indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Teknis Kerja Pembesian Plat Lantai

Dalam pekerjaan konstruksi, hampir dapat dipastikan ada proses pembesian plat lantai yang dilakukan. Umumnya, proses ini dilakukan begitu tahap kolom dalam konstruksi sudah selesai dilakukan. Ada beberapa teknis kerja dalam bentuk tahapan yang perlu dilakukan dalam proses pembesian ini, dan pastinya dilakukan dengan mematuhi protokol Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk konstruksi.
 

Cara Pembesian Plat Lantai

Pada artikel ini, Anda akan mengetahui lebih lengkap mengenai teknis kerja pembesian plan lantai. Tahapan yang umum dilakukan dalam semua teknik konstruksi akan diulas secara jelas di bawah ini.
 

1. Tahap Persiapan

Tahap pertama yang perlu dilakukan sudah tentu pengukuran dan sederet persiapan lainnya. Pengukuran ini penting untuk memastikan plat lantai rata dengan ketinggian yang dibutuhkan. Theodolit adalah alat yang dibutuhkan dalam proses pengukuran ini. Setelah selesai diukur, barulah dibuat bekisting.

Bekisting dibuat sesuai dengan gambar kerja. Dibutuhkan ketelitian di tahap ini agar tidak terjadi kesalahan pengukuran. Terlebih saat akan memotong plywood yang akan dipakai sebagai bekisting. Bekisting ini ibarat pondasi dalam proses pembesian plat lantai, jadi jangan sampai salah ukur.
 

2. Tahap Pengerjaan

Setelah pondasi alias bekisting tadi sudah selesai, barulah proses pengerjaan inti bisa dilakukan. Anda akan membutuhkan scaffolding dalam proses pengerjaan sebagai base atau elemen bantu. Selain scaffolding, berikutnya yang harus dilakukan adalah memasak balok kayu 6/12 untuk girder. Girder kemudian dipasang paralel dengan cross brace. Di atas girder, arus dipasang suri-suri secara melintang. 

Plywood dipasang rapat-rapat sebagai alas plat lantai. Fungsinya untuk mencegah kebocoran saat tahap pengecoran nantinya. Jangan lupa untuk mengoles solar untuk melumasi bekisting yang terpasang rapat agar beton tidak menempel pada bekisting saat pembongkaran. 

Berikutnya, perlu dilakukan pengecekan hasil pemasangan bekisting dan tinggi level. Dalam proses pengukuran dan pengecekan kedua ini diperlukan waterpass. Ketinggian harus dipastikan sesuai dengan rancang gambar konstruksi sebelumnya.

Setelah proses panjang ini, barulah bisa dimulai proses pembesian plat lantai. Ini dilakukan tepat di atas bekisting. Proses ini biasanya melibatkan tower crane untuk memasang tulang-tulang besi. Pembesian berikutnya akan dilakukan secara diagonal. Tulang-tulang besi ini akan diikat dengan kawat agar tidak bergeser.

Beton decking akan diletakkan di antara tulang pembesian paling bawah dengan bekisting plat. Terakhir, tinggal pasang tulangan kaki ayam sebagai penyangga. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menjamin tidak ada kesalahan. Perhatikan jumlah pembesian (tulang), jarak besi, dan kebersihannya (tidak kotor oleh tanah atau benda asing).
 

3. Tahap Pengecoran

Selepas proses pembesian plat lantai, barulah masuk ke dalam tahap pengecoran. Untuk tahap ini, teknisi perlu mendapat surat izin terlebih dahulu dari konsultan pengawas. Konsultan pengawas biasanya akan mendatangi lokasi konstruksi untuk memeriksa kembali status persiapan dari bekisting hingga pembesian plat lantai tersebut.

Jika tidak didapat kesalahan atau sudah bisa disebut aman, maka surat izin pengecoran akan segera diproses dan tahap pengecoran bisa segera dilakukan. Pengecoran plat lantai ini bersamaan dilakukan dengan pengecoran balok. Proses ini dilakukan oleh tim batching plant yang akan melakukan pengecoran dengan standar mutu serta volume pengecoran yang sudah direncanakan dan disetujui.
 

4. Tahap Pembongkaran

Butuh beberapa hari setelah tahap pengecoran sebelum tahap pembongkaran dimulai. Ini tergantung dengan seberapa besar proyek pembesian plat lantainya. Dibutuhkan waktu yang tepat agar hasilnya juga berkualitas baik dan tidak berpotensi merusak kualitas beton itu sendiri. Dengan kata lain, beton harus dipastikan sudah benar-benar mengeras.

Umumnya, pembesian plat lantai setelah tahap pengecoran akan dibongkar setelah 4-7 hari kemudian. Syarat utamanya adalah semua bagian sudah dicor dan benar-benar mengeras dengan sempurna. Pembongkaran bekisting harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Pastikan untuk tetap menjaga kualitas hasil cor itu sendiri.
 

5. Tahap Perawatan

Terakhir, tahap yang tidak kalah penting adalah proses perawatan. Sebenarnya, proses ini tidak hanya dilakukan setelah pembongkaran saja. Perawatan harus sudah dimulai semenjak proses pengecoran dimulai. Caranya adalah dengan menjaga adonan cor dapat mengering dengan baik serta terhindar dari kotoran atau benda asing.

Perawatan beton dilakukan dengan memastikan beton tetap basah. Dengan begini, adonan beton akan menjadi padat secara sempurna, tidak menggumpal, apalagi membentuk rongga yang tentu akan membahayakan konstruksi.

Proses kerja ini sebenarnya sangat panjang dan rumit. Diperlukan banyak alat bantu, ketelitian, dan tim konstruksi yang terlibat di sana. Namun, hal ini tentu saja bergantung pada skala proyek konstruksi itu sendiri. Dalam proses pembesian plat lantai ini, biasanya Anda juga perlu tahu harga besi hollow karena material yang satu ini akan banyak diperlukan dalam prosesnya.

Baca juga: Tips Membuat Bekisting Plat Lantai yang Kokoh

Recent Articles