indosteger@gmail.com   +62218294428

News

6 Tahapan Pekerjaan Konstruksi Bangunan yang Perlu Diketahui

Melakukan pekerjaan konstruksi bangunan jelas bukan perkara sepele. Dibutuhkan spesialisasi khusus untuk menggarap proyek serupa. Paling tidak dengan latar belakang teknik arsitektur, atau teknik sipil demi pekerjaan yang dapat terlaksana dengan lebih relevan tentunya. Dengan tahapan kerja dan kronologi yang rinci tentunya akan memberi gambaran tahapan pekerjaan konstruksi bangunan yang jelas.

Pada umumnya, tahapan pekerjaan konstruksi bangunan ini mencakup proses pra kerja, hingga pasca kerja yang menjamin hasil akhir dari proyek secara optimal dan memuaskan.  Pastinya sesuai dengan target rancang dan harapan sejak awal. Untuk keseluruhan tahapannya terdapat paling tidak enam langkah yang harus dilewati sebagai proses oleh pekerja dan tim spesialis yang terlibat dalam proyek konstruksi suatu bangunan. Berikut adalah tahapan pekerjaan konstruksi bangunan secara ideal menurut Ikatan Arsitek Indonesia.

1. Konsep Rancangan

Tahapan pekerjaan konstruksi bangunan yang pertama ini sudah tentu dibuka dengan merancang proses proyek serta bangunan yang nantinya akan dikonstruksi. Pada tahap konsep rancang ini akan meliputi pemeriksaan terhadap seluruh data juga informasi yang dibutuhkan untuk membuat analisis akurat dan pengolahan data-data tersebut.

Pengolahan data ini nantinya akan menghasilkan Program Rancangan yang harus disusun oleh seorang Arsitek dalam proyek tersebut. Program ini diolah dari pengambilan data primer sekaligus sekunder, serta informasi pelengkap yang dibutuhkan untuk membuat batasan tujuan proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Program Rancangan inilah yang nantinya akan diperiksa oleh pengguna jasa, serta disetujui kemudian.

Selain Program Rancangan, pengolahan data juga akan menghasilkan Konsep Rancangan. Dimana konsep ini akan dijadikan dasar pemikiran serta pertimbangan semua aspek dalam tahapan pekerjaan konstruksi bangunan ini. Termasuk aspek struktur, elektrikal, mekanikal, serta aspek keahlian yang mana bersifat tentatif apakah diperlukan atau tidak nantinya.

2. Pra-Rancangan (Skematik Desain)

Memasuki tahap ini akan dibuat susunan pola serta bentuk arsitektur dalam gambar, sementara aspek fungsional akan disajikan dalam diagram. Tidak hanya ini saja, pada tahapan pekerjaan konstruksi bangunan kedua ini, aspek lainnya seperti perkiraan luas lantai, sistem konstruksi, biaya, penggunaan bahan, serta waktu konstruksi akan disajikan dalam laporan tertulis dan bergambar. Pada tahap ini skematik desain harus dapat dipahami oleh pengguna jasa konstruksi.

Itu sebabnya bagaimana informasi disajikan di sini akan sangat-sangat penting dan menentukan keberhasilan proyek konstruksi ini sendiri nantinya. Anda harus benar-benar memperhatikan bagaimana kualitas informasi yang diberikan. Seharusnya konsep rancangan konstruksi ini dapat mudah dipahami secara garis besar, terutama rancangan anggarannya.

3. Pengembangan Rancangan

Setelah semua program dan konsep disetujui oleh pihak pengguna jasa, maka tahapan pekerjaan konstruksi bangunan selanjutnya akan memasuki tahap Pengembangan Rancangan. Di tahap ini akan terjadi beberapa perbaikan data dan informasi terkait proyek konstruksi sebelum melangkah ke tahap yang berikutnya.

Termasuk meninjau dan memperinci perihal ketersediaan bahan material, konstruksi, serta nilai ekonomis selama proyek berlangsung. Tidak hanya itu, perkiraan biaya konstruksi akan disusun kemudian berdasarkan sistem banguanan. Informasi ini kemudian akan disajikan dalam bentuk gambar, diagram, juga laporan tertulis. Setelah disetujui lagi, maka rancangan ini sudah dianggap final dalam proyek konstruksi.

4. Pembuatan Gambar Kerja

Ini adalah tahapan pekerjaan konstruksi bangunan yang sangat penting. Dimana sang Arsitek akan bertanggung-jawab untuk mengkonversi semua konsep rancang ke dalam gambar lengkap dengan uraian teknis yang serba rinci. Sangat rinci dan mendetail hingga cukup untuk menjelaskan proses pelaksanaan  serta pengawasan konstruksi bangunan ini nantinya.

5. Proses Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi

Khusus untuk tahap ini terdapat dua tahapan yakni tahap Penyiapan Dokumen Pengadaan Pelaksana Konstruksi dan tahap Pelelangan. Di tahap pertama, hasil Gambar Kerja akan diolah ke dalam format Dokumen Pelelangan lengkap dengan dokumen Uraian Rencana Kerja serta syarat teknis pelaksanaan pekerjaan termasuk juga Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Lalu pada tahap Pelelangan Arsitek akan membantu pengguna jasa untuk mempersiapkan Dokumen Pelelanggan. Yakni dengan melakukan presentasi teknis dan lingkup kerja, menerima penawaran biaya, melakukan penilaian, serta memberi masukan serta rekomendasi pemilihan Pelaksanaan Konstruksi untuk pengguna jasa. Lalu akhirnya menyusun Perjanjian Kerja Konstruksi antara Pengguna Jasa dan Pelaksana Konstruksi.

6. Pengawasan Berkala

Tahapan pekerjaan konstruksi bangunan yang terakhir ini kemudian akan mencakup peninjauan serta pengawasan berkala di lapangan. Termasuk menghadiri pertemuan rutin dengan pengguna jasa, paling tidak satu kali dalam sebulan. Pertemuan akan membantu pihak pengguna jasa dalam mengambil keputusan terkait proses-proses konstruksi bangunan yang sedang berlangsung. 

Nah, pastikan alat-alat yang digunakan untuk menunjang proyek bangunan terjamin yah keamanannya. Keselamatan pekerja sudah menjadi tanggung jawab Anda, untuk itu hal seperti scaffolding atau perancah saat membangun kosntruksi yang tinggi patut untuk diperhatikan jumlah dan penggunaannya. Yuk, simak lebih lengkap bagaimana cara menghitung kebutuhan Scaffolding yang tepat!

Recent Articles