indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Kepanjangan K3LH dan Perkembangannya di Indonesia

Mungkin bagi Anda yang bergerak di bidang pekerjaan konstruksi, istilah K3LH tentu sudah tidak asing lagi. Namun, sebagian orang masih belum begitu memahami istilah tersebut. Sebenarnya, kepanjangan K3LH adalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup. Program ini diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Terutama yang memiliki risiko kerja tinggi, seperti di bidang konstruksi.

Dengan kata lain, K3LH menjadi sebuah landasan dalam meningkatkan perlindungan terhadap karyawan maupun tenaga kerja. Tak hanya itu saja, keselamatan ini juga menyangkut dengan alat dan sistem produksi. Diharapkan dengan diterapkannya K3LH dapat membuat proses produksi lebih efektif, aman, dan minim kecelakaan kerja.

Bagaimana Pelaksanaan K3LH di Indonesia?

Setelah mengetahui pengertian K3LH, Anda mungkin berpikir, "Bagaimana penerapan dan pelaksanaannya di Indonesia?"

Meskipun sudah menjadi pedoman bagi perusahaan di Indonesia, namun dalam pelaksanaannya K3LH atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup belumlah optimal. Ini dapat terlihat dari masih adanya kecelakaan kerja di Indonesia dalam jumlah yang cukup besar.

Namun, di sisi lain kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2019 lalu menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sebagaimana dilansir dari Liputan6 menyebutkan jika jumlahnya berkurang hingga 26,40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kesadaran mengenai penerapan K3LH ini perlu ditingkatkan kembali pada tahun-tahun berikutnya. Tujuannya adalah untuk menekan angka kecelakaan kerja yang kerap terjadi di perusahaan. Khususnya bagi perusahaan yang memiliki tingkat kecelakaan kerja tinggi dan berbahaya.

Baca juga: Cara Membuat Time Schedule yang Efektif Agar Proyek Berjalan Lancar

Apa Saja Dasar Hukum dan Undang-Undang Mengenai K3LH?

Sebagaimana diulas sebelumnya mengenai kepanjangan dari K3LH dan seluk-beluknya. Maka dalam pelaksanaannya di tanah air, K3LH memiliki dasar hukum yang kuat dan undang-undang yang mengatur di dalamnya. Dasar hukum dari K3LH tersebut tertuang dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Adapun hal-hal yang diatur dalam undang-undang tersebut di antaranya menyangkut tentang keselamatan kerja. Hal itu juga berlaku di semua tempat kerja mulai dari tempat kerja yang ada di darat, permukaan air, dalam tanah, hingga udara. Tempat kerja tersebut juga harus berada pada kekuasaan hukum wilayah Republik Indonesia.

Baca juga: Inilah Cara Pemasangan Scaffolding yang Aman

Apa Tujuan dan Sasaran dari K3LH?

Diberlakukannya K3LH oleh pemerintah dalam hal produksi dan perusahaan bukanlah tanpa alasan. Dalam pelaksanaannya, K3LH ini memiliki tujuan dan sasarannya sendiri. Jika dijabarkan lebih lanjut, maka adapun tujuan dari K3LH tersebut antara lain adalah:

  • Untuk melindungi karyawan atau tenaga menyangkut keselamatan mereka pada saat melakukan pekerjaannya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan hidup atau pun meningkatkan produksi perusahaan maupun produktivitas dalam skala nasional.
  • Sumber produksi dapat terpelihara dengan baik. Dengan begitu dapat digunakan dengan baik, dari segi keamanan hingga efisiensinya.
  • Kemudian, adanya K3LH tidak hanya menjamin karyawan saja, melainkan juga setiap orang yang ada di tempat kerja pada saat proses produksi.

Lalu, untuk sasaran K3LH sendiri selain mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian maupun cacat permanen juga dapat mencegah terjadinya kerusakan pada alat kerja. Hal penting lainnya dari sasaran K3LH ini adalah meningkatkan kondisi kerja tanpa harus memeras tenaga kerja. Kemudian, yang paling penting di sini adalah menjamin tempat kerja yang bersih, aman, nyaman, dan sehat yang pada akhirnya dapat menambah semangat kerja karyawan.

Baca juga: Pengertian dan Kepentingan MSDS Dalam Industri

Apa Saja Syarat-Syarat Memenuhi K3LH?

Menerapkan K3LH sudah seharusnya menjadi kewajiban bagi perusahaan yang melakukan pekerjaan di daerah rawan bahaya dan kecelakaan. Berikut adalah hal-hal apa saja yang harus dipenuhi untuk memnuhi standar K3LH menurut Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

  1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan;
  2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
  3. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
  4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;
  5. Memberi pertolongan pada kecelakaan;
  6. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;
  7. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran;
  8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun pskis, peracunan, infeksi dan penularan;
  9. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;
  10. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
  11. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;
  13. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya;
  14. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang;
  15. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;
  16. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar-muat, perlakuan dan penyimpanan barang;
  17. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
  18. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Baca Juga: Kesalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Sering Diabaikan

Apa Saja Ciri Perusahaan yang Telah Menerapkan K3LH?

Lalu, bagaimana melihat ciri perusahaan yang sudah menerapkan K3LH tersebut? Sebenarnya ada beberapa cara yang perlu Anda ketahui. Misalnya saja mulai dari pemberian fasilitas kerja seperti seragam maupun sepatu yang aman (safety shoes) dan digunakan para pekerja selama proses produksi berlangsung. Begitu juga untuk kerja lapangan dan bengkel.

Perusahaan memasang atribut berupa papan pengumuman dengan tujuan mengingatkan karyawan untuk patuh dan lebih sadar mengenai keselamatan, kesehatan, hingga kebersihan perusahaan. Penerapan K3LH tidak hanya sekadar papan pengumuman dan atribusi semata. Lebih dari itu, perusahaan dapat menerapkannya dalam hal manajemen proyek perusahaan.

Setidaknya, itulah ulasan singkat mengenai kepanjangan K3LH atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup, penerapan dan perkembangannya, serta dasar hukumnya di Indonesia. Semoga bermanfaat dan menjadi pedoman bagi Anda dalam menyusun strategi pengelolaan perusahaan yang memperhatikan aspek keselamatan kerja bagi para karyawan maupun lingkungan.

Bagi Anda yang sedang ingin membangun proyek konstruksi dan mencari Scaffolding, Indosteger menyediakan berbagai macam produk Scaffolding dengan harga terjangkau.

Baca juga: Cara Membuat Time Schedule Proyek yang Tepat dan Akurat

Recent Articles