indosteger@gmail.com   +62218294428

News

15 Perbedaan Granit dan Keramik untuk Lantai Rumah

Apa perbedaan granit dan keramik, terutama jika digunakan sebagai lantai rumah? Kedua jenis material ini memang sering menjadi pilihan untuk lantai rumah. Jika dilihat sekilas, granit dan keramik tampak serupa. Namun, sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Apa saja? Simak pembahasannya berikut ini.

 

1. Material pembentuk

Keramik terbuat dari bahan baku tanah liat yang dibakar. Namun, seiring perkembangan zaman, tanah liat diganti dengan campuran feldspar, lempung bola, kuarsa, kaolin, dan air. Di sisi lain, granit adalah batuan beku yang terbentuk dari campuran feldspar, kuarsa, mika, amfibol, dan mineral tambahan. 

 

2. Sifat

Baik granit maupun keramik memiliki sifat yang keras. Namun, keramik cenderung lebih rapuh dan kaku, sedangkan granit lebih kokoh dan kuat. Sebab, granit terbentuk dari batuan intrusif, felsic, dan igneus (beku).

 

3.Lapisan

Perbedaan granit dan keramik selanjutnya bisa dilihat dari lapisannya. Keramik memiliki dua lapisan, yaitu lapisan glazur (lapisan tipis seperti kaca dengan ketebalan 1-2 mm) dan lapisan tanah liat. Granit justru tidak memiliki lapisan karena tiap bagiannya memiliki sifat homogen, baik dari segi warna maupun kekuatannya.

 

4. Tingkat kepadatan

Tingkat kepadatan keramik ada pada kisaran 2-6 g/cm3, sedangkan granit ada pada kisaran 2,65-2,75 g/cm3.

 

5. Daya penyerapan air

Baik granit maupun keramik sebenarnya memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap air. Keramik memiliki daya penyerapan air sebesar 7%. Sementara itu, walaupun daya penyerapan air pada granit kurang dari 0,05%, material satu ini mempunyai pori-pori kecil sehingga tidak mudah lembap jika terkena air.

Baca juga: 5 Cara Menambal Atap Spandek Bocor

 

6. Nilai kuat tarik lentur

Nilai kuat tarik lentur atau modulus of rupture granit dan keramik pun berbeda. Granit sebesar 450 kg/cm2, sedangkan keramik lebih kecil dengan nilai 300 kg/cm2.

 

7. Suhu pembakaran

Untuk pembentukannya, baik granit maupun keramik perlu melalui proses pembakaran. Nah, suhu pada proses pembakaran tersebut juga menjadi perbedaan granit dan keramik. Keramik perlu suhu pembakaran kurang lebih 1.000 °C, sementara granit perlu suhu sekitar 1230 °C.

 

8. Tingkat kecerahan warna

Granit memiliki tingkat kecerahan warna yang cenderung lebih tinggi dibandingkan keramik. Idealnya, semakin tinggi tingkat kecerahan warnanya, maka semakin kecil pori-pori yang dimiliki dan semakin rendah pula daya penyerapan airnya. Granit yang daya penyerapan airnya lebih rendah dari keramik biasanya memiliki tingkat kecerahan warna lebih tinggi.

 

9. Window frame

Dalam proses pembuatannya, baik granit maupun keramik akan memiliki window frame. Window frame adalah area di tepian granit dan keramik yang tidak terkena zat pewarna. Pada keramik, window frame akan terlihat bergelombang. Namun, pada granit, window frame terlihat rata dan lebih presisi.

 

10. Tingkat kerataan

Meski sekilas keduanya terlihat memiliki permukaan yang rata, kondisi aslinya tidaklah begitu. Baik granit maupun keramik sebenarnya memiliki permukaan tidak rata akibat hasil dari proses pelapisan glaze (lapisan mengkilap). Namun, memang, bentuk lapisan glaze tersebut berbeda pada granit dan keramik.

Pada keramik, lapisan glaze tidak menyebar merata. Akibatnya, lapisan glaze tampak menggumpal di beberapa tempat. Sedangkan, lapisan glaze pada granit dipasang dengan metode press sehingga menyebar merata.

 

11. Ukuran

Pada penggunaan lantai rumah, granit dan keramik biasanya akan dipotong berbentuk persegi. Umumnya, ukuran granit relatif lebih besar dari keramik. Untuk lantai rumah, ukuran granit terkecil adalah 40x40 cm, sedangkan keramik 25x25 cm.

 

12. Motif

Perbedaan granit dan keramik pun terlihat pula dari motifnya. Umumnya, keramik memiliki motif yang cenderung lebih variatif dibandingkan granit. Granit untuk lantai biasanya hanya memiliki motif batu alam.

 

13. Harga

Harga granit dan keramik akan sangat bergantung pada ukuran dan motif. Harga keramik biasanya berkisar pada angka Rp50.000 hingga Rp115.000. Sedangkan untuk granit, karena ukurannya relatif lebih besar, harganya pun relatif lebih tinggi sekitar Rp185.000 hingga Rp500.000.

 

14. Cara pembuatan granit

Penting diketahui bahwa granit merupakan batuan dari magma beku yang mengalami tekanan. Karenanya, untuk membuat granit menjadi lantai rumah, perlu proses pemotongan dan press agar permukaanya rata.

 

15. Cara pembuatan keramik

Sementara itu, keramik adalah tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar dalam suhu tinggi. Untuk keperluan lantai rumah, keramik kemudian dilapisi dengan bahan pengkilap di bagian atasnya setelah melalui proses pembakaran. 

Dari pembahasan mengenai perbedaan granit dan keramik di atas, semoga Anda bisa menentukan material terbaik untuk lantai rumah. Bagi yang berencana menggunakan granit atau keramik untuk renovasi rumah ukuran 6x9, jangan lewatkan ulasan pada artikel membedah biaya buat rumah ukuran 6x9.  

Nah, agar belanja pembangunan rumah makin hemat, gunakan jasa sewa scaffolding di Indosteger. Indosteger jual scaffolding ke seluruh area di Indonesia juga menyediakan jasa sewa scaffolding menjadi lebih mudah sekarang, kualitas dan harga terjamin! 

Baca juga: Lakukan 5 Cara Ini untuk Mengecat Pagar Besi Galvanis

 

Recent Articles