indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Konstruksi Bangunan Offshore dalam Industri Pengeboran Minyak

Inilah Konstruksi Bangunan Offshore (Lepas Pantai) yang Tidak Banyak Orang Ketahui
Jika Anda pernah memperhatikan konstruksi bangunan yang ada di sekitar Anda, pastinya ada berbagai macam bagian di dalam konstruksi tersebut yang sudah Anda kenal sebelumnya. Ditambah lagi, mungkin saja Anda juga sudah mengetahui bagaimana cara memasang komponen atau membuat komponen tersebut.

Memang untuk pengetahuan tentang konstruksi bangunan, kebanyakan orang paling tidak sudah mengerti sedikit tentang hal itu. Namun bagaimana dengan konstruksi bangunan offshore? Mungkin tidak banyak yang belum tahu apa itu bangunan offshore sendiri. Namun sebelum membahas tentang konstruksi bangunan offshore, mari membahas tentan apa itu bangunan offshore sendiri.
 

Pengertian Bangunan Lepas Pantai

Bangunan offshore adalah bangunan yang tidak berada di atas daratan seperti bangunan normal lainnya yang sering Anda temui. Bangunan offshore berdiri kokoh di tengah-tengah laut. Ya, jika Anda pernah melihat gambar kilang minyak di tengah-tengah laut lepas, itulah yang disebut sebagai bangunan offshore.

Dari segi kegunaannya sendiri, bangunan offshore memang lebih sering digunakan untuk kilang minyak, karena memang biasanya minyak bumi yang dibutuhkan untuk masyarakat luas, banyak tersedia di tengah-tengah laut.

Semakin hari, bangunan offshore berbentuk kilang minyak untuk menambang minyak bumi menjadi semakin banyak. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat untuk minyak bumi memang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Namun dari segi bangunan offshore sendiri, banyak yang tidak mengetahui tentang konstruksinya. Padahal konstruksi bangunan offshore sangatlah menarik untuk dibahas dan diketahui, karena ada banyak komponen di dalamnya yang terasa asing di telinga masyarakat.
 

Perbedaan Offshore dan Onshore

Istilah offshore dan onshore sering kali muncul dalam industri pengeboran minyak dan gas bumi. Keduanya merujuk pada fasilitias produksi dalam bidang tersebut. Istilah offshore dan onshore mencirikan perbedaan pada dimana sebuah fasilitas di tempatkan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bangunan lepas pantai atau offshore adalah bangunan yang di bangun di atas laut. Salah satu bangunan offshore paling umum adalah platform. Platform adalah instalasi lepas pantai yang umumnya dibangun menggunakan baja atau beton.

Sementara itu, onshore adalah fasilitas produk yang di bangun di darat untuk memproses minyak dan gas bumi. Contoh paling sederhana dari bangunan onshore adalah kilang. Kilang sendiri sebenarnya dapat dibuat juga di tengah laut sebagai bangunan onshore.

Baca juga: 5 Ciri Konstruksi Bangunan Tahan Gempa
 

Kelebihan Bangunan Offshore

Sekilas, fasilitas produksi yang dibangun lepas pantai tampak akan memakan biaya yang lebih besar daripada bangunan onshore. Selain itu, daerah lepas pantai juga memiliki resiko yanag tinggi yang dapat membuat kerugian. Lalu, mengapa perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas tetap membangun kilang-kilangnya secara lepas pantai?

Karena, dari segi ekonomi, umumnya bangunan offshore memberi lebih banyak keuntungan, salah satunya dari sisi eksplorasi. Cadangan minyak dan gas bumi umumnya terdapat pada tempat-tempat yang sulit di eksplorasi, salah satunya di kedalaman laut.

Hal ini tentunya memberi insentif bagi para perusahaan untuk membangun fasilitas produksi di daerah lepas pantai. Selain itu, rig atau bangunan serta peralatan yang dibangun secara offshore dapat dipindahkan jika misalnya pekerjaan telah selesai dan sumber minyak dan gas lainnya ditemukan di bagian lain di dalam laut.

Baca juga: Apa Itu Steger dan Fungsinya dalam Konstruksi Bangunan
 

Jenis-Jenis Bangunan Offshore

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bangunan offshore adalah bangunan yang ada di tengah-tengah laut lepas. Tentu saja diperlukan perlakuan khusus untuk bisa membentuk konstruksi yang pas dari bangunan offshore itu sendiri. Apalagi bangunan offshore identik dengan kilang minyak untuk pertambangan minyak bumi. Perlu konstruksi yang kuat dan jelas keamanannya agar tidak ada masalah pada kemudian hari.

Pada dasarnya, untuk bagian atas dari bangunan offshore adalah kapal yang tidak bergerak. Dengan konstruksi kapal yang tidak bergerak ini, sudah pasti bangunan offshore tetap bisa terapung dengan baik.

Sebagai kilang minyak, konstruksi bangunan offshore di bagian bawah, alias yang berada di bawah laut, terhitung rumit. Ada banyak sekali bagian-bagian penting yang harus ada di dalamnya agar bangunan offshore bisa berdiri dengan kokoh.

Untuk bagian apa saja dari konstruksi bangunan offshore, berikut adalah daftar lengkapnya:

  1. Radio tower
  2. Telemetry dishes
  3. Flare boom
  4. Drilling derrick
  5. Pedestal crane
  6. Helideck
  7. Accomodation
  8. Lifeboatas
  9. Process area
  10. Cellar deck
  11. Spider deck
  12. Pump Caissons
  13. Jacket
  14. Conductors
  15. Conductor guide fram
  16. Riser
  17. Riser clamp
  18. Pile cluster
  19. Pipa Bawah Laut

Daftar di atas merupakan isi bagian dari konstruksi bangunan offshore yang ada di atas laut hingga di bawah laut. Memang banyak, namun semua bagian tersebut penting. Perlu digarisbawahi kalau daftar bagian konstruksi bangunan offshore di atas merupakan bangunan offshore untuk kilang minyak. Dengan demikian, diperlukan semua bagian di atas agar bisa mendapatkan minyak bumi yang melimpah dan tentunya aman dari masalah yang bisa terkena jika tidak ada salah satu bagian dari konstruksi tersebut.

Itulah penjelasan tentang bangunan offshore, perbedaannya dengan bangunan onshore, serta jenis-jenis bangunan yang harus Anda ketahui. Offshore adalah definisi yang merujuk pada bangunan, rig, dan peralatan yang dibangun untuk proses pengeboran minyak dan gas. Offshore adalah metode yang harus Anda tempuh jika Anda ingin melakukan pengeboran minyak dan gas di tengah laut.

Recent Articles