indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Spesifikasi Scaffolding yang Sesuai Standar Keamanan Beserta Bagian - Bagiannya

Scaffolding yang berguna sebagai alat yang penyangga sementara pekerjaan konstruksi pada ketinggian tertentu, memiliki spesifikasi tertentu yang berdampak juga pada fungsinya secara keseluruhan. Spesifikasi ini ditentukan oleh bagian-bagian penyusunnya yang memiliki fungsi masing-masing.
 

Spesifikasi Scaffolding berdasarkan Bagian-Bagiannya

Masing-masing dari bagian dari scaffolding tentu memiliki spesifikasi, ukuran serta kegunaannya seperti berikut ini:

1. Pelat Dasar (Base Plate) dan Pelat Pelapis

Bagian ini berada di bagian paling bawah scaffolding. Pelat ini terbuat dari baja yang dipatok di tengah untuk menahan pipa yang membentuk scaffold. Pelat dasar tidak jarang juga dipasang dengan cara dipakukan atau diletakkan pada papan pelapis untuk mencegah terjadinya gerakan lateral jika tidak diikat atau saat mengerjakan lift. Pelat pelpis dibutuhkan jika scaffolding akan didirikan di atas tanah dengan kondisi tertentu. Ia berguna sebagai sarana penyebar beban.
 

2. Platform dan Scaffold

Platform adalah permukaan tempat kerja yang berada di atas permukaan yang rendah. Platform dapat dibuat dengan menggunakan lembaran papan kayu, deck maupun platform yang difabrikasi.

Sedangkan scaffold merupakan semua platform kerja di ketinggian, baik yang ditopang maupun digantung dengan struktur penopang termasuk titk penjangkaran. Scaffold digunakan untuk membantu para pekerja, juga menjadi tempat untuk material atau peralatan.
 

3. Standard

Standard atau disebut juga dengan tiang adalah pipa scaffold tegak yang membagi seluruh beban ke tanah. Setiap standard dipasangkan ke base plate sehingga beban menyebar sehingga mencegah ujung bawah pipa tenggelam masih ke dalam tanah.
 

4. Clamp/Coupler/Fitting

Clamp adalah bagian dari scaffolding yang digunakan untuk menyambung pipa, mengeratkan sambungan antar pipa dan juga menguncinya dengan pipa lainnya atau dengan coupler scaffold. Bagian ini terbuat dari metal. Untuk coupler sendiri ada spesifikasinya bernama sleeve coupler scaffolding.

Baca juga: 4 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memilih Jenis Clamp Scaffolding
 

5. Main Transom

Main transom ialah bagian scaffold yang dipasang secara mendatar pada sudut siku yang di seberang ledger dan dekat pada setiap pasang standard. Ia juga bisa dihubungkan secara langsung dengan setiap pasang standard. Main transom berfungsi untuk menahan kedua baris standard pada posisintya serta membantu scaffold menjadi lebih kokoh. Komponen ini juga berguna sebagai penopang board.
 

6. Ledger dan Cross Ledger Brace

Ledger adalah pipa scaffolding mendatar yang menjadi pengubung dan penopang standard yang juga berfungsi untuk menopang beban transom. Dimana jarak vertikal antara ledger ditentukan untuk penggunaan jenis scaffold yang diingikan.

Lalu, untuk cross ledger brace adalah bagian scaffolding yang dipasang secara dipasang secara diagonal melintar di antara ledger dan menjadi pengganti pasangan dari standard cross brace yang umumnya dipasangkan ke standard. Ledger brace dipasangkan ke ledger. Cross ledger brace ini penting untuk menjaga kekuatan struktur dari scaffold.
 

7. Lift

Lift merupakan jarak vertikal di antara permukaan yang ditopang pada scaffold dengan ledger terendah atau level dimana platform bias dibangun. Termasuk jarak vertikal di antara ledger yang berdekatan atau tinggi scaffolding yang sesuai dengan platform dapat dibangun.
 

8. Catwalk

Cat walk adalah tempat bagi para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaannya. Catwalk scaffolding adalah adalah pijakan yang berada pada bagian main frame.

Catwalk sebuah scaffolding haruslah kokoh dan aman untuk dapat digunakan oleh para pekerja. Tanpa jaminan keamanan, para pekerja akan sulit bekerja dan berujung pada kecelakaan kerja yang akan merugikan seluruh pihak yang terlibat.
 

9. Main Frame

Sesuai dengan namanya, main frame adalah komponen utama dari sebuah scaffolding atau perancah. Main frame berfungsi sebagai pengatur ketinggian dan lebar dari scaffolding yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan bangunan.

Main frame tidak berperan sendiri. Bagian scaffolding ini dibantu oleh bagian-bagian yang telah dijelaskan di atas. Selain itu, ada juga bagian-bagian seperti jack base, U-Head, guard rail, dan lainnya yang berfungsi agar main frame dapat bekerja dengan baik.

Itulah spesifikasi scaffolding berdasarkan bagian-bagiannya. Scaffolding adalah sebuah alat yang kompleks yang dapat membantu pengerjaan proyek Anda. Pastikan Anda memahami spesifikasi dari tiap-tiap bagian scaffolding yang ada agar Anda dapat merakit scaffolding yang aman dan menggunakanya dengan tepat untuk menghindari kecelakaan kerja yang tidak diinginkan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Baca Juga : Ini Standar Pemasangan Scaffolding di Indonesia

Recent Articles