indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kekurangan dan Kelebihan Atap Pelana Selengkapnya

Atap pelana adalah salah satu jenis struktur atap bangunan. Struktur pelana ini umum digunakan pada bangunan rumah. Wujudnya berupa dua sisi miring 30-45 derajat yang bertemu pada satu titik dan ditopang oleh dinding (biasanya berbentuk segitiga). Dengan begitu, akan tercipta sebuah ruang di bawah atap. 

Di Indonesia, kebanyakan bangunan rumah pun menggunakan struktur pelana ini. Memang, ada beberapa kelebihan yang membuat struktur ini sangat cocok digunakan di Indonesia dengan iklim tropis. Berikut adalah penjelasan mengenai kekurangan serta kelebihan atap pelana.

 

Kekurangan atap pelana

Ada beberapa kekurangan dari struktur pelana yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya pada bangunan rumah Anda. Simak uraiannya berikut.

  • Ketahanan terhadap hujan dan angin

Atap sebagai struktur terluar sebuah bangunan, atap berisiko terkena terpaan hujan dan angin. Untuk itu, atap harus dirancang dengan cermat dan kuat. Begitu pula dengan atap pelana. Kekuatan tiap sisi miring atap harus seimbang dan kemiringannya tidak boleh terlalu landai. Jika tidak, atap akan hancur atau bahkan roboh.

  • Ketahanan segitiga penopang

Atap hanya dapat bekerja dengan adanya penopang. Maka dari itu, ketahanan penopang harus sangat diperhatikan. Pada atap pelana, sering kali penopang justru menjadi kekurangan karena dibuat asal-asalan. Dampaknya, atap lebih rentan terkena terpaan air hujan, angin, bahkan sinar matahari. Anda bisa menambahkan overstek pada atap agar penopang lebih kuat dan tahan lama.

Baca juga: Konstruksi Atap Baja Ringan, Kelebihan dan Kekurangannya

 

Kelebihan atap pelana

Setelah membahas tentang kekurangan struktur pelana, sekarang mari membahas tentang kelebihannya berikut ini.

  • Instalasi yang mudah

Jika dibandingkan dengan struktur atap yang lain, pelana cenderung lebih mudah instalasinya. Dengan begitu, waktu pengerjaan atap pun bisa dihemat. Walau begitu, bukan berarti Anda bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhitungkan dengan cermat saat menggunakan atap pelana, misalnya sudut kemiringan dan material yang digunakan.

  • Mampu menyerap panas matahari

Kelebihan atap pelana lainnya adalah kemampuan menyerap panas yang baik. Dengan kemampuan seperti ini, tidak heran jika struktur pelana sangat populer di Indonesia yang notabene adalah sebuah negara tropis. Sudut miring pada ataplah yang membuat pelana dapat membantu penyerapan panas.

  • Lebih hemat

Struktur rangka yang digunakan untuk membentuk atap pelana sangat sederhana. Jadi, bahan material yang digunakan untuk proses pemasangannya pun tidak banyak. Kuda-kuda atap cukup ditempatkan pada bagian tengah bangunan. Sebab, dinding penopang segitiga pada atap pun dapat berfungsi sebagai kuda-kuda. Dengan begitu, Anda bisa lebih hemat jika menggunakan struktur atap ini untuk bangunan.

  • Tidak mudah bocor

Berikutnya, struktur pelana tidak mudah bocor. Ini karena kemiringan atap membuat gaya gravitasi dapat bekerja dengan maksimal. Sudut atap yang miring akan membuat air hujan berpindah dengan cepat dari atas ke bawah. Jadi, air tidak sempat menggenang pada atap dan kebocoran pun bisa dicegah.

  • Fleksibel

Terakhir, struktur pelana juga cenderung fleksibel. Dalam hal ini, maksudnya atap pelana bisa digunakan untuk berbagai konsep bangunan, mulai dari tradisional, minimalis, hingga kontemporer.

Dari sini Anda bisa tahu bahwa atap pelana ternyata memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan. Kekurangan pada struktur pelana dapat dihindari dengan melakukan perhitungan yang cermat dan akurat. Anda juga bisa memaksimalkan kelebihan atap pelana dengan menggunakan bahan material terbaik untuk menyusun struktur rangka atap. Salah satunya adalah dengan menggunakan harga besi hollow dengan kualitas terbaik yang bisa didapatkan di Indosteger.

Baca juga: 7 Keunggulan Kelemahan Atap Galvalum dan Harganya

Recent Articles