indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Cara Mudah Menghitung Kekuatan Scaffolding

Dalam proses pengerjaan konstruksi bangunan, tentunya sangat diperlukan pembangunan scaffolding. Apalagi jika konstruksi yang dikerjakan merupakan gedung yang tinggi. Namun, membuat scaffolding bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan ketelitian. Sebelumnya juga harus diketahui dulu seperti apa cara menghitung kekuatan scaffolding, agar bisa tahu kemampuannya.

Klasifikasi beban

Scaffolding memiliki beberapa klasifikasi beban yang cukup berbeda. Klasifikasi ini dibagi menjadi tiga bagian seperti berikut ini.

Beban ringan atau light duty

Klasifikasi pertama yaitu beban ringan. Dalam klasifikasi ini, beban scaffolding memiliki kekuatan untuk mengangkat beban hingga 225 kg/bay. Beban ringan ini umumnya digunakan dalam proyek yang tidak terlalu besar, sehingga kekuatan beban scaffolding yang digunakan juga tidak begitu besar. 

Beban sedang atau medium duty

Dalam klasifikasi beban sedang atau medium duty, beban maksimumnya yaitu sebesar 450 kg/bay. Pada klasifikasi beban medium ini, scaffolding bisa kuat menahan beberapa orang dan jumlah material bahan yang cukup banyak. 

Beban berat atau heavy duty

Untuk kualifikasi beban berat atau heavy duty, scaffolding memiliki jumlah beban maksimum hingga 675 kg/bay. Jumlah beban berat ini lebih kuat dalam menahan beban pekerja maupun material bahan. Meskipun memiliki beban yang berat, tetapi scaffolding dengan klasifikasi ini tetaplah kuat dan tidak perlu dikhawatirkan keamanannya. 

Total beban 

Total beban merupakan jumlah beban yang akan diterima oleh landasan terhadap scaffolding yang sedang didirikan. Total beban sendiri memiliki beberapa klasifikasi, yaitu seperti berikut ini. 

Beban mati atau dead load

Dalam klasifikasi beban mati ini merupakan total beban dari berat konstruksi scaffolding beserta dengan seluruh perlengkapannya. 

Beban tambahan atau environmental load

Klasifikasi selanjutnya dari total bahan disebut dengan beban tambahan atau environmental load. Berat tambahan ini merupakan beban yang diterima oleh scaffolding yang bersumber dari luar. 

Beban hidup atau live load

Klasifikasi terakhir yaitu beban hidup atau live load. Beban hidup ini mencakup semua total beban dari para pekerja yang sedang bekerja, bahan atau material, perlengkapan yang digunakan untuk bekerja, serta jika terjadi benturan. 

Formulasi

Formulasi untuk mengetahui cara menghitung kekuatan scaffolding yaitu dengan menghitung standar beban yang ditanggung. 

Beban yang ada pada beban yang ditanggung diperhitungan dengan 3 standar pada luas 1 bay. 

Standar Tepi Luar, dalam standar tepi luar, formulasi yang digunakan yaitu = beban mati + beban hidup : 3.

Standar Dalam, sedangkan untuk standar dalam, formulasi yang digunakan adalah = 2 x (beban mati + beban hidup) : 3.

Formulasi selanjutnya yaitu dengan menghitung luas papan landasan yang diperlukan.

Formulasinya adalah = beban standar (standard dalam) : daya dukung landasan. 

Cara menghitung kebutuhan pemasangan scaffolding

Pada umumnya, scaffolding dengan ukuran standar memiliki ukuran 1,2 x 1,8 meter dengan tinggi 1,7 meter. Cara menghitung kebutuhan pemasangan scaffolding pun ada bermacam-macam caranya, yakni seperti berikut ini. 

Untuk pembangunan plat lantai dan balok

Pertama-tama, Anda harus membuat mapping serta menghitung kebutuhan dari scaffolding di setiap balok. Kemudian, lanjutkan pembuatan scaffolding untuk plat lantai jika memang masih ada ruangan yang tersedia. Selanjutnya, taksir berapa kisaran ketinggian dari struktur bangunan. Saat sudah mengetahui berapa jumlah tingkat scaffolding yang dibutuhkan, hitunglah berapa banyak jumlah scaffolding yang dibutuhkan. 

Untuk pemasangan bata, pengecoran, dan plesteran

Selanjutnya, untuk menghitung kebutuhan dari pemasangan scaffolding dalam pemasangan bata, pengecoran, dan plesteran, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama-tama, cari informasi mengenai ukuran panjang serta tinggi dari lokasi yang akan dipasang scaffolding. 

Setelah mengetahui hasilnya, masing-masing ukuran tersebut harus dibagi dengan dimensi dari scaffolding. Panjang lokasi dibagi dengan 1,8 m, kemudian tingginya dibagi dengan 1,7 m. Selanjutnya, hasil dari pembagian tadi saling dikalikan dan jumlah kebutuhan scaffolding akan diketahui.

 

Jika Anda sedang dalam proyek konstruksi dan membutuhkan penggunaan Scaffolding, maka berkonsultasilah degan kami. PT. Indosteger Jaya Perkasa adalah pabrik sekaligus supplier berkualitas Scaffolding di Indonesia. Kami melayani jual dan sewa scaffolding, dan menyediakan berbagai pipa scaffolding. Selamat mencoba, semoga artikel di atas dapat bermanafaat.

Recent Articles