indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Mengenal Jenis dan Ukuran Atap Spandek

Pada dasarnya, ada banyak jenis atap yang bisa dipasang untuk melindungi bagian atas bangunan rumah. Namun demikian, karena bahan dan ukuran atap spandek yang bervariatif, jenis atap yang satu ini menjadi populer di kalangan masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, atap spandek juga memiliki berbagai pilihan ketebalan dan warna yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Anda berencana akan memasang atap spandek? Sebelumnya, yuk mengenal serba-serbi atap spandek terlebih dulu di artikel berikut ini.

Keunggulan penggunaan atap spandek

Beberapa orang mengenal jenis atap spandek dengan istilah atap gelombang. Sebutan ini dikarenakan permukaan atap yang bergelombang. Meski kini populer digunakan untuk bangunan rumah, sebelumnya atap spandek ini banyak digunakan untuk atap pabrik atau gudang. Dibandingkan jenis atap lainnya, atap spandek tidak membutuhkan rangka atap yang terlalu banya. Dengan begitu, biaya bahan dan tenaga pekerja yang digunakan dapat lebih diminimalisir.

Pemasangan atap spandek pun bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang relatif lebih cepat. Di sisi lain, ukuran atap spandek yang cukup bervariasi saat ini banyak dimanfaatkan pemilik bangunan yang mengaplikasikannya untuk atap ruko, carport, maupun kanopi. Hebatnya lagi, atap spandek bisa digunakan dalam jangka panjang karena bahannya awet hingga 20 tahun.

Spesifikasi bahan atap spandek

Secara umum, atap spandek dibuat dari galvalum yang merupakan campuran alumunium dan seng. Beberapa produsen menggunakan perbandingan komposisi 55% alumunium, 43% seng, dan 1,5% silikon pada saat pembuatan atap spandek. Campuran ketiga bahan inilah yang mendukung ketahanan dan kekuatan atap spandek. Menariknya, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat atap spandek juga anti keropos dan anti rayap. Jelas ini dapat memperpanjang usia atap spandek.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa tidak hanya ukuran atap spandek yang beragam, tetapi juga pilihan warna yang cukup bervariasi. Permukaan atas atap spandek dilapisi cat khusus yang mudah kering, sehingga Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan warna yang diinginkan, seperti merah, biru, abu-abu, cokelat, hijau, jingga, krem maupun putih.

Jenis-jenis atap spandek

Tenang saja, Anda bisa lebih fleksibel dalam memilih jenis-jenis atap spandek sesuai dengan kebutuhan bangunan. Berdasarkan bentuknya, atap spandek terbagi menjadi empat jenis, antara lain atap spandek gelombang kecil, atap spandek gelombang lengkung, atap spandek gelombang clipclock, dan atap spandek gelombang besar.

Namun, ada juga jenis-jenis atap spandek yang diproduksi untuk tujuan tertentu. Misalnya, atap spandek peredam kedap suara untuk bangunan studio musik, kamar hotel, maupun bioskop. Ada juga atap spandek transparan atau bening yang belakangan ini sering dipasang untuk lantai atas bangunan rumah yang difungsikan sebagai lahan untuk menjemur pakaian.

Ukuran atap spandek

Meskipun di pasaran Anda bisa menjumpai berbagai ukuran atap spandek, masih ada ukuran standar atap spandek. Panjang atap spandek umumnya berkisar antara 2 – 6 meter, sementara lebarnya sekitar 0,68 – 1 meter. Untuk ketebalan atap spandek yang bisa dijumpai di pasaran umumnya 0,3 meter, 0,35 meter, 0,4 meter, dan 0,5 meter. Karena ukuran atap spandek yang bervariasi inilah Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan bangunan.

Baca Juga : 5 Jenis Pondasi Terbaik untuk Konstruksi Bangunan Rumah

Untuk mengetahui jumlah kebutuhan atap spandek, Anda bisa menghitungnya dengan cara mengalikan luas bidang atap dengan koefisien genteng terhadap bidang atap. Misalnya, jika bidang atap memiliki panjang 8 meter dengan lebar 6 meter, dan Anda berencana menggunakan ukuran atap spandek 0,68 meter x 3 meter. Maka, perhitungannya adalah 2 x (8 m x 6 m) x (1/(0,68 m x 3 m) = 47,05 = 47 lembar.

Jadi, dengan bantuan penjelasan di atas, sudahkah Anda menemukan jenis dan ukuran atap spandek yang dibutuhkan?

You May Also Like