indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Wajib Tahu, Bekisting Adalah Konstruksi Pendukung Bangunan untuk Pekerjaan Beton!

Istilah bekisting masih sangat asing bagi masyarakat awam. Bekisting adalah konstruksi pendukung dalam pengerjaan konstruksi beton. Biasanya, bekisting terbuat dari material kayu, besi, alumunium, atau baja. Bekisting dapat diibaratkan seperti loyang kue dengan beton sebagai adonannya. Lebih mudahnya, bekisting adalah cetakan beton yang membentuk beton sesuai dengan yang diinginkan.

Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis bekisting!

Bekisting Tradisional

Bekisting tradisional adalah bekisting yang paling umum diunakan di Indonesia. Bekisting tradisional dibuat dari bahan kayu. Bekisting tradisional normalnya digunakan untuk kontruksi bangunan berskala kecil seperti pada bangunan rumah, penutup saluran air, atau keperluan beton berukuran kecil lainnya. Bekisting tradisional memiliki banyak kekurangan, antara lain:

  • Hanya dapat digunakan dalam satu kali pemakaian
  • Bentuknya sering kali tidak cukup presisi
  • Pemasangan dan pembongkaran bekisting kayu membutuhkan waktu yang lama
  • Penggunaan bekisting kayu secara terus menerus mengakibatkan kerusakan pada alam, sebab harus menebang pohon untuk mendapatkan kayu. Hal ini memicu terjadinya penebangan liar.

Berdasarkan tiga kekurangan di atas, maka penggunaan bekisting kayu sudah jarang ditemukan di kota-kota besar.

Bekisting Sistem

Bekisting sistem adalah bekisting yang memiliki konsep sistem yang terdiri atas beberapa bagian yang berbeda. Bagian-bagian tersebut kemudian dirakit sesuai dengan kebutuhan sampai menjadi satu kesatuan bekisting utuh. Bekisting sistem lebih sering dipakai karena efektifitas konstruksinya. Bekisting sistem sangat mudah dipasang dan dibongkar. Untuk konstruksi berskala besar maupun kecil, bekisting ini mampu disesuaikan dengan baik. Beton yang dibentuk menggunakan bekisting akan lebih presisi ukurannya. Bekisting sistem juga dapat digunakan berulang kali.

Bekisting Fiberglass

Terdapat satu lagi jenis bekisting modern, yakni bekisting fiberglass. Sesuai dengan namanya, bekisting ini terbuat dari material fiberglass. Bekisting fiberglass tentunya tahan terhadap air. Maka bekisting ini sering kali dipakai untuk konstruksi bawah tanah. Di sisi lain, bekisting fiberglass tidak berkarat, ringan, mudah dibersihkan, mudah dibongkar pasang, serta ramah lingkungan.

Sama halnya dengan bekisting sistem, bekisting fiberglass mampu menghasilkan beton yang berkualitas. Selain itu, bekisting fiberglass sangat menghemat anggaran karena bekisting ini dapat dipakai berulang kali. Bekisting fiberglass juga dapat memenuhi persyaratan utama dalam pengerjaan konstruksi yakni presisi.

Tiga jenis bekisting modern di atas tentunya bekisting yang ramah terhadap lingkungan, sebab pembuatan dan penggunaan bekisting sistem dan bekisting fiberglass dapat meminimalisir pemakaian kayu. Ini artinya jumlah pohon yang harus dikorbankan untuk ditebang menjadi berkurang. Maka dua jenis bekisting modern tersebutlah yang terus disuarakan untuk digunakan ketimbang bekisting tradisional.

Selain mengurangi pemakaian kayu, bekisting sistem dan bekisting fiberglass sangat minim limbah. Sebab kedua bekisting tersebut dapat dipakai berulangkali sehingga tidak akan menyisakan sampah. Apabila terdapat bekisting yang rusak, maka material dari bekisting tersebut dapat didaur ulang.

Terlepas dari itu semua, apapun jenis bekisting yang dipakai, pekerjaan konstruksi membutuhkan ketelitian, kecermatan, dan kejelian. Bekisting harus dibuat sesuai dengan desain dan perhitungan yang telah digambar oleh arsitek. Ketelitian dalam pengerjaan konstruksi tidak hanya berbicara tentang hasil bangunan itu sendiri, melainkan juga keselamatan para pekerja bangunannya.

Baca Juga : Ini Dia Daftar Ukuran dan Berat Besi Beton Sesuai SNI

Bekisting harus dibuat sekokoh mungkin untuk menahan beban para pekerja, peralatan, serta material bangunan yang lainnya. Seringkali terjadinya kecelakaan kerja dikarenakan bekisting yang tidak kokoh. Sebab itu, pembuatan bekisting menjadi kunci dalam pengerjaan konstruksi beton.

You May Also Like