indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Memahami Estimasi Biaya Konstruksi: Proses, Elemen dan Jenisnya

Sebuah proyek harus memiliki estimasi biaya konstruksi yang terperinci dan tepat. Estimasi biaya adalah rincian perkiraan biaya pekerjaan konstruksi yang didasarkan pada berbagai komponen konstruksinya. Estimasi ini harus dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan penawaran dengan pemilik proyek. 

Sehingga dalam proposal yang diajukan, telah tercantum rencana anggaran biaya atau RAB yang dibutuhkan. Pembuatan estimasi biaya konstruksi menjadi salah satu komponen perencanaan yang krusial, sebab akan sangat berpengaruh pada proses pembangunan. 

Maka dari itu, estimasi biaya harus dihitung oleh kontraktor atau perusahaan yang bertanggung jawab pada proyek konstruksi. Dalam artikel ini, Indosteger akan membagikan informasi lengkap mengenai estimasi biaya konstruksi.

Mengapa Menghitung Estimasi Biaya Konstruksi Itu Penting?

Estimasi biaya produksi dapat memiliki jumlah yang berbeda, bergantung pada jenis bangunan dan kontraktor atau perusahaan konstruksi yang melakukan perhitungan. Hal ini dikarenakan keuntungan yang diambil oleh kontraktor atau perusahaan konstruksi juga menjadi salah satu komponen perhitungan.

Baca Juga: Apa Itu Kontraktor? Pakai Jasa Kontraktor Bangunan atau Borongan?

Dalam hal ini, biasanya setiap perusahaan memiliki standar keuntungan yang diambil. Setiap perusahaan atau kontraktor akan memberikan harga yang tidak terlalu tinggi dan berbeda-beda agar dapat bersaing namun tetap dengan nilai keuntungan yang wajar. 

Rencana anggaran biaya penting untuk dihitung sebelum konstruksi dilaksanakan karena berperan sebagai rekayasa nilai dan dasar pengontrolan proses konstruksi. Sebuah pekerjaan konstruksi dapat dievaluasi dengan membandingkan hasil pembangunan dan rincian anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan adalah melihat bagian yang kurang sesuai seperti penggunaan material, ornamen yang digunakan, hingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pembangunan. 

Sebagai contoh, pembangunan pada akhirnya membutuhkan biaya yang lebih besar namun dengan waktu pembangunan yang lebih singkat, maka hal ini akan menjadi hal yang menguntungkan bagi Anda. Tetapi ketika pembangunan selesai dengan durasi yang sama dan biaya yang lebih besar, maka ada beberapa hal yang harus dievaluasi ulang seperti pembelian material yang berlebihan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Membuat Time Schedule Proyek yang Tepat dan Efektif

Estimasi biaya konstruksi ini dapat dikatakan sebagai alat bagi kontraktor atau perusahaan untuk mengambil kesimpulan proses pembangunan melalui biaya yang direncanakan, biaya yang dikeluarkan, dan pekerjaan yang diselesaikan. Bahkan beberapa keputusan proyek berdasarkan estimasi biaya yang telah direncanakan. 

Sehingga, dapat dikatakan bahwa kesesuaian estimasi biaya yang dibuat dapat memengaruhi jalannya konstruksi bangunan. Apabila rencana anggaran biaya dianggap sepele, maka besar kemungkinan akan muncul permasalahan dengan konsekuensi berupa menanggung kelebihan biaya yang dibutuhkan.

Apa Saja Metode Perhitungan Estimasi Biaya Konstruksi?

Dalam membuat rencana anggaran biaya atau estimasi biaya konstruksi, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Pada dasarnya, rencana anggaran dibuat dengan menghitung kebutuhan secara detail berdasarkan nilai indeks. Adapun metode yang digunakan antara lain:

1. Metode SNI

Metode SNI atau standar nasional Indonesia merupakan metode analisis yang muncul untuk mengikuti pembaruan teknologi konstruksi yang kini mulai berkembang. Metode SNI adalah cara yang lebih sempurna jika dibandingkan dengan metode BOW. Ketika metode BOW hanya dapat digunakan pada jenis konstruksi sederhana, metode SNI dapat digunakan pada jenis pembangunan yang jauh lebih besar.

2. Metode BOW

Hadir lebih dahulu dari metode SNI, metode BOW adalah metode yang digunakan pada masa pemerintahan Belanda di Indonesia. Dalam metode BOW, estimasi biaya dilakukan dengan menghitung upah dan bahan yang dibutuhkan. Dikatakan oleh para ahli bahwa metode BOW digunakan pada proyek kecil dan padat karya saja dengan alat konvensional yang tidak membutuhkan teknologi apa pun seperti pembangunan rumah.

3. Metode Kontraktor 

Metode perhitungan yang paling umum dilakukan oleh para estimator adalah metode kontraktor atau metode lapangan. Dalam melakukan perhitungan, estimator akan menentukan rencana biaya dengan perhitungan manual pada beberapa kebutuhan seperti material dan upah pekerja.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

Setelah melakukan perhitungan kasar tersebut, estimator akan membandingkan hasil yang didapatkan dengan hasil yang dihitung menggunakan metode BOW, SNI, serta pengalaman kontraktor. 

4. Metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan

Cara menghitung pengerjaan pembangunan secara detail dan terperinci adalah dengan menggunakan metode analisis harga satuan pekerjaan. Metode analisis harga satuan pekerjaan meliputi uraian perkalian kebutuhan material, upah pekerja, dan peralatan yang digunakan untuk mendapatkan harga satuan pekerjaan konstruksi. 

Dalam menghitung estimasi biaya konstruksi menggunakan metode ini dibutuhkan ketelitian yang tinggi agar menemukan spesifikasi kebutuhan yang lengkap dan jelas. 

Apa Saja Jenis Estimasi Biaya Konstruksi?

Agar terhindar dari kesalahan atau kerugian dalam membuat rencana anggaran biaya atau estimasi biaya produksi dalam kontrak kerja, Anda perlu mengetahui berbagai macam jenis estimasi biaya konstruksi. Adapun jenis estimasi antara lain:

1. Estimasi Harga Perkiraan

Dalam rencana anggaran, biasanya jenis estimasi yang akan diberikan adalah jenis estimasi harga perkiraan. Dalam estimasi harga perkiraan, terdapat rincian berupa harga per fungsi, harga luas, harga volume, partikular take off atau penggabungan semua pekerjaan, modular take off atau perkalian modul dengan seluruh proyek, dan harga satuan panel. 

2. Estimasi Harga Pasti

Dalam estimasi harga pasti, terdapat dua metode yang dapat digunakan yaitu metode lumpsum dan metode harga satuan. Metode lumpsum dilakukan ketika jenis pembangunan dan jumlah telah diketahui. Metode lumpsum menjadi metode yang cukup berisiko bagi kontraktor. 

Sedangkan metode harga satuan adalah metode yang ditentukan dengan harga pada setiap pekerjaan pembangunan. Estimasi harga pasti dengan metode harga satuan biasanya dicantumkan dengan jumlah pekerjaan yang dijumlahkan dengan desain rancangan yang telah disetujui.

Apa Saja Tahapan Membuat Estimasi Biaya Konstruksi?

Dalam membuat estimasi biaya konstruksi, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan ini membantu menghasilkan estimasi biaya konstruksi yang terperinci dan detail. Adapun tahapan yang harus dilakukan dalam membuat estimasi biaya konstruksi adalah:

1. Akuisisi Dokumen dan Pengkajian Ulang

Kontraktor atau perusahaan konstruksi dan pemilik proyek harus memiliki dokumen kontrak yang disetujui kedua belah pihak. Sebelum melakukan persetujuan, kontraktor atau perusahaan konstruksi dan pemilik proyek harus mengkaji ulang serta berdiskusi mengenai keseluruhan isi dokumen seperti penawaran yang diberikan, syarat, estimasi waktu, rencana biaya, hingga penalti yang diterima apabila melanggar perjanjian.

Baca Juga: Tahapan Proyek Konstruksi Bangunan yang Umum Digunakan

2. Mempertimbangkan Penawaran dan Strategi

Bagi kontraktor atau perusahaan konstruksi dan pemilik proyek, penting untuk melakukan pertimbangan seputar strategi penawaran dan bentuk penawaran yang diberikan. Hal ini akan membantu mengurangi tingkat risiko dan menentukan tingkat keberhasilan proyek. 

3. Merencanakan Pembangunan

Tahapan selanjutnya adalah merencanakan pembangunan dengan menentukan metode, waktu pelaksanaan, asuransi, jaminan, dan tentunya rencana anggaran biaya konstruksi. Perencanaan ini dibuat salah satunya berdasarkan jenis bangunan dan lokasi pembangunan, sebab beberapa lokasi memiliki syarat dan kebutuhan pembangunan khusus. Selain itu, harga material dan upah pekerja juga berbeda di setiap lokasi. 

4. Menelaah Spesifikasi dan Kuantitas

Estimator harus menelaah spesifikasi terlebih dahulu sebelum mulai menelaah kuantitas. Dalam melakukan penelaahan spesifikasi, perhatikan hal-hal seperti pelayanan yang disediakan, ketentuan material dengan keahlian khusus, dan persyaratan khusus dari pemilik proyek. 

Selanjutnya, Anda dapat mulai menelaah kuantitas material dengan ketentuan penulisan nomor, pemberian tanda cek pada bagian yang telah selesai, konsisten pada dimensi, dan hindari memberikan skala pada gambar. 

5. Pengukuran

Langkah terakhir yang dilakukan dalam estimasi biaya konstruksi adalah pengukuran. Dalam melakukan perhitungan ukuran, kontraktor atau perusahaan konstruksi dan pemilik proyek harus memberikan estimasi ukuran dengan akurat dan efisien. Sehingga dibutuhkan kemampuan perhitungan menggunakan kalkulus, aljabar, geometri, konversi, dan hukum matematika lainnya. 

Demikian tadi merupakan ulasan lengkap mengenai estimasi biaya konstruksi. Membangun sebuah bangunan besar atau kecil sekali pun tetap harus menggunakan estimasi biaya konstruksi. Dalam memilih kontraktor, hindari hanya melihat angka yang ditawarkan saja. Tetapi pastikan untuk selalu melihat estimasi biaya dan rencana pembangunan yang ditawarkan. 

Hal ini akan mencegah permasalahan seperti penipuan atau penggunaan material yang tidak berkualitas dan menyebabkan berbagai permasalahan baru, seperti penggunaan scaffolding. Scaffolding merupakan alat konstruksi yang penting dan harus terjamin kekuatan dan keamanannya sebab menyangkut keselamatan pekerja dalam melakukan pembangunan. 

Indosteger menyediakan sewa scaffolding dengan kualitas unggulan dan ramah lingkungan. Tidak perlu khawatir, harga yang ditawarkan oleh Indosteger juga terjangkau dan proses pengantaran yang tepat waktu. Melalui informasi estimasi biaya konstruksi ini, hubungi Indosteger sekarang juga untuk penyediaan scaffolding yang berkualitas.

Recent Articles