indosteger@gmail.com   +62218294428

News

5 Ciri Konstruksi Bangunan Tahan Gempa yang Perlu Dipahami

Memperhatikan kualitas konstruksi bangunan tahan gempa menjadi hal yang wajib diperhatikan. Terlebih Anda tinggal di Indonesia yang menjadi salah satu negara dengan jumlah gunung berapi cukup banyak (ring of fire). Akibatnya, intensitas terjadinya gempa pun terbilang cukup sering terjadi. Tenang saja, untuk mengenali apakah rumah Anda sudah memiliki konstruksi bangunan yang kuat dan tahan gempa,  ada beberapa ciri yang perlu Anda pahami dengan baik berikut ini.

Kepadatan dan kualitas tanah tempat rumah dibangun

Tanah tempat rumah Anda dibangun perlu mendapat perhatian khusus. Sebab ini adalah bagian terpenting yang akan mendukung konstruksi bangunan rumah secara keseluruhan. Untuk memastikan konstruksi bangunan tahan gempa, maka pastikan tanah memiliki kepadatan yang baik, tanpa porous atau memiliki rongga pori dan berpasir, dan keras. Artinya, jika terjadi getaran tanah akibat gempa, maka permukaannya tidak berubah secara ekstrem sehingga mengakibatkan kerusakan struktur bawah bangunan.

Di samping itu, perhatikan juga jumlah air yang ada di dalam tanah. Apabila tingkat kejenuhan dan permukaan air kurang dari dua meter, maka ini bukanlah tanah yang baik untuk dipakai mendirikan bangunan rumah di atasnya. Sebaliknya, jika tingkat permukaan air lebih dalam, maka dapat dikategorikan lokasi ini memiliki tanah yang baik dan relatif stabil.

Pilihan fondasi yang digunakan

Setelah memperhatikan kepadatan dan kualitas tanah, Anda perlu memahami bahwa fondasi yang digunakan harus memiliki kedalaman minimum 60 – 75 sentimeter. Lebih dari itu, konstruksi bangunan tahan gempa juga harus dilengkapi pembuatan angkur. Jarak ideal antara angkur dan sloof  adalah 1 meter.

Namun demikian, apabila permukaan tanah tempat Anda mendirikan bangunan kurang ideal, maka dibutuhkan fondasi khusus. Biasanya, Anda membutuhkan struktur pendukung yang terbuat dari beton baja bertulang. Dimensi potongan yang dibutuhkan juga relatif lebih besar jika dibandingkan ketika Anda memasang fondasi untuk konstruksi bangunan rumah di tanah yang ideal.

Perhatikan komponen dan struktur beton

Ciri konstruksi bangunan tahan gempa berikutnya dapat diketahui melalui komponen dan struktur beton yang digunakan. Beton yang digunakan untuk bangunan rumah tahan gempa harus memiliki komposisi yang tepat. Dengan komposisi pasir yang terdiri dari agregat halus, kerikil, air, dan semen yang presisi.  Ini penting diperhatikan guna mengurangi risiko retakan atau patahan yang memicu runtuhnya beton saat gempa.

Tidak kalah pentingnya, struktur beton bertulang yang digunakan juga perlu mendapat perhatian khusus. Struktur beton bertulang harus memiliki detail tulangan yang dihitung tepat. Ini penting untuk menahan beban inersia gempa. Dengan begitu, beton bertulang yang digunakan pada konstruksi bangunan memiliki kualitas terbaik.

Minimalkan beban material bangunan

Apabila komponen struktur dari konstruksi bangunan tahan gempa sudah diterapkan dengan baik dan benar, maka selanjutnya Anda perlu mengurangi beban material yang digunakan. Caranya dengan memilih material bangunan yang ringan, seperti konstruksi baja ringan, bata ringan, maupun atap galvalum.

Pastikan juga setiap komponen pada bangunan tahan gempa harus terikat satu sama lain. Mulai dari struktur maupun non-struktural. Tujuannya agar konstruksi bangunan tahan gempa lebih kokoh, sehingga saat terjadi gempa bangunan dapat menyalurkan beban gempa secara lebih merata.

Pemeliharaan konstruksi bangunan

Satu hal lagi yang menjadi ciri konstruksi bangunan tahan gempa, yaitu bergantung pada proses pemeliharaannya. Ketika konstruksi bangunan dipelihara dengan baik dan benar, maka kemungkinan terjadinya kerusakan dapat segera ditangani. Tentu saja ini penting dilakukan untuk memastikan konstruksi bangunan masih berada dalam kondisi yang layak.

Baca Juga : Pentingnya Scaffolding di Dalam Konstruksi Bangunan

Setidaknya lakukan pemeliharaan secara rutin, dengan mengecek kondisi mezzanines dan decks slabs. Penguatan balok dan kolom juga perlu diperhatikan ketika terjadi tanah longsor di sekitar bangunan. Tidak ketinggalan, pipa dan kabel juga perlu dipelihara agar tidak terjadi kerusakan struktural dalam jangka panjang.

 

Setelah mempelajari ciri-ciri konstruksi bangunan tahan gempa di atas, kini saatnya Anda kembali memeriksa kelayakan bangunan rumah sendiri. Apakah seluruh komponen dan strukturnya masih layak digunakan? Jika tidak, maka segera lakukan rehabilitasi atau renovasi pada bangunan rumah Anda. Semoga bermanfaat!

You May Also Like