indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Konstruksi Atap Baja Ringan beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Konstruksi baja ringan memiliki banyak kelebihan, namun pemilihan material untuk konstruksi atap tidak boleh sembarangan. Dalam hal ini, konstruksi atap baja ringan terbilang populer karena memiliki beberapa keunggulan yang bisa menandingi penggunaan material konvensional seperti kayu. 

Nah, jika Anda tertarik untuk membuat konstruksi atap baja ringan, simak dahulu ulasan berikut agar tahu kelebihan dan kekurangannya!
 

Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan

Sebelumnya, orang-orang lebih sering memilih kayu atau jenis baja konvensional lainnya sebagai rangka atap rumah mereka. Kini, trend mulai bergeser di mana orang-orang lebih memilih untuk menggunakan rangka atap baja ringan.

Bahan dasar pembuatan material baja ringan rata-rata menggunakan aluminium dan seng. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak produsen baja ringan yang menambahkan campuran lain untuk meningkatkan mutu dari material tersebut. Sementara untuk pengaplikasiannya, rangka baja ringan lebih sering dipakai untuk material konstruksi rangka atap. 

Jadi, bagi Anda yang tertarik untuk mengaplikasikan baja ringan sebagai bahan konstruksi atap, berikut adalah beberapa kelebihan dari material tersebut!
 

1. Memiliki Bobot yang Ringan

Tercermin dari namanya, rangka atap baja ringan memiliki berat yang relatif lebih ringan dibandingkan dengan baja konvensional. Material baja ringan memiliki berat di angka sekitar 9 kg/meter persegi.

Dengan berat yang lebih ringan, Anda juga akan dapat mendapat keuntungan dari segi ekonomi dan dalam proses pembuatan hingga pemasangan rangka atap baja ringan.
 

2. Pemasangan yang Mudah

Sesuai dengan namanya, pemasangan rangka atap baja ringan relatif lebih mudah dibandingkan dengan pemasangan rangka atap baja konvensional. Berat baja ringan yang berada di kisaran 9 kilogram/meter persegi membuat pemasangan rangka baja ringan tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga.
 

3. Mempunyai Durabilitas yang Baik

Dari segi durabilitas, rangka baja ringan lebih unggul dibandingkan material kayu. Jika kayu rentan lapuk karena kondisi cuaca yang berubah-ubah, baja ringan terbilang lebih kokoh. Di samping itu, bahan material ini juga anti-rayap serta dapat dibuat tahan terhadap karat sehingga tidak gampang rusak. 

Meski ringan, konstruksi rangka atap baja ringan untuk atap bangunan ini juga tidak mudah menyusut apalagi memuai lho. 

Desain Gazebo dengan baja ringan dengan menggunakan baja ringan memang sangat bagus untuk ketahanan Gazebo Anda. Bangunan Gazebo semakin kuat dan tidak menyusut.
 

4. Gampang Disambung dan Dibentuk

Selain bobotnya ringan, jenis material ini juga memiliki tingkat fleksibilitas yang baik. terutama pada saat Anda akan menyambung baja ringan. Jadi, Anda bisa memanfaatkan baja ringan untuk membuat bentuk rangka atap yang diinginkan. Dengan begitu, Anda tentunya akan lebih mudah untuk membangun desain rumah yang lebih atraktif.
 

5. Tegangan Tarik Tinggi

Atap baja ringan relatif lebih lentur dibandingkan jenis atap baja lainnya. Kelenturan atap baja ringan ini sangat krusial karena dapat mempengaruhi besarnya tegangan tarikan. Hal ini membuat atap baja ringan memiliki tegangan tarik yang lebih besar dibandingkan dengan atap baja lainnya di angka 550mpa.
 

6. Dapat Didaur Ulang

Baja ringan bersifat fleksibel yang membuat Ia dapat digunakan selain sebagai rangka atap rumah Anda. Anda dapat menggunakan baja ringan untuk bagian lain dari konstruksi rumah Anda, misalnya pondasi.

Baca juga: 5 Faktor dalam Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan
 

Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

Tentu saja, tidak ada material bangunan yang sempurna 100 persen alias tak memiliki kelemahan sama sekali. Untuk material baja ringan, berikut adalah beberapa kelemahan yang bakal Anda temukan ketika memakainya sebagai rangka atap rumah.
 

1. Rentan Terbawa Angin

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rangka baja ringan memiliki berat yang relatif lebih ringan dibandingkan baja konvensional lainnya. Terkadang, bobot baja ringan ini juga bisa menjadi sisi kelemahan untuk material bangunan tersebut. 

Untuk bangunan yang didirikan di kawasan berangin kencang atau sering terjadi bencana puting beliung, sebaiknya tidak mengaplikasikan rangka atap baja ringan. Alasannya tentu karena bahan tersebut lebih mudah terempas angin besar.
 

2. Harganya Cenderung Mahal

Dibalik sifat ringannya serta kelebihan yang ditawarkan, rangka atap baja ringan juga datang dengan harga yang relatif lebih mahal. Hal ini dapat membuat penggunaan rangka atap baja ringan tidak tepat untuk Anda yang memiliki bujet terbatas.

Biasanya, harga baja ringan dihitung per 6 cm, yang bisa dibanderol antara Rp30.000 sampai di atas Rp100.000. Harga material akan bergantung pada merk.
 

3. Kurang Estetis

Sebagai pengganti kayu, rangka baja ringan dapat dikatakan tidak memiliki sisi atau potensi estetis seperti kayu. Tidak seperti rangka kayu yang bisa diekspos untuk menunjukkan sisi estetisnya, baja ringan harus ditutup secara rapat untuk memaksimalkan fungsinya. 

Karena alasan itu pula, rangka atap baja ringan wajib dilapisi dengan plafon. Tujuannya jelas untuk membuat tampilan atap tampak lebih cantik dan tidak berantakan. 

Tertarik untuk mengaplikasikan rangka atap baja ringan? Namun, jika bujet Anda minim dan tetap ingin material yang berkualitas, memakai besi hollow galvanis bisa menjadi solusi terbaik. Selain kuat dan harganya terjangkau, material tersebut juga bisa menjadi peredam panas, lho. Untuk mendapatkan produk besi hollow galvanis berkualitas terbaik, cek situs Indosteger yang juga menawarkan pengiriman ke seluruh kota besar di tanah air! 

Indosteger menyediakan jasa sewa scaffolding untuk wilayah JABODETABEK. Jual scaffolding untuk seluruh wilayah di Indonesia. Indosteger juga menjual berbagai produk baru seperti UNP besi galvanis, CNP besi galvanis, hingga Hollow besi galvanis. 

Baca juga: Bangunan Lebih Kuat dan Aman dengan Konstruksi Baja

Recent Articles