indosteger@gmail.com   +62218294428

News

7 Jenis Kayu Untuk Furniture Rumah

Jenis kayu untuk furniture saat ini sudah cukup banyak jenisnya yang dipakai para pengrajin. Masing-masing memiliki kualitas dan penggunaan yang berbeda. Ada jenis kayu yang sangat kuat sehingga lebih banyak dipakai untuk meja dan kursi, lalu ada pula jenis dengan serat kayu yang indah sehingga cenderung dipakai sebagai elemen dekorasi ruang.

Renovasi dapur memang membutuhkan lumayan banyak furniture. Namun, dari segi ketahanan biasanya kayu dapat dilihat dari jenis-jenisnya. Ada juga desain dapur yang mengikuti trend desain industrial. Jika selera Anda lebih kepada kayu dan sesuatu yang antik. Mari simak selengkapnya di sini!
 

1. Kayu jati 

Jati termasuk jenis kayu untuk furniture yang paling banyak digunakan. Karakteristik kayu jati antara lain adalah tidak mudah lapuk, tahan terhadap benturan, anti rayap, anti bakteri, serat kayunya tebal, dan berwarna cokelat kemerahan. Kayu premium asal hutan tropis Asia Tenggara ini banyak dipakai untuk produk interior maupun eksterior seperti meja dan kursi. 
 

2. Kayu mahoni

Selain jati, mahoni juga sering dipakai untuk membuat furniture interior maupun eksterior. Ciri kayu mahoni adalah serat dan pori-porinya halus, serta warnanya merah kecokelatan. Kalau dijadikan meja, maka serat-serat mahoni akan nampak sekali dan hal ini menambah keindahannya. Tak heran kalau harga kayu mahoni yang sudah dijadikan furniture relatif lebih tinggi daripada mahoni gelondongan.
 

3. Kayu pinus

Pinus sebagai jenis kayu untuk furniture memiliki karakteristik lunak, warna cerah, dan seratnya halus. Jenis bahan ini sangat diminati untuk dijadikan bahan baku produk mebel. Selain karena mudah didapatkan dan persediaannya banyak, harga kayu pinus pun sangat terjangkau. Inilah mengapa banyak pengrajin memilih pinus sebagai bahan furniture. Namun, kekurangan kayu pinus ini adalah mudah terserang jamur. 

Baca juga:   10 Motif Railing Tangga untuk Rumah Minimalis
 

4. Kayu cedar

Kayu cedar atau yang lebih sering dikenal sebagai aras banyak tumbuh dan ditemukan di kawasan Himalaya atau Mediterania. Ciri kayu ini ketika sudah dijadikan furniture rumah adalah tahan terhadap dingin, mampu menyerap kelembapan dan bau, tahan terhadap serangga maupun rayap, dan tidak mudah membusuk. Karena kelembapan kayu cedar yang cukup baik untuk furniture, maka kayu ini sering dipakai untuk bahan lemari sepatu dan pakaian.
 

5. Kayu ramin

Ramin adalah jenis kayu untuk furniture yang banyak tumbuh di daerah Pulau Kalimantan dan Sumatera. Tidak hanya dijadikan bahan furniture, kayu ramin juga sering digunakan sebagai bahan pembuat bingkai, veneer, dan moulding. Karakteristik ramin antara lain adalah warna kekuningan cerah, mudah dibentuk saat proses pengerjaan furniture, serta teksturnya cenderung rata dan halus.
 

6. Kayu oak

Kalau Anda menginginkan furniture dengan bahan kayu yang cukup kuat, maka selain jati, kayu oak adalah pilihan terbaik. Karakteristik oak adalah garis-garis seratnya yang indah, kayunya keras dan kuat, tahan lama, serta akan semakin mengkilap indah dengan teknik pengecatan yang tepat. Sangat tepat bila dijadikan meja, lemari, hingga lantai kayu. 
 

7. Kayu merbau

Kayu merbau memiliki kualitas sangat tinggi. Di daerah asalnya, yaitu Papua dan Maluku, merbau dikenal sebagai kayu besi. Karakteristik kayu merbau meliputi warna yang kuning kecokelatan, memiliki tekstur kasar dan merata, awet, tahan terhadap pelapukan, dan tahan dari serangan rayap. Kayu merbau selain jadi bahan furniture juga sering dipakai sebagai lantai kayu. 

Bisa disimpulkan bahwa jenis kayu untuk furniture ada banyak sekali ragamnya. Masing-masing memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda. Namun, namanya saja kayu, pasti ada risiko lapuk atau dimakan rayap. Oleh karena itu, sebagai alternatif bahan furniture, Anda bisa menggunakan besi hollow galvanis berkualitas dari Indosteger. 

Baca juga: Ketahui Bagian Bekisting Kolom dan Cara Memasangnya

Recent Articles