indosteger@gmail.com   +62218294428

News

4 Cara Merakit Scaffolding untuk Pembangunan

Saat melakukan pembangunan rumah atau gedung, tentu Anda perlu mengetahui dengan cara merakit scaffolding. Scaffolding atau perancah adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menopang manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan lainnya. Perancah biasanya terbuat dari bambu, kayu, atau pipa baja yang kokoh agar bisa menahan beban yang cukup. Sekarang ini, scaffolding yang terbuat dari kayu atau bambu mulai ditinggalkan dan kebanyakan orang mulai beralih ke pipa baja yang lebih kokoh dan tahan lama.

Komponen Merakit Scaffolding

Sebelum Anda mempelajari cara merakit scaffolding yang ingin Anda pakai, ada baiknya Anda mengenali komponen-komponen yang membentuk scaffolding. Berikut tujuh komponen utama yang dipakai saat merakit scaffolding:

1. Catwalk

Catwalk scaffolding berfungsi sebagai tempat berpijak antar mainframe yang digunakan sebagai akses dan untuk menopang pekerja saat melakukan konstruksi.

2. Mainframe

Mainframe scaffolding merupakan komponen paling utama dari scaffolding yang terdiri dari berbagai macam ukuran. Kegunaannya adalah untuk mengatur ketinggian dan lebar scaffolding sesuai dengan kebutuhan.

3. Lock Pin 

Berfungsi sebagai pengaman untuk mengunci cross brace.

4. Cross Brace

Dua pipa yang saling bersilangan dan dihubungkan di bagian tengahnya. Cross brace digunakan untuk mengikat setiap mainframe sehingga dapat berdiri tegak.

5. Joint Pin

Digunakan sebagai penyambung antar mainframe.

6. End Frame

Berperan sebagai penambah ketinggian yang bisa disesuaikan tingkat ketinggiannya.

7. Roda Scaffolding

Merupakan komponen paling bawah scaffolding yang digunakan untuk memindahkan scaffolding dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa perlu membongkar scaffolding tersebut. Roda scaffolding hadir dalam tipe yang memiliki kunci (with lock) dan tipe tanpa kunci (without lock). Roda scaffolding ini hanya bisa digunakan pada area pijakan yang datar, rata, dan stabil.

Baca juga:Panduan Keselamatan Penyusunan Perancah Scaffolding\

Cara Merakit Scaffolding

Nah, setelah mengenali komponen-komponen utama yang diperlukan saat merakit scaffolding, saatnya Anda mempelajari lebih lanjut empat cara merakit scaffolding untuk pembangunan gedung atau rumah Anda. Berikut empat cara merakit scaffolding:

1. Gunakan Sistem K3

Tentunya sistem keamanan kerja di bidang konstruksi sangatlah penting, terutama saat pemasangan scaffolding. Untuk Anda yang baru pertama kali merakit scaffolding, dianjurkan untuk memperhatikan prosedur K3 dengan baik. Pastikan Anda memakai pakaian yang tepat saat merakit scaffolding dan jangan lupa menggunakan tutup kepala, sepatu anti licin, dan selalu berhati-hati.

2. Pasang Scaffolding dari Tingkat Pertama

Tentu cara yang paling mudah adalah memulai merakit dari tingkat pertama atau tingkat paling bawah. Tingkatan paling bawah ini harus diselesaikan sebelum memulai tingkatan selanjutnya. Merakit tingkat pertama scaffolding dapat Anda lakukan sendiri, namun jika Anda masih ragu, tidak perlu ragu untuk meminta bantuan dari tim atau pekerja profesional.

3. Menggunakan Alat Bantu

Saat Anda ingin menaikkan scaffolding, diperlukan alat bantuan seperti tali tambang untuk membantu menarik scaffolding ke atas. Hal ini juga sebaiknya tidak dilakukan sendiri agar tidak terjadi kecelakaan.

4. Menggunakan Pipa Penunjang Alat Scaffolding

Pipa penunjang scaffolding biasanya diberikan oleh agen penyedia scaffolding. Fungsi dari pipa penunjang ini adalah untuk mengikat scaffolding ke bangunan agar lebih kokoh. Pemasangannya pun lebih baik dilakukan oleh pekerja profesional karena pipa penunjang harus dipasang sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Baca juga: Cara Menghitung Kekuatan Scaffolding

Saat melakukan pemasangan pipa penunjang, Anda pun harus memperhatikan beberapa hal penting di bawah ini:

  • Pastikan Anda memakai pipa penunjang yang sama dari awal hingga akhir pekerjaan.
  • Pastikan scaffolding yang akan Anda gunakan tidak ada keropos atau titik yang lemah.
  • Pilihlah pondasi yang kuat dan rata untuk scaffolding Anda. Usahakan untuk tidak menggunakan pengganjal agar scaffolding Anda tetap seimbang dan tidak ambruk.
  • Jangan lupa bahwa lebar scaffolding sebaiknya tidak boleh kurang dari 46 cm.

Prosedur Pemasangan Scaffolding

Selain memahami cara merakit scaffolding, Anda juga harus tahu cara memasang scaffolding dengan benar sesuai dengan petunjuk keselamatan yang ada. Secara umum, berikut adalah beberapa prosedur yang harus Anda patuhi saat memasang scaffolding.

  • Jika Anda menggunakan memasang scaffolding di geladak kapal, maka ketinggian scaffolding tidak boleh lebih dari 3 lift di atas geladak kapal.
  • Perancah atau scaffolding harus dapat menahan setidaknya 4 kali maksimum beban kerja yang diizinkan.
  • Material dari perancah atau scaffolding harus dicek secara berkala.
  • Dilarang menghilangkan atau melepas komponen perancah tanpa izin terlebih dahulu.
  • Tangga tidak diperbolehkan digunakan di atas catwalk perancah.
  • Perancah harus didirikan di atas tanah yang datar agar dapat menahan beban dengan maksimal.
  • Pemasangan dan pembongkaran scaffolding hanya boleh dilakukan oleh scaffolders bersertifikat sah yang telah ditunjuk.
  • Perancah harus dilengkapi dengan pegangan tangan untuk menjaga keselamatan saat bekerja di tempat yang tinggi.

Baca Juga: 5 Cara Pemasangan Scaffolding yang Benar dan Aman

Demikianlah empat cara merakit scaffolding untuk pembangunan gedung atau kediaman Anda. Bagi Anda yang tidak ingin repot memasang atau merakit scaffolding sendiri, Indosteger menyediakan scaffolding yang bisa Anda sewa sesuai keperluan Anda. Sekarang, setelah Anda lebih memahami cara merakit scaffolding, saatnya Anda mengunjungi laman Indosteger untuk semua keperluan scaffolding Anda!

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding Per m2

Recent Articles