indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Berat Besi 10 mm serta Ukuran Lainnya pada Besi Beton Polos dan Ulir

Besi beton telah menjadi bahan bangunan yang tidak terpisahkan dalam proses konstruksi. Kekuatan serta kemudahan pengolahan pada beberapa jenis besi membuat bahan bangunan ini menjadi pilihan utama. Untuk dapat memilih dan memanfaatkan bahan ini dengan baik, Anda perlu mengetahui berat besi 10 mm dan berat besi beton polos yang sering sering digunakan.

Jika Anda melihat ke sekeliling Anda di dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Anda pastinya sering melihat betapa banyaknya gedung-gedung tinggi yang menjulang, khususnya di kota-kota besar. Ibukota Indonesia, DKI Jakarta, sangat terkenal memiliki gedung-gedung tinggi yang diisi oleh para pekerja kantoran setiap harinya.

Arsitektur gedung tersebut juga ada beberapa menarik mata Anda. Dan ketika Anda mengagumi gedung yang ada, terkadang terbesit satu pertanyaan, “Bagaimana caranya mereka membuat gedung itu dari nol hingga tuntas?”. Jika Anda pernah mempertanyakan itu, maka salah satu jawaban yang membantu adalah adanya peran krusial besi beton di dalam kebutuhan proyek anda.

Ya, di setiap bangunan, pastinya ada besi beton yang menjadi tulang utama dari berdirinya gedung tersebut. Namun apakah Anda tahu bagaimana cara menghitung berat besi beton? 

Menghitung beratnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada berbagai macam bagian yang harus diperhatikan. Dari volume besi, hingga diameter besi beton. Nantinya hasil perhitungan tersebut bisa menentukan harga besi beton juga.

Tidak dapat dipungkiri, di dalam perhitungan besi beton, diperlukan estimasi harga dari masing-masing ukuran. Dengan demikian, maka angka yang keluar menjadi lebih akurat untuk menekan biaya. Tentu saja para kontraktor mau mendapatkan harga terbaik dengan standar berat besi beton yang pas, alias bukan abal-abal.

Apakah Anda tahu kalau di luar sana juga terdapat besi beton yang tidak jelas kualitas? Di Indonesia sendiri, besi beton yang baik adalah besi SNI dengan diameter yang sesuai dengan tabel berat besi beton di bawah ini.

Untuk memastikan Anda hanya mendapatkan besi terbaik berstandar SNI untuk kebutuhan proyek Anda, berikut adalah daftar ukuran besi beton polos dan ulir berstandar SNI beserta beratnya untuk dijadikan sebagai rujukan.

Apa Saja Kelebihan Besi Beton?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, besi beton adalah salah satu bahan bangunan yang sering dijumpai pada konstruksi. Mengapa? Karena bahan satu ini memiliki banyak keunggulan. Berikut adalah beberapa keunggulan besi beton yang harus Anda ketahui:

  1. Mampu menahan tekanan lebih baik dibandingkan dengan bahan lainnya. Hal ini membuat besi beton sangat cocok sebagai material pondasi atau kerangka bangunan secara keseluruhan.
  2. Bahan satu ini sangat mudah ditemukan serta memiliki harga yang relatif murah.
  3. Memiliki daya tahan yang tinggi, khususnya terhadap air dan juga api. Dengan sifat ini, Anda tidak perlu khawatir kalau bangunan akan runtuh ketika terjadi kebakaran.
  4. Sifatnya fleksibel. Anda dapat membentuk besi beton polos menjadi berbagai bentuk.
  5. Mudah dipasang. Anda tidak membutuhkan seorang ahli untuk melakukan pemasangan besi beton polos.
  6. Memiliki usia yang panjang.

Baca Juga : Cara Pasang Baja Ringan yang Tepat

Daftar Ukuran dan Berat Besi Beton SNI

Besi beton SNI sendiri memiliki dua jenis: polos dan ulir. Kedua jenis besi tersebut memiliki beberapa perbedaan.

Perbedaan pertama adalah bentuk. Besi beton polos, sesuai namanya, memiliki bentuk yang polos. Besi beton polos berbentuk bundar tanpa memiliki variasi. Sementara itu, besi beton ulir memiliki tekstur seperti sirip ikan atau ulir. Besi beton ulir sendiri memiliki banyak variasi dan bentuk.

Perbedaan selanjutnya adalah ketahanan. Besi beton ulir mengungguli besi beton polos dalam hal ini. Besi beton polos berstandar SNI memiliki ketahanan di angka 240 mpa (megapaskal) sementara ketahanan besi beton ulir dengan standar SNI berada di angka 400 mpa.

Akibat perbedaan ketahanan keduanya, kedua jenis besi ini pun memiliki fungsi dan kegunaan yang berebda. Besi beton polos umumnya digunakan pada proyek konstruksi skala kecil dan menengah, seperti membangun rumah. Sementara itu, besi beton ulir umumnya digunakan pada proyek skala menengah dan besar, seperti pembangunan mal yang membutuhkan daya tahan yang besar.

Terakhir adalah perbedaan tentang harga. Sebagaimana telah dilihat, besi beton polos dan besi beton ulir memiliki perbedaan pada segi ketahanan. Hal ini berpengaruh pada nominal harga besi di ukuran serta berat yang sama. Misalkan, harga besi beton ulir diameter 10 mm di angka Rp. 92.000/batang, sementara besi beton polos dengan spesifikasi yang sama harganya berada di angka Rp. 83.000 per batang.

Tabel Besi Beton Polos

Diameter

Panjang

Berat

6 mm

12 meter

2,66 kg

7 mm

12 meter

3,63 kg

8 mm

12 meter

4,74 kg

9 mm

12 meter

6,00 kg

10 mm

12 meter

7,40 kg

11 mm

12 meter

8,95 kg

12 mm

12 meter

10,70 kg

16 mm

12 meter

19,00 kg

19 mm

12 meter

26,80 kg

22 mm

12 meter

35,80 kg

25 mm

12 meter

46,20 kg

28 mm

12 meter

58,00 kg

32 mm

12 meter

75,72 kg

 

Baca juga: Harga Besi 12mm Per Batang dan Berbagai Ukuran Lainnya
 

Tabel Besi Beton Ulir

Diameter (mm)

Panjang (m)

Berat/Meter (kg)

Berat/Batang (kg)

10

12

0,62

7,40

13

12

1,04

12,50

19

12

2,23

26,80

22

12

2,98

35,80

25

12

3,85

46,20

29

12

5,04

60,50

32

12

6,31

75,77

35

12

7,51

90,10

38

12

8,92

107,00

41

12

10,50

126,00

 

Tabel berat besi beton di atas merupakan besi Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun di dalam praktiknya, ada saja besi beton yang memiliki perbedaan ukuran. 

Untuk besi SNI yang baik, ada toleransi 0.01 mm dari ukuran yang diharuskan. Namun jikalau memang tetap ada perbedaan ukuran, hanya bisa diambil di antara 0.01 mm sampai 0.02 saja. Jika lebih dari itu, maka itulah yang disebut sebagai besi beton banci.

Besi beton banci merupakan sebutan untuk besi beton yang dari segi harga lebih murah daripada besi beton SNI (Standar Nasional Indonesia), tapi secara kualitas, jelas di bawah dari besi beton yang berkualitas. Maka dari itu, besi beton polos SNI adalah besi beton yang harus dipakai jika mau membangun gedung yang kokoh dan tahan lama.

Setelah melihat tabel di atas, bagaimana cara menghitung besi beton yang dibutuhkan? Contohnya, Anda membutuhkan besi beton diameter 8 dengan total panjang 22 meter. Berapa kilogram kebutuhan besi beton yang dibutuhkan?

Rumus menghitung kebutuhan berat besi adalah berat besi per meter dikalikan kebutuhan panjang. Misalnya, ukuran besi beton polos diameter 10 mm memiliki berat di angka 0.62. Maka, 0.62 x 22 = 13,64. Jika memang panjang besi adalah 12 meter, maka besi beton polos yang dibutuhkan adalah 22 m/12 m = 2 batang kurang sedikit.

Itulah penjelasan tentang berat besi 10 dan berat besi beton polos yang dapat Anda jadikan panduan. Membuat bangunan dan memerlukan estimasi kebutuhan proyek akan besi beton menjadi suatu tugas yang harus dilakukan dari awal. 

Hal ini dilakukan agar tidak ada salah perhitungan pada kebutuhan proyek, sekaligus tidak kelebihan membeli besi beton. Semuanya butuh rencana anggaran biaya pengeluaran yang tepat dalam bisnis, bukan? Itu juga termasuk dalam urusan pembelian besi beton.

Mengenal besi beton merupakan suatu hal yang seru karena pada akhirnya, tempat Anda bekerja, hingga gedung-gedung tinggi yang ada disekitar Anda bisa berdiri berkat peran besi beton.

Jika Anda membutuhkan besi hollow untuk proyek konstruksi Anda, pastikan Anda hanya mendapatkan besi hollow di tempat terbaik. Indosteger memiliki besi hollow galvanis dengan kualitas terbaik serta peralatan untuk membantu konstruksi lainnya. Segera kunjungi Indosteger sekarang juga.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kebutuhan proyek anda!

Baca juga: 4 Cara Menghitung Kebutuhan Besi Untuk Membangun Rumah

 

Recent Articles