indosteger@gmail.com   +62218294428

News

K3 Adalah Program Perlindungan Tenaga Kerja, Apa Saja Cakupannya?

Istilah K3 tentu sudah sangat sering Anda dengar. K3 adalah perlindungan yang diberikan kepada tenaga kerja. K3 mencakup banyak ruang lingkup, termasuk jaminan keselamatan kerja di tempat kerja dan prosedur pekerjaan. Meski sudah sering diketahui K3 adalah bagian dari perlindungan keselamatan para pekerja, namun sudahkah Anda tahu mengenai definis lengkap dan ruang lingkupnya. Jika belum, cari tahu informasinya di bawah ini!

Definisi K3

Bisa dikatakan bahwa K3 adalah sebuah upaya perlindungan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja pada suatu institusi atau proyek. K3 merupakan singkatan dari Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 87. Undang-undang tersebut mewajibkan penerapan K3 oleh semua jenis perusahaan.

Fungsi K3

Berdasarkan penjelasan di atas, tentunya pelaksanaannya K3 akan bermanfaat  banyak bagi pekerja. Di sisi lain, perusahaan juga akan memperoleh kinerja yang optimal dari pekerjanya jika K3 diterapkan dengan baik. Berikut beberapa fungsi K3 yang perlu Anda ketahui:

  • K3 memiliki fungsi utama sebagai pedoman saat melakukan identifikasi risiko yang membahayakan bagi keselamatan dan kesehatan pekerja di lingkungan kerja.
  • K3 akan membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan desain lokasi kerja, proses organisir, dan pelaksanaan kerja.
  • K3 menjadi pedoman untuk membuat desain metode pengendalian bahaya dan prosedur menanganinya serta keefektifan penanganannya.
  • K3 dapat digunakan sebagai pedoman untuk memantau kesehatan serta keselamatan pekerja.
  • K3 dapat memberi informasi, edukasi, dan juga pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja

Peran K3 pada lingkungan kerja

K3 adalah jaminan keselamatan di lingkungan kerja, oleh sebab itu ada banyak perang K3 di lingkungan kerja seperti ini:

  • K3 mengingatkan bahwa setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh perlindungan kesehatan dan keselamatan untuk menunjang kesejahteraan hidupnya. Ketika kesejahteraan terpenuhi maka produktifitas pekerja akan meningkat.
  • K3 menjamin setiap sumber produksi dimanfaatkan dengan aman dan efisien.
  • K3 secara otomatis akan membuat perusahaan menyiapkan tindakan antisipatif guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja atau persebaran penyakit di lingkungan kerja.

Ruang lingkup K3

Sesuai dengan pengertian, fungsi, dan peran K3 di atas, berikut terdapat beberapa aspek penting yang wajib diperhatikan oleh perusahaan dalam menerapkan K3:

Metode kerja

Metode kerja adalah cara-cara kerja yang harus ditempuh oleh pekerja untuk mencapai tujuan pekerjaan dengan efektif dan efisien, serta menjamin keselamatan dan kesehatannya. Contohnya, seorang pekerja wajib diberi pengetahuan cara mengoperasikan mesin produksi serta apa yang dilakukan untuk melindungi diri apabila sesuatu yang membahayakan terjadi.

Lingkungan kerja

Lingkungan kerja tentunya adalah lokasi di mana para pekerja melakukan aktivitas kerja. Situasi dan kondisi lingkungan kerja harus layak. Aspek aliran udara yang lancar, penerangan yang baik, serta kebersihan lingkungan menjadi tiga poin mendasar untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan kerja atau persebaran penyakit.

Alat kerja dan material

Semua alat kerja serta material produksi yang digunakan harus memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan. Apabila terdapat alat atau material yang berbahaya maka harus diketahui dengan baik bagaimana cara menggunakannya.

Maka terkait dengan itu para pekerja harus dibekali edukasi tentang jenis-jenis alat atau material berbahaya yang ada di lingkungan kerja. Perhatikan beberapa jenis bahaya dalam K3 berikut ini:

1. Jenis bahaya kimia

Jenis bahaya kimia dapat berasal dari berbagai material kimia yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan jika tersentuh atau terhirup oleh pekerja. Berikut beberapa contoh bahaya jenis kimia:

  • Gas kimia beracun
  • Uap hasil pembakaran bahan kimia
  • Abu sisa pembakaran material kimia

2. Jenis Bahaya Fisika

Sesuai dengan namanya, bahaya jenis fisika berasal dari bermacam hal yang terkait dengan fisika yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan tubuh serta keselamatan pekerja. Di bawah ini contoh bahaya jenis fisika:

  • Suara mesin yang terlalu keras sehingga dapat berpotensi merusak pendengaran.
  • Temperatur lingkungan kerja yang sangat ekstrem, baik itu terlalu dingin maupun terlalu panas.
  • Kualitas udara yang tidak baik. Ini biasanya dihasilkan oleh uap atau asap pembakaran.

Jenis bahaya aktivitas pekerjaan

Jenis bahaya yang satu ini berdasarkan aktivitas pekerjaan yang berpotensi tidak baik bagi kesehatan dan/atau aktivitas kerja yang mengancam keselamatan jiwa pekerja. Di antaranya adalah:

  • Penerangan yang sangat minim di lokasi kerja, hal ini berpotensi merusak penglihatan.
  • Pekerjaan mengangkut barang atau material yang menggunakan manusia secara langsung sehingga berpotensi mengakibatkan luka atau cedera.
  • Peralatan kerja atau pengamanan yang kurang lengkap sehingga dapat menyebabkan pekerja luka atau cedera.

Itu tadi penjelasan, ruang lingkup, peran, dan fungsi K3 dalam lingkungan kerja. K3 adalah standar keamanan yang wajib diterapkan oleh perusahaan yang memiliki risiko kerja tinggi. Semoga informasi ini membantu!

You May Also Like