indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Pengertian dan Kepentingan MSDS Dalam Industri

MSDS adalah material safety data sheet, dimana dokumen ini berguna untuk mengidentifikasi dan berisi prosedur yang mengatur langkah-langkah yang harus diterapkan ketika menghadapi bahaya, identifikasi bahaya dan masalah, pencegahan hingga respons yang harus diambil. 

Di dalam pergerakan bisnis saat ini, terdapat banyak komponen dan aspek yang terdapat di dalamnya agar bisa membuat bisnis tersebut terus berputar maju ke depan. Dengan pemenuhan komponen dan aspek tersebut, aktivitas sehari-hari di dalam industri tersebut juga bisa terjaga dengan baik dan sesuai dengan standar yang ada. Juga untuk menjamin kesehatan dan keselamatan para pekerja. 

K3LH adalah salah satu prinsip yang ditetapkan pemerintah untuk menjamin keamanan para pekerja dalam dunia industri dan kosntruksi. Untuk itu, diharapakan para pekerja sadar untuk selalu mentaati segala bentuk peraturan yang ditetapkan perusahaan. 

Saat ini, banyak industri yang melibatkan bahan-bahan kimia sebagai bagian dari bisnis mereka. Bahan-bahan kimia kebanyakan memang digunakan untuk produk yang mereka jual nantinya. Namun tentu saja untuk melibatkan bahan-bahan kimia, diperlukan sebuah sistem keamanan yang baik. Salah satu sistem keamanan tersebut adalah MSDS.

Material Safety Data Sheets atau MSDS berfungsi juga menjadi pendataan material yang ada di dalam bahan-bahan kimia demi bisa mendapatkan satu sistem keamanan yang baik. MSDS memang perlu diperhatikan di dalam industri karena berisi info tentang penggunaan zat kimia, pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan akibat bahan kimia tersebut, hingga penanganan yang tepat untuk zat-zat berbahaya. Terutama identifikasi bahaya dari zat kimia yang mudah terbakar. 

Dari penjelasan singkat di atas sendiri, Safety data sheet MSDS ini sudah terlihat penting dan wajib dimiliki. Namun di sini tidak hanya membahas tentang pengertian dari MSDS saja, tetapi juga kepentingan MSDS dalam industri, hingga informasi apa saja yang biasanya terdapat di dalam MSDS itu sendiri.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding Agar Jumlahnya Tepat

Pengertian MSDS

MSDS adalah sebuah barisan data yang berisi zat-zat kimia yang ada dipakai di dalam industri tersebut. MSDS memang wajib dimiliki oleh para pelaku industri yang menggunakan zat-zat kimia di dalam bisnis mereka. Hal ini karena unsur di dalam zat kimia tersebut bisa membahayakan orang lain jika tidak dicek keamanannya. Biasanya, bahan kimia berbahaya lebih dikenal dengan sebutan B3.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan bagaimana melakukan tindakan yang tepat jika terjadi masalah yang pangkal masalahnya adalah zat-zat kimia tersebut, MSDS adalah jawabannya. Maka dari itu, MSDS memang penting untuk dimiliki di dalam industri. MSDS adalah barisan data yang penting untuk dimiliki, karena jika tidak, pihak yang berwenang bisa memberikan hukuman kepada pelaku bisnis yang tidak memiliki MSDS.

Baca Juga: Bagian-bagian Konstruksi Bangunan yang Harus Ada pada Hunian Anda

Pembuat MSDS atau pihak berwenang atau yang mewajibkan penggunaan MSDS adalah Menteri Tenaga Kerja melalui  Keputusan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999, pada Bab 1 Pasal 1. Di sana dijelaskan bahawa bahan kimia B3 adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan. Maka dari itu, diperlukan MSDS tersebut demi bisa menjaga keamanan para tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan bahan-bahan kimia tersebut.

 

MSDS adalah
 

Apa saja isi dari MSDS?

Secara garis besar, penjelasan tentang MSDS sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Sekarang giliran pembahasan untuk mengetahui apa saja isi dari MSDS tersebut. Untuk isi MSDS sendiri, bisa dibilang terhitung rinci dan banyak. Tentu saja memang diperlukan penjelasan yang lebih rinci dan banyak karena demi bisa mendapatkan sistem keamanan yang baik untuk penanganan zat-zat kimia tersebut.

Di dalam MSDS, biasanya ada delapan poin yang harus ada untuk memberikan penjelasan yang rinci dan tepat dari zat-zat kimia yang digunakan. Delapan poin tersebut adalah:

  1. Identifikasi bahan (Material Identification)
  2. Komposisi bahan berbahaya (Hazardous Ingredients)
  3. Sifat fisika dan kimia (Physical and Chemical Characteristics)
  4. Data potensi bahaya kebakaran dan ledakan (Fire and Explosion Hazard Data)
  5. Data potensi bahaya terhadap kesehatan (Health Hazard Data)
  6. Data reaktifitas (Reactivity Data)
  7. Prosedur safety penanganan, tumpahan, kebocoran dan pembuangan limbah (Precaution for Safety Handling and Use)
  8. Tindakan pengendalian untuk mengurangi bahaya (Control Measures)

Dari delapan poin di atas, semuanya harus dipenuhi agar industri bisa tetap aman dan keselamatan para pekerja tetap terjamin. Terlepas dari 8 poin tersebut, jika dibandingkan dengan peraturan dan keputusan lainnya menurut Kepmenaker Nomor 187 Tahun 2009, Pemerintah Nomor 23 Tahun 2012 ada  Berikut 16 hal yang dapat diprioritaskan: 

  1. Identifikasi zat kimia ataupun bahan
    - Identifikasi seperti nama, pembuat, termasuk alamat pembuatan, sertifikasi, hingga deskripsi singkat dari pembentuk bahan kimia yang dijual, hingga larangan dsb. Hal tersebut perlu untuk diketahui untuk menjami keamanan Anda. 
     
  2. Identifikasi bahaya 
    - Bahan-bahan yang terkandung wajib terurai dalam bentuk persentase, sehingga Anda sebagai pembeli memahami takaran pada umumnya. 
    - Pictogram yang sesuai dengan Globally Harmonized System (GHS) 
    - Warning dan batasan penggunaan juga harus diperhatikan cantumannya. 
     
  3. Komposisi dan informasi dari setiap bahan-bahan (Zat, Campuran, Zat kimia yang berstatus “rahasia dagang”)
    - Sifat kimia terutama nama zat dan campuran zat wajib diberikan keterangan Chemical Abstract Service (SAS). Nama umum, sinonim, dan nama pasar. 
    - Untuk  zat yang mengandung kotoran-kotoran aditif bisa menjadi zat berbahaya juga wajib diberikan keterangan. 
    - Berlaku untuk campuran, wajib mencantumkan konsentrasi dengan persentase yang tepat untuk setiap bahan yang dijelaskan. Termasuk variasi, kisaran konsentrasi hingga batch produksi untuk setiap produksi yang dilakukan. 
     
  4. Tindakan pertolongan pertama 
    - Mencantumkan instruksi pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan dalam penggunaan ataupun selama proses pencampuran. 
    - Penjelasan lengkap terkait gejala yang akan dialami, gejala ringan, panjang, maupun efek tertunda yang dapat muncul di kemudian hari. 
    - Langkah medis yang wajib diambil dan perawatan yang diperlukan. 
     
  5. Penanganan kebakaran 
    - Rekomendasi alat kebakaran yang digunakan sebagai proteksi.
    - Alat pelindung yang wajib dikenakan oleh para petugas ketika melakukan pertolongan
    - Langkah yang wajib diambil dan dijauhi ketika bahaya terjadi. 
     
  6. Tindakan pelepasan yang tidak disengaja 
    - Peringatatan terhadap perbedaan penanganan seperti penumpahan dalam skala besar ataupun kecil wajib dikomunikasikan kepada pekerja. 
    - Hindari supaya zat atau campuran tidak mengenai mata, kulit, dan baju.
    - Prosedur gawat darurat yang harus dilakukan 
    - Prosedur pembersihan dan detail yang harus dilakukan agar zat tidak bereaksi lagi wajib dikemukakan. 
     
  7. Penanganan dan Penyimpanan 
    - Persyaratan spesifik untuk area penyimpanan dan penanganan khusus jika terjadi masalah. 
     
  8. Pengendalian pajanan ataupun perlindungan personal 
    - Properti dan kelengkapan material pelindung fisik untuk dikenakan agar terhindar dari bahaya zat dan campuran. 
     
  9. Properti fisik dan kimia 
    - Uraikan kondisi fisik seperti tampilan baik dari segi warna, bau, dsb. Begitupun dengan kondisi kimia yang perlu diperhatikan seperti flammability, exploisive limits, bau, tekanan uap, kepadatan uap, batas bau, suhu, kepadatan uap, tingkat keasaman & basa, kepadatan relative, kondisi penguapan, koefisien partisi, hinga viskositas. 
     
  10. Stabilitas dan reaktivitas 
    - Perhatikan informasi stabilitas dan reaktivitas dari zat ataupun penempatan dan kondisi yang diberikan.
     
  11. Informasi Toksikologis 
    - Seperti yang sudah disebutkan apapun gejala hingga bahaya yang diberikan akibat kelalaian wajib dicantumkan hingga penanganan yang wajib diambil 
     
  12. Informasi Ekologis 
    - Cantuman peringatan yang terjadi jika zat atau suatu campuran dilepaskan ke lingkungan terutama dalam jumlah banyak. Cantumkan resiko dan penanganan yang harus dilakukan secara mendetail.
     
  13. Pembuangan limbah 
    - Jelaskan kondisi kontainer, tempat pembuangan, apa yang terjadi pada lingkungan, prosedur pembuangan hingga kemungkinan komponen yang terurai
     
  14. Informasi transportasi (PBB, No, PBB hingga panduan pengiriman zat kimia dalam jumlah banyak dan besar) 
    - Cantumkan kelengkapan PBB, angkutan, kelompok kemasan hingga perlakuan dan suhu yang wajib disediakan. 
     
  15. Informasi regulasi terkait produk baik dari segi lingkungan, lembaga ataupun badan yang terkait
    - Berikan informasi terkait peraturan yang diberikan oleh Pemerintah dan lembaga sertifikasi, peraturan industri hingga lembaga inteernasional yang dibutuhkan suatu elemen. 
     
  16. Informasi lainnya mengenai tanggal
    - Perhatikan tanggal dan jangka waktu dengan baik dan benar. 
    - Kemukakan juga bahaya yang ditimbulkan dan cara mengatasi jika penggunaan zat pada campuran sudah melebihi dari waktu yang ditetapkan. Seperti reaksi negatif ataupun positifnya.

Itulah pengertian dan kepentingan MSDS dalam industri. Jangan sampai lupa untuk melengkapi MSDS jika Anda memang ingin membuka usaha dengan penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya. Selalu memperhatikan keamanan sekitar dan diri Anda jika berhubungan dengan bahan-bahan kimia. 

Kunjungi Indosteger jika Anda memerlukan Scaffolding untuk keperluan pembangunan dan konstruksi Anda. Anda juga dapat sewa scaffolding di Indosteger dengan harga yang terjangkau. Sekarang Indosteger menyediakan produk tambahan seperti hollow besi galvanis, UNP Galvanis hingga besi CNP Galvanis

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Pipa Paralon yang Tersumbat

Recent Articles