indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kenali 10 Jenis Jenis Baja serta Fungsinya dalam Sebuah Konstruksi

Apakah Anda sudah mengetahui jenis-jenis baja? Baja adalah salah satu jenis logam yang bercampur dengan besi sebagai unsur utama dan karbon sebagai unsur paduan. Terdapat 0,2 % hingga 2,1% kandungan karbon pada baja dengan berat yang sesuai dengan grade tertentu.

Selain itu, baja juga terdiri dari elemen lain seperti mangan, fosfor, sulfur, dan sebagian kecil oksigen, nitrogen, serta aluminium. Kandungan tersebut membuat baja menjadi lebih kokoh dan tahan di segala kondisi. 

Itulah mengapa hingga saat ini baja menjadi salah satu material yang banyak digunakan di dunia konstruksi. Dalam artikel kali ini, Indosteger akan membagikan informasi tentang jenis-jenis baja yang dapat digunakan pada dunia konstruksi. 

Apa Saja Jenis-Jenis Baja yang Dapat Anda Gunakan Pada Konstruksi?

Saat ini material baja memiliki perkembangan dalam kandungan dan ketahanan yang sangat baik, meski demikian berat material tersebut tetap ringan. Berkat perkembangan yang terjadi, terdapat jenis-jenis baja yang dapat digunakan pada konstruksi. Adapun jenis-jenisnya antara lain:

1. Wide Flange

Jenis baja yang pertama adalah wide flange. Baja wide flange adalah salah satu material baja yang dikenal dengan kemampuannya dalam menahan terjadinya pembengkokan. Pada dasarnya, beberapa jenis baja lain saat menerima beban yang cukup berat dalam sebuah konstruksi, akan terjadi pembengkokan yang dapat membahayakan.

Baca Juga: Perbedaan Besi WF dan H Beam berdasarkan Dimensi serta Harga

Oleh karenanya, baja wide flange banyak digunakan sebagai material utama pada konstruksi besar seperti pusat perbelanjaan, apartment, rumah susun, dan lain sebagainya.

2. Steel Plate

Steel Plate atau pelat baja merupakan salah satu jenis baja yang banyak digunakan sebagai material berbagai produk konstruksi. Hal ini dikarenakan steel plate mudah untuk dipotong dan memiliki ketebalan yang berbagai macam. Sehingga Anda dapat dengan mudah menyesuaikan panjang dan lebar yang dibutuhkan untuk membuat sebuah produk konstruksi. 

Beberapa jenis steel plate yang tidak asing dan banyak ditemukan di berbagai produk olahan baja adalah stainless steel. Tidak hanya pada industri konstruksi saja, stainless steel juga digunakan pada industri kesehatan, makanan, rumah tangga, dan masih banyak lagi.

3. U-Channel Steel

Baja UNP atau U-channel steel adalah baja yang berbentuk seperti huruf U. Jenis baja ini memiliki karakteristik tinggi, kurus, dengan kanal yang lebih dalam pada produk logam. Misalnya seperti alumunium. Di luar produk baja, aluminium adalah jenis logam yang memanfaatkan baja U-channel pada berbagai variasinya. Hal ini dikarenakan U-channel memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik. 

4. Baja Siku

Baja siku adalah bagian penting dalam sistem pipa baja sebab mampu mengubah arah aliran sebuah carian. Secara umum, baja siku merupakan material yang menghubungkan dua pipa baja. Pada baja siku, terdapat beberapa pilihan derajat yaitu 45°, 90°, dan 180°. Dalam dunia konstruksi, baja 90° adalah baja siku yang paling banyak digunakan.

Baca Juga: Jenis, Kegunaan, dan Ukuran Besi Siku

Apa Saja Jenis-Jenis Baja Berdasarkan Komposisinya?

Tersusun dari unsur utama logam dan karbon, ada produk baja yang terbuat dari tambahan unsur lainnya. Sehingga, baja memiliki jenis-jenis lainnya yang dikelompokkan berdasarkan komposisinya. Berikut merupakan jenis-jenis baja dilihat dari komposisi bahan pembuatannya:

1. Baja Karbon

Sesuai dengan namanya, baja karbon memiliki jumlah karbon yang besar dalam pembuatannya. Dalam baja ini, jenis-jenis baja karbon terbagi lagi berdasarkan jumlah karbon yang terkandung dalam baja. Adapun jenis baja karbon yaitu karbon rendah, menengah, dan tinggi. 

Baja karbon rendah mengandung unsur karbon sebesar 0,05% hingga 0,3%, yang mana merupakan kadar paling rendah di antara baja karbon lainnya. Baja karbon rendah dapat Anda temukan pada body mobil, pipa, rantai, dan paku. Baja karbon menengah memiliki kadar karbon sebesar 0,3% hingga 0,4%. Berdasarkan kadar karbonnya, baja ini lebih kuat dan lebih sulit dipotong dibandingkan baja karbon rendah. 

Baja karbon tinggi memiliki kadar karbon yang paling besar di antara lainnya yaitu kisaran 0,6% hingga 0,15%. Karena banyaknya unsur karbon pada baja, jenis baja karbon tinggi lebih sulit untuk dipotong, dilas, bahkan dibengkokkan. Oleh sebab itu, baja karbon tinggi banyak digunakan sebagai pisau, sekrup, gergaji, dan kawat.

2. Baja Paduan

Baja paduan adalah jenis-jenis baja yang mendapatkan unsur tambahan tertentu guna meningkatkan sifat mekanik baja dalam temperatur rendah. Peningkatan sifat mekanik ini dilakukan agar baja dapat bertahan terhadap segala jenis reaksi kimia seperti oksidasi dan reduksi. 

3. Baja Paduan Khusus 

Baja paduan khusus merupakan salah satu jenis baja paduan. Dalam baja paduan khusus, terdapat berbagai unsur logam seperti nikel, chromium, mangan, molybdenum, dan vanadium. Penambahan unsur khusus tersebut akan membuat baja menjadi lebih kuat, keras, dan ulet.  

4. High Speed Steel

High speed steel adalah jenis-jenis baja yang terakhir jika dikelompokkan berdasarkan komposisinya. Baja high speed sendiri terdiri atas unsur logam berupa kobalt, molybdenum, tungsten, dan kromium. 

High speed steel dibuat dengan suhu tinggi dan menggunakan alat potong dengan kecepatan operasi yang tinggi pula. Hal ini menjadikan jenis baja ini memiliki ujung yang tetap lancip. Oleh karenanya, high speed steel dimanfaatkan sebagai bahan dasar alat potong seperti cutters, bor, gergaji, dan masih banyak lagi. Di dalam high speed steel, terdapat 0,8% hingga 1.5% karbon.

Apa Saja Jenis-Jenis Baja Berdasarkan Penggunaannya?

Selain dibagi  berdasarkan komposisinya, jenis-jenis baja juga terbagi berdasarkan penggunaannya. Terdapat dua jenis baja apabila dilihat dari penggunaannya yaitu baja konstruksi dan perkakas. Agar mengenal kedua jenis baja tersebut, simak penjelasannya berikut ini:

1. Baja Konstruksi 

Baja konstruksi adalah jenis baja yang digunakan saat membangun sebuah gedung atau proyek konstruksi lainnya. Baja konstruksi memiliki kandungan karbon kisaran 0,7% atau lebih sedikit. Semakin besar karbon yang digunakan untuk membuat baja, maka tingkat kekuatan akan semakin tinggi pula dan tingkat daktilitas menjadi menurun.

Baca Juga: Macam Macam Besi Pada Konstruksi Bangunan

Baja konstruksi dengan karbon rendah dapat disebut juga sebagai baja ringan. Jenis baja konstruksi ini banyak ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Jika Anda melihat sebuah lisplang atau kanopi dari material seperti besi, maka hal bahan itulah yang disebut dengan baja ringan.

2. Baja Perkakas

Baja perkakas merupakan perpaduan antara baja karbon dengan paduan, karena komposisi di dalamnya mirip dengan kedua jenis baja tersebut. Pembuatan baja perkakas dilakukan pada suhu panas agar dapat dibentuk dengan lebih mudah, hal ini dikarenakan kadar karbon dalam baja perkakas berkisar antara 0,7% atau lebih besar. 

Baja perkakas juga memiliki sifat yang tajam, mudah untuk diasah, tahan terhadap panas, kuat, dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Di samping itu, baja perkakas juga digunakan sebagai cetakan alat suntik sebab ketahanannya untuk tidak menimbulkan luka menjadi salah satu faktor penting yang harus dipenuhi. 

Jadi demikian tadi merupakan pengertian dan jenis-jenis baja yang dapat menambah pengetahuan Anda mengenai baja, terutama sebelum membangun rumah atau proyek konstruksi lain. Pastikan Anda selalu memilih baja berkualitas unggulan agar bangunan dapat berdiri dalam waktu panjang. 

Jika Anda membutuhkan baja terutama baja ringan dalam proyek konstruksi Anda, Indosteger dapat menjadi solusi cemerlang. Indosteger menyediakan berbagai ukuran baja ringan, komponen pelengkap scaffolding dan penyewaan scaffolding berkualitas dan kokoh untuk mendukung kegiatan pembangunan Anda.

Kunjungi Indosteger sekarang juga untuk cek harga hollow baja ringan 4x4 per batang dan berbagai layanan lainnya dengan mudah. Semoga informasi jenis-jenis baja ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Recent Articles

Silahkan hubungi kami
Hi saya ingin bertanya