indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Sejarah Pondasi Cakar Ayam, Ciri Khas Konstruksi Indonesia

Pondasi cakar ayam adalah bentuk dasar bangunan dengan bentuk yang memang seperti cakar ayam. Pondasi adalah dasar atau landasan untuk bangunan tertentu. Ketika ada bangunan yang dibangun, maka dibutuhkan pondasi yang kokoh dan kuat. Ada beberapa jenis pondasi yang dapat digunakan. Namun, jika berbicara mengenai pondasi khas Indonesia, maka pondasi cakar ayam menjadi jawabannya. 

Bisa dibilang, pondasi cakar ayam memiliki sejarah yang panjang di dalam dunia konstruksi bangunan di Indonesia. Pasti Anda penasaran bagaimana ceritanya hingga pondasi cakar ayam terus digunakan hingga saat ini. Tanpa perlu berlama-lama, simak informasi menarik ini bersama Indosteger.

Sejarah Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam adalah metode pemikiran yang ditemukan oleh Prof Dr. Ir. Sedijatmo ketika memasuki tahun 1961. Pada saat itu, beliau berkarier sebagai seorang pejabat di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kemudian, PLN memang sedang ingin mendirikan tujuh menara listrik tegangan tinggi di suatu daerah berawa-rawa, tepatnya di Ancol, Jakarta Utara. Fungsi seluruh menara itu untuk menyalurkan listrik ke wilayah Tanjung Priok hingga Gelanggang Olahraga Senayan. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1962 akan diselenggarakan pesta olahraga Asian Games. 

Dua menara listrik sudah berhasil didirikan menggunakan pondasi konvensional. Namun untuk sisa lima menara lagi memang belum dibangun. Kesulitan dihadapi oleh beliau beserta seluruh tim. Sangat sulit untuk mendirikan menara di atas tanah berawa. Akhirnya muncul suatu ide dengan mendirikan menara di atas pondasi cakar ayam.

Di bawah plat beton yang digunakan, diberikan pipa-pipa beton sebagai pendukung. Pipa dan plat beton yang menjadi satu kesatuan mampu mencengkeram tanah berawa dengan kuat padahal terkenal lembek. 

Baca Juga: Cara Membuat Cakar Ayam yang Benar dan Aman Saat Digunakan

Dengan pondasi ciptaan Ir. Sedijatmo, akhirnya lima menara yang tersisa dapat dibangun dengan sempurna. Akhirnya beliau memberikan nama desain pondasi ciptaannya dengan nama cakar ayam.

Manfaat Pondasi Cakar Ayam untuk Bangunan

Pondasi cakar ayam memang memiliki bentuk mirip seperti kaki hewan unggas tersebut. Khususnya pada bagian pipa-pipa beton. Fungsi utama desain cakar ayam ini adalah mencengkeram tanah dengan lebih kuat, walaupun tekstur tanah cenderung lembek. Dengan begitu, bangunan yang dibangun bisa berdiri kokoh.

Pondasi cakar ayam memang sangat cocok untuk digunakan di segala jenis dan tekstur tanah. Mau tanah lembek atau keras, tetap cocok menggunakan desain pondasi ini. 

Kegunaan pondasi cakar ayam tidak hanya untuk bangunan saja. Gedung bertingkat, jalan layang, jembatan besar, hingga landasan dapat menggunakan pondasi ini. 

Manfaat utama dari pondasi ini adalah mampu mencengkeram tanah dengan jauh lebih kuat, apapun kondisinya. Pondasi menjadi jauh lebih kokoh. Kemudian, pondasi ini tidak membutuhkan sistem drainase. Seluruh isi pondasi memang 100% berisi beton padat yang kuat. Tidak ada celah lagi untuk sistem drainase seperti pondasi konvensional. 

Baca Juga: Fungsi Pondasi Cakar Ayam

Dari informasi di atas, sekarang Anda sudah memahami bagaimana sejarah pondasi cakar ayam yang menjadi tonggak sejarah dunia konstruksi di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat.

Sekarang semakin banyak yang membangun rumah dan bangunan bertingkat dengan sistem pondasi ini. Selain pondasi cakar ayam, Anda juga jangan sampai kelewatan menggunakan besi hollow galvanis dari Indosteger. Besi ini mampu menjadi rangka kanopi, pegangan tangga, hingga pagar rumah.

Cek harga dan ukuran besi hollow galvanis setelah membaca informasi pondasi cakar ayam adalah yang tersedia di Indosteger untuk merasakan kualitas konstruksi terbaik dan kuat sekarang juga!

Recent Articles