban bangunan dan kondisi struktur tanah. Rincinya, pembuatan pondasi cakar ayam terdiri dari pipa-pipa beton yang berbentuk seperti cakar ayam dengan jarak sumbu sekitar 2-3 meter.

Pipa-pipa ini biasanya memiliki diameter 1,2 meter dengan ketebalan 8 cm. Untuk ukuran panjangnya sendiri menyesuaikan kebutuhan. Sedangkan, pelat beton biasanya memiliki ketebalan 10-15 cm.

Fungsi konstruksi cakar ayam ini akan lebih cocok digunakan untuk bangunan yang cenderung rumit dan bertingkat. Bukan karena harga atau bahan, namun dibutuhkan kedalaman yang cukup dalam untuk membangun kerangka dan tulang dari pondasi ini.

Maka dari itu untuk rumah sederhana satu lantai, jika ingin lebih mudah bisa menggunakan pondasi konvensional.

Karakteristik Pondasi Cakar Ayam

Berikut adalah ciri-ciri khas yang dimiliki oleh pondasi cakar ayam:

1. Dapat Dibangun Di Berbagai Jenis Tanah

Pemasangan cakar ayam bisa dilakukan pada jenis tanah apapun. Pendirian bangunan pada tanah yang lembek sekalipun tetap dapat dilakukan. Dikarenakan fungsi cakar ayam ini memang ditujukan untuk menopang pembangunan yang dibangung pada kawasan tanah kurang kokoh, sehingga jarang sekali bangunan dapat roboh dan bergeser.

Cuaca apapun tidak akan menghalangi kekokohan pondasi ini. Secara kesatuan pipa dan plat beton bertulang akan mencengkeram tanah yang lembek dengan kuat. Jadi, perkara tanah lembek ataupun keras tidak menjadi halangan untuk pondasi cakar ayam. Pondasi cakar ayam sudah terbukti berhasil didirikan pada jenis tanah apapun.

2. Rumit Namun Kokoh

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan jenis pondasi cakar ayam. Pondasi ini bisa dibangun di atas tanah yang tidak stabil, tidak membutuhkan sistem drainase, seperti sambungan kembang susut. Jadi, cocok digunakan di berbagai wilayah di Indonesia. Pondasi cakar ayam sangat populer dan banyak digunakan dalam beragam bangunan karena pondasi cakar ayam memiliki kemampuan yang bagus untuk menopang beban hingga 500-600 ton per kolom. Oleh karena itu, bangunan yang dibangun menggunakan jenis pondasi cakar ayam dapat berdiri dengan kuat dan stabil. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan saat membangun rumah.

Baca juga: Cara Membuat Cakar Ayam 40x40 yang Aman Sesuai Standar

Proses Pembuatan Pondasi Cakar Ayam

Tentu saja pengerjaan pondasi cakar ayam harus menggunakan jasa tukang bangunan. Meskipun demikian, tetap menjadi kewajiban Anda untuk melakukan pengecekan dan mengawasi proses pembangunan. Coba perhatikan cara membuat cakar ayam dan konfirmasi hal-hal ini kepada tukang bangunan Anda.

1. Penggalian tanah

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan penggalian tanah adalah menentukan ukuran lebar, panjang, dan kedalaman pondasi cakar ayam nantinya. Hal teknis yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan penggalian tanah adalah penempatan galian pondasi yang dibuat lebih lebar dari ukurannya agar para pekerja dapat bekerja dengan leluasa.

Sebagai tambahan, semua galian tanah harus diposisikan jauh dari tempat pengerjaan pondasi agar tidak mengganggu aktivitas lain.

2. Membuat tulangan besi pondasi

Untuk merakit tulangan (pipa-pipa beton) jenis pondasi cakar ayam seharusnya dikerjakan di luar tempat pengecoran tetapi masih dilaksanakan dalam satu tempat proyek. Hal ini dilakukan agar tulangan pondasi dapat dipasang segera setelah dirakit. Secara teknis, hasil rakitan tulangan dimasukkan ke dalam tanah galian lalu ditempatkan tegak lurus dengan bantuan waterpass.

Baca Juga: Tabel Berat Besi Beton Polos dan Ulir Sesuai Ukuran

Langkah selanjutnya adalah memberikan jarak 40 mm antar tulangan dan dasar tanah dengan batu kali yang ditempatkan pada setiap ujung sisi sebagai pengganjal. Setelah rakitan terpasang dengan baik dan benar, langkah berikutnya adalah membuat pelat beton atau pengecoran.

3. Pemasangan Bekisting

Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang sifatnya sementara dan digunakan untuk mencetak beton yang akan dicor selanjutnya, baik di dalam atau di atas. Simak lebih lanjut bagian dari bekisting kolom dan bagaimana cara memasangnya.

4. Pengecoran

Langkah terakhir dalam membuat pondasi cakar ayam adalah pengecoran. Bahan-bahan yang digunakan dalam langkah ini adalah, pasir, semen, kerikil, dan air. Agar Anda mendapatkan hasil dengan mutu terbaik, Anda juga harus menggunakan bahan yang bermutu juga.

Baca juga: Harga Besi Cakar Ayam Berdasarkan Jenis serta Ukurannya

Alat dan Bahan

Penggunaan besi beton dan jenis cakar ayam besi itu pastinya dibutuhkan cukup banyak. Ada banyak jenis besi, beton hingga cakar ayam besi yang bisa Anda gunakan. Harap sesuaikan dengan jenis struktur bangunan dan tanah.

Harga untuk besi biasanya dimulai dari 80 ribu hingga 300 ribu, tentunya disesuaikan dengan kualitas, tebal atau ukuran besi. Besi pondasi dan bahan-bahan lainnya seperti semen, batu bata, batu beton dan lain-lain juga patut diperhitungkan.

Ini menjadi alasan mengapa penggunaan cakar ayam itu cukup mahal jika dilakukan pada bangunan kecil. Ini menjadi hal penting untuk dipikirkan, saat membangun pastikan anda wajib siap dengan biaya alat bahan.

Apa saja kelebihan pondasi cakar ayam?

Dengan karakteristiknya yang rumit, pondasi cakar ayam menawarkan segudang kelebihan untuk bangunan Anda. Berikut adalah kelebihan pondasi cakar ayam yang dapat Anda rasakan:

1. Dapat dibangun di berbagai jenis tanah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pondasi cakar ayam adalah jenis pondasi yang dapat Anda andalkan pada berbagai jenis tanah. Mulai dari jenis tanah lembek hingga padat, Anda dapat memastikan kalau bangunan Anda akan berdiri kokoh ketika menggunakan pondasi cakar ayam.

2. Tidak membutuhkan sistem drainase

Karena pondasi cakar ayam memanfaatkan beton pada yang sangat kuat, maka Anda tidak perlu membuat sistem drainase untuk pondasi ini. Hal ini tentunya dapat membantu Anda menghemat pengeluaran dari sisi biaya material serta waktu pengerjaan pondasi.

3. Memperkokoh struktur bangunan

Pondasi cakar ayam adalah pondasi yang cukup kuat untuk menahan bangunan pada tanah lembek. Oleh karena itu, ketika Anda menggunakan jenis pondasi ini pada tanah yang padat, kekuatan pondasi ini tentunya akan lebih kuat yang membuat bangunan Anda jauh lebih aman dari guncangan.

Baca Juga: 6 Macam Macam Gaya Dalam Struktur Bangunan

Apa saja kekurangan pondasi cakar ayam?

Dibalik kelebihannya, pondasi cakar ayam bukanlah pondasi yang sempurna. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Berikut adalah beberapa kekurangan pondasi cakar ayam yang harus Anda pertimbangkan:

1. Biaya pengerjaan yang mahal

Untuk mendapatkan daya cengkram pondasi cakar ayam yang kuat, Anda harus mengeluarkan banyak biaya.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai dengan Mudah

Hal ini karena proses pembuatannya yang cukup rumit serta membutuhkan banyak bahan serta teknologi. Misalnya, Anda membutuhkan banyak bahan untuk proses betonisasi dari pondasi cakar ayam.

2. Proses pembuatan yang kompleks

Kekuatan cengkraman yang dimiliki oleh pondasi cakar ayam datang dari proses pengerjaannya yang kompleks. Selain dapat membuat biaya material meningkat, ada kemungkinan proyek Anda dapat terhambat karena kompleksitas pembuatan pondasi.

3. Lebih cocok untuk bangunan besar

Jenis pondasi ini memang dapat membantu struktur bangunan semakin kokoh. Namun, dengan proses yang rumit dan biaya yang harus dikeluarkan, pondasi cakar ayam umumnya hanya digunakan pada proyek konstruksi yang besar.

Anda memang tetap dapat menggunakan jenis pondasi ini untuk membangun konstruksi yang lebih kecil, misalnya rumah satu lantai. Namun, ada lebih banyak jenis pondasi konvensional yang lebih cocok dari segi biaya dan waktu pengerjaan.

Demikian informasi-informasi mengenai sistem dan fungsi, kelebihan dan kekurangan, dan proses pembuatan pondasi cakar ayam. Jika Anda ingin menggunakan sistem pondasi cakar ayam pada rancangan bangunan Anda, pastikan memilih bahan bangunan yang terpercaya kualitasnya.

Jika Anda sedang dalam proyek konstruksi dan membutuhkan penggunaan Scaffolding, maka berkonsultasilah degan kami. PT. Indosteger Jaya Perkasa adalah pabrik sekaligus supplier berkualitas Scaffolding di Indonesia. Kami melayani jual dan sewa scaffolding. Selamat mencoba, semoga artikel di atas dapat bermanafaat.

Selamat merencanakan bangunan dan rumah impian Anda!

Baca juga: 9 Jenis Pondasi Bangunan yang Umum Diterapkan

Recent Articles