indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Pengertian dan 4 Fungsi Manajemen Proyek

Dalam sebuah proyek konstruksi, semua fungsi manajemen proyek perlu berjalan sebagaimana seharusnya. Ketika manajemen proyek tidak berfungsi, kemungkinan besar proyek akan berjalan lebih lambat atau bahkan terhenti. Oleh karena itu peranan manajemen proyek tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun apakah Anda tahu apa saja fungsi dari manajemen proyek dalam sebuah proyek konstruksi? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Manajemen Proyek Konstruksi?

Manajemen proyek merupakan suatu sistem yang melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Manajemen proyek pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dengan manajemen di bidang lainnya, yaitu untuk memastikan bahwa proyek atau target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan efisien dan efektif. Seorang manajemen proyek konstruksi bertugas memastikan semua urusan proyek konstruksi dari masa persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian dapat selesai tanpa hambatan. 

Apa Fungsi Manajemen Proyek Konstruksi?

Fungsi manajemen proyek dalam suatu konstruksi melingkupi beberapa aspek, seperti aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Penjelasan masing-masing dari setiap fungsinya sebagai berikut:

1. Perencanaan

Fungsi pertama manajemen proyek sebuah konstruksi sudah pasti melakukan perencanaan. Tanpa perencanaan, mustahil sebuah bangunan dapat dibangun dengan kuat dan kokoh. Perencanaan yang dilakukan dengan baik akan membantu kelancaran selama proses pembangunan. 

Perencanaan bisa dikatakan sebagai sebuah panduan yang nantinya akan diikuti oleh seluruh pekerja proyek. Coba bayangkan jika perencanaan yang dibuat asal-asalan dan tidak memikirkan hasil akhir pembangunan, pasti hasilnya tidak baik, bukan? Bangunan yang dibangun jadi tidak layak digunakan karena bangunan bisa roboh kapan saja. 

Itulah mengapa seorang manajemen proyek perlu menjalankan fungsi perencanaan dengan baik. Perencanaan ini juga terbagi ke dalam lima aspek penting, yaitu: 

  • Lingkup Proyek

Perencanaan dalam lingkup proyek berupa perencanaan semua aspek yang menyangkut proses pembangunan dari awal hingga akhir. Contohnya studi kelayakan, waktu pelaksanaan, biaya, mutu, dan manfaat proyek. 

Baca Juga: Tugas Manajer Proyek dalam Proses Pembangunan

  • Mutu atau Kualitas

Perencanaan mutu dalam sebuah proyek konstruksi berupa penetapan suatu standar yang akan dijadikan panduan selama proses pembangunan. Perencanaan mutu yang tepat akan menghasilkan sebuah bangunan yang kokoh. Alasannya karena mutu akan menjamin semua bahan dan alat, serta mesin yang digunakan memiliki kualitas tepat. 

Berbicara soal mutu, tentu kita tidak bisa melewatkan cara yang akan digunakan dan biaya yang harus dikeluarkan agar standar yang telah ditetapkan dapat tercapai. Jadi apabila standar mutu yang ditetapkan tinggi, maka biaya yang dikeluarkan pasti lebih besar dan usaha untuk mencapainya juga lebih keras. Mutu yang tinggi juga akan menentukan berapa lama pengerjaan sebuah proyek dapat selesai. 

  • Waktu dan Penyusunan

Meskipun perencanaan waktu menyesuaikan dengan mutu yang ditentukan, namun waktu pelaksanaan tetap harus direncanakan dengan baik. Seorang manajemen proyek konstruksi perlu menyusun rencana pelaksanaan dengan baik supaya bangunan dapat berdiri kokoh sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Perencanaan dan penyusunan waktu yang ada juga akan berguna sebagai tenggat waktu untuk membuat pekerja dapat bekerja dengan maksimal. 

  • Biaya

Perencanaan biaya sudah pasti ada dalam fungsi manajemen proyek konstruksi. Meskipun urusan dana adalah bagian keuangan, perhitungan biaya tetap dihitung oleh manajemen proyek yang mengetahui perkiraan waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan. 

Selain itu biaya juga mencakup semua bahan proyek sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. Manajemen proyek biasanya membuat beberapa perencanaan keuangan sebagai alternatif untuk mendapatkan biaya yang paling sesuai. Paling sesuai menurut waktu, bahan, dan tenaga kerja yang ada. 

Baca Juga: Cara Membuat RAB Proyek Konstruksi dan Bangunan yang Baik

  • Sumber Daya

Perencanaan sumber daya yang dimaksudkan di sini berupa sumber daya manusia (tenaga kerja yang dibutuhkan) dan sumber daya non-manusia berupa mesin dan alat yang akan membantu pengerjaan proyek konstruksi. Perencanaan sumber daya diperlukan untuk mengetahui berapa banyak tenaga kerja dan alat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan. 

2. Pengorganisasian

Fungsi pengorganisasian berguna untuk membagi setiap orang dalam pekerjaannya masing-masing. Manajemen proyek akan memberi tahu tugas dan kewajiban masing-masing pekerja supaya tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih. Jika pembagian kerja jelas, maka proses pembangunan akan berjalan dengan lancar. 

Pembagian kerja ini termasuk pada pembagian beberapa orang ke dalam suatu divisi, supaya komunikasi dari atas ke bawah dan sebaliknya semakin lancar. Pembagian divisi yang tepat akan sangat membantu efisiensi dan efektivitas saat proyek konstruksi sudah berjalan. 

Baca Juga: Apa Itu Kontraktor? Pakai Jasa Kontraktor Bangunan atau Borongan?

3. Pelaksanaan

Setelah perencanaan dan pelaksanaan, tentu saja ada hari eksekusi atau pelaksanaan proyek konstruksi. Dalam pelaksanaannya, manajemen proyek berfungsi memastikan semua perencanaan dan pembagian kerja yang telah dilakukan dapat terlaksana dengan baik. 

Manajemen proyek harus mengawasi jalannya proses pembangunan dari awal hingga akhir dengan baik. Hal ini berarti manajemen proyek juga bertugas untuk berkomunikasi dan memberikan motivasi kepada para pekerja. Semua arahan yang tepat dari manajemen proyek akan sangat memengaruhi hasil akhir pembangunan. 

4. Pengendalian

Fungsi manajemen proyek dalam pengendalian akan menutup semua proses proyek konstruksi. Fungsi pengendalian dari manajemen proyek berguna untuk memastikan kualitas terbaik dari proses pembangunan. Manajemen proyek perlu memeriksa apakah hasil pembangunan sudah sesuai dengan standar yang sebelumnya telah ditentukan. 

Pengendalian juga termasuk kepada tindakan evaluasi dan saran terhadap kesalahan maupun penyimpangan yang terjadi selama proses pembangunan. Terakhir, manajemen proyek perlu menyusun laporan proyek konstruksi yang telah berjalan. Intinya, fungsi pengendalian akan berguna dalam memastikan semua perencanaan berjalan sebaik mungkin. Baik dalam segi mutu, biaya, waktu, dan komunikasi. 

Demikian informasi mengenai manajemen proyek konstruksi, dari pengertian hingga fungsi-fungsinya. Jika Anda seorang manajemen proyek yang sedang mencari tempat untuk membeli atau sewa scaffolding murah, silakan mengunjungi website Indosteger sekarang juga!

Di Indosteger, Anda bisa mencari semua peralatan untuk proyek dengan harga yang kompetitif. Jadi tunggu apalagi? Segera kunjungi Indosteger dan dapatkan barang yang Anda perlukan! Semoga artikel mengenai pengertian dan fungsi manajemen proyek ini bermanfaat bagi Anda.

Recent Articles